Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.23


__ADS_3

"Apa yang harus kulakan man?" tanyanya dengan menundukkan kepalanya


Mendapat pernyataan seperti itu membuat amanda bingung, bingung karena itu bukan urusannya melainkan urusan pemuda yang ada di hadapannya saat ini. Ia hanya dapat memandang pemuda tersebut dengan sedu.


"Apa kau mau mendengarkan usulku ?"tanyanya dengan menatap pemuda didepannya


Mendapat pernyataan seperti itu, pemuda tersebut hanya menganggukan kepalanya pelan


" entah ini usul yang baik atau tidak, tapi keoutusannya ada di tanganmu"


"Jika memang ini sudah mencapai batasmu,lelaskan. Kau tak perlu menahannya lebih lama,jika pada akhirnya kau sendiri yang terluka. Lelaskan dia dengan perlahan jangan langsung, katakan padanya dengan perlahan, jika lebih baik hanya berteman tanpa hubungan istimewa apapun" ucapnya dengan memandang pemuda tersebut lembut.


"Apa bisa aku melakukan semua itu?"


"Bisa. Yakin pada dirimu sendiri jika kamu bisa melakukannya" amanda mengeratkan genggamannya.


Pemuda tersebut hanya terdiam, ia tak menatap wajah amanda yang dilakukannya hanya menunduk dalam diam, diam benar benar diam.


Melihat hal tersebut, amanda dengan perlahan melepaskan genggamannya. Ia tahu jika pemuda di hadapannya kini tengah dilanda dilema. Maka amanda, bangkit dari tempat duduknya tak ingin mengganggu pemuda tersebut saat ini. Perlahan ia melangkahkan kakinya menjauh,meski hujan masih turun membasahi malam,tapi amanda tak ingin mengganggu pemuda yang tengah dilema tersebut.


Tepat ukul 10 malam,amanda telah kembali kerumahnya. Bukan maksudnya untuk pulang semalam ini,tapi kedatangan orang yang tak diduga membuatnya harus mengurungkan niatnya untuk pulang cepat. Sesampainya dirumah ia merebahkan tubuhnya ditempat yang oaling ia sukai,yaitu tempat tidur tempat ternyaman yang pernah ia miliki.


Amanda mengecek ponselnya untuk melihat apa oppa nya itu menghubunginya, tapi apa yang diharapkannya tak terkabul. Tak satu pun ada panggilan darinya. Amanda hanya dapat menghela napas, ia menyimpan ponselnya itu jauh dari jangkauan. Saat ini yang ia inginkan tidur dengan tenang tanpa memikirkan apapun juga.


********


Didalam kamar yang bernuansa teduh, ia hanya dapat duduk terdiam menatap keluar jendela. Mungkin diluar sana banyak orang yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya masing masing, namun dirinya hanya duduk terdiam didalam sini. Hari ini ia tak melakukan apapun, karena jadwalnya kosong dan itu membebaskannya dari semua kegiatannya. Ponsel yang berada di genggamannya ia tatap dengan sendu,ingin rasanya ia menghubungi seseorang. Seseorang yang akan membuatnya sedikit lebih tenang dan damai,namun ia tak bisa benar benar tak bisa. Kenapa ? Karena ia tak ingin membuat masalah baru.


"Apa aku harus melupakannya ?" gumamnya dengan menatap ponselnya sendu

__ADS_1


Ia menatap ponselnya lama. Tapi jari jarinya bergerak sendiri dan mencari nama yang dimaksud. Setelah menemukannya ia menatapnya,tangannya terasa kaku hanya untuk menekan tombol delete.


"Maaf" ucapnya pelan, lalu menekan tombol tersebut.


Sejak saat itu, ia benar benar tak pernah menghubungi amanda. Entah pilihan yang dilakukannya benar atau tidak,tapi itu yang menjadi oilihannya saat ini. Jika dirinya dan amanda ditakdirkan untuk bertemu maka suatu saat akan bertemu kembali.


Tok...tok..tok


"Masuk" ucapnya dengan memasukan ponselnya pada saku celananya


Temannya memasuki kamarnya, sedangkan ia masih asyik dengan kegiatannya yaitu memandangi apapun yang terjadi diluar jendela kamarnya.


"Kau masih marah ?" tanyanya dengan duduk ditempat tidur d.o


Yang ditanya hanya diam tak mereson apapun.


"Jika iya aku minta maaf"


"Sungguh aku ----- ah bukan kami,tak mengenal dirimu yang ini"


Mendengar hal itu, d.o hanya tersenyum tipis


"Benarkah ?" ucapnya pelan


"Benarkah hyung tak mengenalku yang ini ? Kurasa hyung sangat mengenalku bagaimana pun keadaanku,benarkan ?. Bukankah kita sudah bersama sejak lama, jadi tak mungkin jika hyung tak mengenal --"


"Kami benar benar tak mengenalmu hyung" ucap sehun yang berada diambang pintu kamarnya dengan yang lain.


D.o menatap sehun dan yang lainnya dengan dingin

__ADS_1


"Kenapa hyung berubah ?" ucapnya dengan menatap nya sedu


"Aku ? Berubah ?" ucapnya dengan tersenyum sinis


Semuanya terdiam mendengarkan perkataan d.o,mereka tak yakin dengan apa yang didengarnya.


"Hyung" ucap sehun pelan


"Mwo ?"


"Suho hyung ingin meminta maaf pada hyung,karena telah melarang hyung untuk berhubungan dengan --"


"Amanda" potongnya


Sehun hanya mengangguk pelan membebarkan omongan hyungnya


"Tenang saja aku sudah tak ada hubungan apapun dengannya, lagi pula sejak saat ini aku tak akan lagi menghubunginya" ucapnya dengan menatap semua yang ada disana


"Waeyo ?" tanya suho yang kini tengah berdiri didepannya


"Waeyo ?" ulangnya " bukankah hyung sendiri yang melarangku untuk berhubungan dengannya dan sekarang aku mengabulkan keinginan hyung "


Mendengar hal itu suho terdiam, ia merasa beku mendengar perkataan seperti itu. Memang itu keinginan nya tapi bukan dengan membuat temannya menjadi seperti ini. Ia menundukkan kepalanya


dalam,salah,memang ia benar benar melakukan kesalahan sangat besar.


"Mian" ucap suho pelan


D.o hanya terdiam mendengar perkataan hyungnya itu,ia tersenyum lembut dan mendekati hyungnya dan memeluknya erat. Mendapat respon seperti itu, membuat yang lain sedikit merasa lega,oermasalahan yang dihadapi mereka sedikit demi sedikit selesai .

__ADS_1


"Maaf" ucap d.o pelan tapi entah pada siapa.


__ADS_2