Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
bagian. 9


__ADS_3

*****


Kali ini nadia tak menginap lagi dirumah amanda karena orangtuanya telah pulang jadi ia tak sendirian lagi. Amanda hanya menghela napas, akhirnya ia dapat merasakan kedamaiannya kembali. Ia sangat menikmati kesendiriannya,meskipun kemarin dengan adanya nadia membuat rumah ini sedikit hidup,tak mungkin jugakan jika dirinya harus meminta nadia untuk menginap lagi dirumahnya. Tiba tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk.


"Halo" ucapnya pelan


"Apa kau sudah bersiap ?" tanya seseorang disebrang sana


"Bersiap ?? Untuk apa ?" ucapnya bingung


"Astaga !! Amanda ! Apa kau melupakannya ?! Hari ini aku akan menjemputmu. Apa kau melupakannya tugasmu" ucapnya dengan nada kesal.


Untuk sesaat amanda terdiam,dan ia melihat siapa yang menghubunginya disaat seperti ini. Setelah tahu siapa yang menghubunginya amanda akhirnya mengerti yang dimaksud bersiap oleh orang itu.


"Maaf aku lupa" ucapnya merasa bersalah


"Aish kau ini. Kau ini belum tua kenapa pelupa sekali !"


"Yakh ! Jangan marah marah seperti itu padaku. Lagian sifat pelupa itu tak bisa dihilangin" ucap amanda dengan kesal.


"Kenapa kau yang jadi kesal ?!. Aish,sudahlah sekarang kau bersiap sebentar lagi aku sampau dirumahmu,ingat jangan sampai ada yang tertinggal."


" baik baik tuan raihan yang terhormat"ucapnya dengan kesal.


Setelah memutuskan sambungan teleponnya, lagi lagi amanda menghela napas lelah. Entah sudah berapa kali ia melakukannya hari ini. Ia benar benar tak ingat jika ada tugas yang menantinya saat ini. Rasa gugup yang sempat hilang kini terasa kembali.


Tak ingin membuang waktu akhirnya amanda bersiap siap sebelum jemputannya datang,jika sampai itu terjadi bisa bisa dirinya bakal diomelin habis habisan. Tak butuh waktu lama bagi amanda untuk bersiap,karena ia tak membawa banyak keperluan dan ia hanya satu hari di sana. Jempuannya pun datang, amanda dapat melihat wajah kesal orang yang menjemputnya.

__ADS_1


"Apa sudah semuanya ?" ucapnya dengan nada sedikit kesal


"Sudah"


"Kalau begitu kita berangkat sekarang" ucapnya dengan membawa barang barang amanda dan memasukannya kedalam bagasi mobil


"Apa tak istirahat dulu, kau kelihatan lelah ?"


"Tidak perlu,nanti saja jika sudah sampai ditempat tujuan" ucapnya dengan berjalan mendahului amanda


Amanda tahu jika ia masih marah padanya. Dengan menghela napas ia mengunci rumahnya dan berjalan untuk memasuki mobil.


"Berhenti marah donk,aku kan sudah minta maaf" ucapnya dengan duduk disamping pemuda yang hendak mengemudi mobilnya.


Pemuda itu hanya menoleh amanda sebentar kemudian membiarkannya kembali.


Tak ingin ambil pusing akhirnya amanda memilih untuk tidur selama dalam perjalanan tersebut. Ia benar benar merasa lelah apalagi ia tak sempat beristirahat,amanda memilih memanfaatkan waktu yang ada untuknya,karena ia tahu nanti ia tak akan memiliki waktu untuk beristirahat dengan tenang.


Melihat amanda yang tertidur lelap disampingnya, sang pemuda tersebut hanya tersenyum lembut. Ia tak tega mengganggu tidurnya amanda,karena ia tahu jika amanda benar benar merasa lelah,dan itu sangat tergambar jelas diwajahnya.


Perjalanan yang ditempuh cukup memakan waktu,selama itu pula amanda terlelap dalam tidurnya. Setelah memakan cukup waktu, akhirnya mereka sampai pada tempat tujuan. Raihan tak tega membangunkan amanda yang masih terlelap dalam tidurnya, ia hanya menunggu amanda terbangun dari tidurnya dengan sendiri tanpa gangguan apapun.


Merasa sudah cukup istirahat amanda terbangun dari tidurnya dan ia melirik kesetiap tempat yang ia lihat,karena ia merasa mobilnya telah berhenti. Dengan bingung ia menatap raihan pemuda yang berada di sampingnya, raihan hanya memberinya senyuman yang begitu lembut.


"Apa kita sudah sampai ?" tanyanya dengan tatapan yang khas orang bangun tidur


Raihan hanya tersenyum dan mengangguk

__ADS_1


"Kenapa tak membangunkanku ?"


Dengan beranjak dari mobil "tak tega membangunkanmu,kau terlihat benar benar lelah"


Amanda hanya mengikuti raihan yang keluar dari mobil dan menheluarkan barang barangnya dari bagasi mobil. Karena ia tak tahu apapun ditempat ini, amanda mengikuti kemanapun raihan pergi. Melihat amanda yang mengikutinya tanpa menunggu di suruh ia hanya tersenyum. Akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen yang sudah disiapkan,raihan membuka pintunya dan memasukkan barang barang amanda kedalam apartemen.


"Untuk sementara kau istirahat disini" ucapnya dengan memberikan kunci apartemennya


"Nanti sore aku jemput jadi istirahat lah dulu"lanjutnya


Amanda tak membuka mulutnya sama sekali,ia hanya mendengarkan apa saja yang dikatan raihan. Raihan pun keluar dari apartemen amanda. Setelah raihan pergi, amanda memberesken barang barangnya dan merebahkan diri untuk sesaat. Ia memandang langit langit apartemen dengan menghela napas pelan. Ia tak tahu apakah yang akan dilakukannya nanti dapat berjalan dengan lanacar atau sebaliknya ? Amanda bangkit dari tempatnya dan berjalan menuju kaca untuk melihat dunia luar yang baru baginya. Tak berapa lama ponselnya berdering dan menunjukkan nama seseorang dilayar ponsel itu.


" halo"


"Apa kau sudah sampai ?"


"Sudah, barusan" jawabnya dengan pandangan yang menatap lurus kedepan


"Apa melelahkan ?"


"Sedikit,karena sepanjang jalan aku tertidur"


"Oppa" lanjutnya


"Apa oppa sudah sampai ?" tanyanya ragu


"Sudah semalam"

__ADS_1


"Syukur kalau begitu"


__ADS_2