
************
Kini waktunya bagi semuanya untuk pulang sekolah,selama dalam perjalanan pulang amanda menjadi sosok yang pendiam. Ia tak mengatakan sepatah kata apapun, ia hanya dapat terdiam. Melihat tingkah amanda yang seperti ini, membuat nadia tak tega untuk meninggalkannya sendirian. Dengan setia ia tetap berjalan disampingnya meskipun tak disadari oleh amanda sendiri.
Tak terasa amanda telah sampai dirumahnya,namun ia tak langsung masuk. Ia malah berdiam diri dengan tatapan kosongnya. Nadia hanya dapat menghela napas melihat kelakuan amanda yang seperti ini, untuk sesaat ia benar benar kehilangan sosok amanda yang dikenalnya. Dengan perlahan ia melangkah lebih dulu dan membuka pintu rumahnya.
"Mau sampai kapan kau berdiri disitu ?" tanyanya dengan menatap amanda
Merasa ada yang memanggilnya amanda tersadar dari lamunan panjangnya,ia hanya tersenyum dan berjalan menghampiri nadia. Melihat reaksi amanda yang seperti itu membuatnya geleng kepala. Tak lama mereka pun memasuki rumah amanda yang sangat sepi,maklum karena amanda tinggal sendiri. Nadia langsung merebahkan tubuhnya pada sofa yang ada di hadapannya, sedangkan amanda berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian.Tak lama amanda datang dengan pakaian yang sudah berganti.
"Nad,ganti pakaian dulu gih" ucapnya dengan duduk disampingnya
"Tapi aku gak punya baju lain disini "
"Pakai bajuku saja" ucapnya dengan menyalakan tv
"Baiklah" ucapnya dengan beranjak dari sofa yang menurutnya sangat nyaman itu.
Setelah nadia pergi untuk berganti pakaian, amanda lagi lagi melamun. Bukan dirinya yang menonton tv melainkan tv yang menontonnya. Bahkan kedatangan amanda tak ia sadari, nadia benar benar merasa heran dengan tingkah satu temannya ini.
"Kau kenapa ?" ucapnya dengan melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum untuknya dan amanda sendiri.
Mendapat pertanyaan seperti itu membuat amanda bingung.
"Siapa ? Aku ?"
"Bukan,aku bertanya pada bayanganku" ucapnya dengan melangkah mendekatinya sambil membawa dua gelas air minum
"Oh"
__ADS_1
Nadia sudah benar benar merasa jengkel dengan tingkah amanda yang seperti ini.
"Aish, Amanda. Aku bertanya padamu ! Kau ini kenapa sih ? Sejak bertemu dengan faisal tadi pagi di sekolah kenapa kau menjadi seperti ini, aku seperti tak mengenalmu saja" ucapnya dengan menatap amanda kesal
"Aku baik baik saja" ucapnya dengan meminum air yang disediakan nadia
"Benarkah ? Tapi aku tak percaya dengan ucapanmu itu. Kau itu selalu menyembunyikan segala hal dariku."
"Tak ada yang kusembunyikan darimu"
"Aku tak percaya dengan kata katamu. Kau sel--"
Tok...tok...tok..
Tampa melanjutkan kata katanya,terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu rumah amanda. Dengan terpaksa nadia menghentikan perkataannya itu.
"Biar aku saja yang membuka pintunya" ucapnya dengan beranjak dari tempat duduknya
Setelah mengatakan apa yang akan mereka lakukan,mereka melanjutkan apa yang akan dilakukannya. Nadia membuka pintu rumah amanda dengan tenang,tapi setelah melihat siapa yang datang ketenangan yang mulanya ada tiba tiba hilang begitu saja.
Faisal. Pria itu yang kini tengah berdiri dihadapan nadia. Pria yang telah membuat amanda seperti saat ini, itu menurut prediksi nadia. Faisal yang melihat keluar bukan amanda melainkan nadia, membuatnya kaget.
"Mau apa kau disini ?" tanya nadia dengan sinis
Untuk sesaat faisal terdiam,dapat terdengar dengan jelas ada rasa tak suka dari nadia, itu dapat terlihat jelas dari nada bicaranya.
"Apa amanda ada ?" tanyanya pelan
"Untuk apa kau mencarinya ?"
__ADS_1
"Aku ingin berbicara dengannya,sebentar. Ijinkan aku bertemu dengannya" ucapnya dengan nada memohon pada nadia
Untuk lertama kalinya,nadia melihat seorang faisal memohon seperti ini.
"Siapa nad ?" ucap amanda dari daour
"Bukan siapa siapa, hanya orang yang bertanya alamat" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari faisal
Mendengar nadia berkata seperti itu, membuat faisal tak percaya dengan perubahan sifat nadia yang saat ini.
"Benarkah ? Kalau begitu silahkan ma--" ucap amanda dengan menghampiri nadia,namun ia terdiam ketika tahu siapa yang datang.
Faisal yang melihat amanda datang terlihat sedikit bahagia, namun tidak dengan amanda. Senyuman yang awalnya menghiasi wajahnya dalam sedetik berubah begitu saja. Nadia yang merasakan suasana tak tenang,mulai melirik amanda memberinya tanda untuk masuk kembali kedalam rumah.
"Aku ingin bicara dengan mu sebentar saja,bisakan ?" ucap faisal dengan memohon
Amanda terdiam tak merespon perkataan faisal
"Man--"
"Maaf aku harus kembali kedaur" ucapnya dengan meninggalkan nadia dan faisal
Mendapat respon seperti itu, dengan teroaksa faisal menelan pil pahit
"Nad ijinkan ak--"
"Kau lihat sendiri kan,dia tak mau bertemu denganmu. Jadi aku mohon kau pergi dari sini"
"Tapi ak--"
__ADS_1
"Sekarang bukan waktu yang tepat, faisal. Aku tak tahu ada permasalahan apa diantara kalian,tapi aku mohon untuk saat ini biarkan amanda seperti ini. Jangan kau mengganggunya dulu"ucapnya lalu menutup pintu rumah amanda.
Faisal terdiam, ia tak tahu mengaoa malah menjadi seperti ini masalah yang harus dihadainya. Akhirnya ia pergi meninggalkan rumah amanda meski dengan perasaan kecewa.