Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.32


__ADS_3

"Aku baik,sangat baik Hyung"


"Lalu kenapa kau senyum senyum sendiri,membuatku takut" ucapnya dengan menghampiri Sehun dan tangan yang masih sibuk mengeringkan rambutnya.


"Hyung,aku menemukan cara agar Hyung dapat bertemu dengannya"


"Dengannya ?"


"Amanda"


Mendengar nama Amanda disebut oleh Sehun,kegiata kegiatannya mengeringkan rambutnya tiba tiba berhenti begitu saja.


Melihat hyungnya yang seperti itu,membuat membuatnya sedikit ragu. Ia takut,takut jika tindakannya itu salah dan hyungnya akan marah padanya.


"Kenapa ? Hyung tidak mau bertemu dengannya ?"


"Bukan,bukan begitu Sehun"


"Lalu kenapa ? Apa Hyung tak suka jika aku ikut campur urusan Hyung"


"Tidak. Aku hanya ragu,apa ia mau bertemu denganku"


Do tertunduk lesu setelah mengatakan hal itu. Ia tahu jika dirinya telah membuat Amanda kecewa dan melukai hatinya.


"Aku yakin ia mau"ucapnya dengan merangkul pundak hyungnya itu.


Do tak mengerti,kenapa Sehun sangat yakin akan hal itu,sedangkan dirinya sendiri tak yakin jika Amanda mau bertemu dengannya lagi.


"Oh iya,baga bagaimana caranya kau melakukan itu. Sedangkan kau sendiri tidak tahu tempat Amanda sekarang"


"Dengan bantuan seseorang"


"Bantuan seseorang ? Siapa ?"

__ADS_1


"Raihan"


Mendengar nama Raihan,Do mengerti sekarang kenapa Sehun senyum senyum sendiri. Ia tahu jika Raihan adalah orang yang tepat untuk menolongnya saat ini,tapi apa ia mau membantunya.


*********


Saat ini Raihan tengah bersantai di ruang tengah rumahnya,ia sangat merindukan kedamaian yang seperti ini. Meskipun ia harus jujur,ia sangat merindukan kesibukannya yang dulu,nam namun harus berhenti untuk sesaat karena gadis yang menjadi tanggung jawabnya sedang sibuk dengan sekolahnya.


Drtt..drttt..


Tiba tiba ponselnya berdering membuyarkan lamunannya itu. Dengan perlahan ia mengambil ponsel tersebut dan melihat siapa yang menghubunginya diwaktu libur seperti ini.


'sehun'batinnya


Ia tak tahu untuk apa pemuda itu menghubunginya,yang ia tahu jika pemuda itu dan temannya telah kembali ke negaranya,jadi untuk apa ia menghubunginya.


"Halo"


"Apa kau bisa membantuku ?"


"Apa kau tahu dimana Amanda sekolah maupun tempat tinggalnya?"


"Tentu aku tahu. Untuk apa kau menanyakan hal itu ?"


Hening. Tak ada jawaban sama sekali.


"Sehun"panggilannya


"Bukan urusanmu. Kalau begitu kirimkan lokasinya padaku "


"Bagaimana mungkin bukan urusanku ? Dia itu tanggung jawabku jadi aku harus tahu setiap keg--"


"Iya iya aku tahu. Kalau kau tak ingin memberitahu tahu tempatnya kau saja yang mengantar kami ke tempatnya, bagaimana ?"

__ADS_1


"Kami ?"


"Aku dan Do Hyung "


"Baiklah,aku akan mengantar kalian. Kapan ?"


"Besok"


"Baik,aku akan menjemput kalian besok"


Tutt..


Sambungan telepon tersebut terputus. Kini ia tahu mengapa Sehun menghubunginya disaat libur seperti ini,apalagi jika ia tahu jika itu menyangkut Do dan amanda. Meskipun Amanda tak pernah cerita kepadanya,tapi ia tahu. Amanda menyukai Do diam diam dan mereka berteman tanpa orang lain tahu


*********


Ia tak tahu jika oppanya akan melakukan tindakan seperti itu,mes meskipun dirinya mengenal oppanya selalu melakukan tindakan yang tak masuk akal,tapi ia tak menyangka sama sekali jika itu berhubungan dengan dirinya sendiri.


"Aish. Ini benar benar membuatku gila"gerutunya


Amanda tak tahu harus melakukan apa,kare karena jika ia menghubungi Raihan pasti itu sudah terlambat dan Raihan tak akan berkata jujur padanya.


Merasa pusing dengan pikirannya yang semakin kalut,ia pun membaringkan tubuhnya ditempat tidurnya yang menyamankan baginya.


"Entahlah"


Ia tak ingin memikirkan hal itu lagi,yang inginkan adalah mengistirahatkan tubuhnya saat ini. Ia benar benar merasa lelah hari ini.


Tak terasa matanya pun terpejam,entah karena ia merasa kantuk atau memang ia lelah akan semua hal yang terjadi padanya hari ini.


Sinar mentari pagi membangunkannya dengan sangat lembut, ia tak ingin terlalu mengganggu gadis yang tengah nyaman dengan mimpinya itu. Tak berapa lama,aman Amanda pun terbangun,bukan karena paksaan siapa pun tapi ini memang sudah menjadi kebiasaannya,Bangun diwaktu seperti ini. Ia tak langsung bangkit dari tempat tidurnya,unt untuk sesaat ia terdiam,membayangkan apa yang akan terjadi jika oppanya itu benar benar datang ke tempatnya.


Setelah memulihkan semua tenaganya,ia pun bangkit dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu. Untuk saat ini ia tak berniat untuk membuat sarapan dirumah,ia memilih untuk sarapan di sekolahnya nanti.

__ADS_1


Ia tak tahu jika seorang pemuda tengah menunggunya didepan rumahnya itu. Ketika Amanda membuka pintu rumahnya, untuk sesaat ia terdiam. Ia benar benar tak habis pikir dengan pemuda tersebut. Kenapa masih berada di sekitarnya ? Setelah membuatnya mendapat masalah di sekolahnya itu. Dan karena dirinya ia jadi dibenci oleh kakak kelasnya.


__ADS_2