
********
Selama amanda mengikuti langkah raihan dari belakang, ia tak henti hentinya berdoa. Sungguh saat ini ia benar benar gugup. Meskipun banyak orang yang bilang padanya tak perlu segugup itu,tapi amanda tetap bisa merasakan kegugupan tersebut. Ia tak bisa membohingi dirinya sendiri jika dirinya benar benar gugup.
Raihan yang melihat kegugupan amanda hanya dapat tersenyum, ia tak tahu lagi harus menenangkannya dengan cara apa,semuanya telah ia lakukan tapi tetap saja amanda merasa gugu.
********
Semua orang tengah bersiap. Dan seorang pemuda yang tengah duduk dengan santai hanya dapat tersenyum sendiri. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana manisnya wajah amanda ketika ia tersenyum, malu dan memandangnya dengan rasa gugup. Ia tak tahu apa yang dirasakan amanda nanti,apakah amanda dapat melakukannya dengan baik atau tidak ? Tapi harapannya ia dapat melakukannya dengan baik tanpa melakukan kesalahan sedikitpun.
Dua orang yang duduk tidak jauh darinya,hanya menatapnya bingung. Bingung dengan sikapnya yang seolah olah berubah setiap saat.
"Kenapa d.o hyung tersenyum sendiri ?" tanyanya dengan tidak melepaskan pandangannya darinya
"Entah. Tapi semenjak dia pulang tadi sore,tingkahnya jadi aneh sampai sekarang"
"Apa d.o hyung kerasukan ?"
"Yak ! Apa yang kau katakan kai,tidak mungkin d.o hyung kerasukan" ucapnya dengan memukul lengan kai cukup keras
"Mungkin saja yang dikatakn kai benar" ucap seseorang yang baru bergabung dengan mereka berdua
"Tuh xiumin hyung saja setuju dengan perkataanku" ucap kai serasa ada orang yang memihaknya
__ADS_1
"D.o hyung tidak kerasukan,dia hanya lagi senang" ucap sehun memutuskan perbincangan tersebut dan meninggalkan dua orang yang kini menatapnya aneh.
**********
Akhirnya amanda menuju tempat yang semestinya. Ia dapat melihat panggung yang begitu megah dan banyak orang yang menyaksikan hal itu. Kakinya saat ini benar benar terasa berat,ia tak sanggup untuk melangkah. Raihan yang melihatnya menggenggam tangan amanda lembut dan memberikan senyuman yang hangat seakan mengatakan semuanya akan baik baik saja.
Dari kejauhan tanpa sepengetahuan amanda seorang pemuda memerhatikannya dalam diam. Ia tahu betul bagaimana perasaan amanda saat ini karena ia juga pernah merasakan hal yang sama dengan nya. Tanpa ia ketahui sehun telah berada di sampingnya dan menatap gadis yang sama didepan sana.
"Apa dia gadis yang membuat hyung tersenyum sendiri ?" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis didepannya
D.o yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya dapat diam,ia tak mempungkiri perkataan sehun barusan.
"Apa sebegitu menariknya gadis itu,sehingga seorang D.o Kyungsoo menjadi seperti ini" ucapnya dengan memandang hyungnya yang hanya menatap kedepan.
**********
Dengan menyiapkan dirinya sekuat tenaga akhirnya amanda menaiki panggung yang sangat besar itu. Ia dapat melihat lampu yang bersinar dimana mana,bagai bintang yang menghiasi langit malam yang indah. Untuk sesaat rasa gugup yang ia rasakan hilang begitu saja,ia sangat menyukai bintang ditengah malam. Amanda pun memulai acaranya dengan menekan semua rasa gugup yang ia rasakan,ia tak ingin membuat acara ini hancur karena dirinya.
Tak begitu lama para tamu pun memasuki panggung. Amanda sangat terpesona dengan kesembilan pemuda yang datang saat ini. Mereka semua sangat tampan dan menawan,mereka menpunyai daya tarik masing masing. Dari ke sembilan pemuda tersebut, amanda menemukan satu pemuda yang dikenalnya. Pemuda itu tersenyum ramah padanya, senyuman yang sangat hangat,dengan sendirinya amanda membalas senyuman itu. Tentu semua pemuda yang berada di sana tersenyum padanya,tapi senyuman satu pemuda ini benar benar berbeda baginya.
Akhirnya acara tersebut berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun. Hingga akhirnya amanda dan kesembilan pemuda itu saling mengucapkan salam perpisahan satu sama lain. Hingga pada bagian pemuda yang tersenyum ramah padanya membisikkan suatu kata yang membuat amanda tersenyum bahagia.
"Selamat kamu telah berhasil melakukannya,kamu melakukannya dengan sangat baik." ucapnya tepat didekat telinga dan terakhir tersenyum tepat didepan wajah amanda.
__ADS_1
Mendengar hal itu Amanda sangat bahagia, ingin rasanya ia memeluk erat pemuda yang ada di hadapannya dan mengucapkan terimakasih sebanyak mungkin.
"Terimakasih" ucapnya pelan dengan menunduk
Melihat amanda seperti itu sang pemuda hanya tersenyum dan meninggalkan Amanda terlebih dahulu,tak ingin membuat teman temannya menunggunya terlalu.
********
Ruang tunggu Amanda
Amanda menghela napas lega,akhirnya ia dapat melakukan tugasnya dengan baik,meskipun selama acara berlangsung rasa gugupnya tak kunjung hilang begitu saja. Tak lama raihan memasuki ruangan amanda dan memberikan senyuman yang begitu hangat,ia memberikan acungan jempol pada amanda.
"Akhirnya kau berhasil melakukannya dengan baik" ucapnya dengan menghampiri amanda yang tengah berbaring ditempat tidurnya.
Amanda hanya mendengus mendengar perkataan raihan,akhirnya ia bangkit dari posisi berbaringnya dan kini terduduk.
"Kau dengan mudahnya mengatakan hal seperti itu, tak tahu seberapa gugupnya aku tadi"
"Tapi kau tetap melakukannya dengan baikkan "
Lagi lagi amanda dibuat kesal dengan perkataan raihan.
"Tapi kau dapat melihat sembilan pemuda tampan dalam waktu yang lama kan ?" godanya
__ADS_1
Mendapat godaan seperti itu membuat amanda malu. Sebenarnya ia tak pungkiri jika kesembilan pemuda tersebut sangat tampan dan mempesona,tapi yang mencuri perhatiannya hanya satu,pemuda yang selalu tersenyum hangat padanya setiap saat.