
Sinar mentari membangunkan amanda dari mimpi indahnya. Ia tak memprotes hal seperti itu seperti biasanya,ia hanya tersenyum cerah ketika mendapat terpaan hangat dari sang surya.
Dengan perlahan amanda bangkit dan melakukan kegiatannya seperti biasa. Ia akan berangkat sekolah kembali,dan melakukan setiap kegiatan dengan normal kembali. Ketika ia membuka pintu rumahnya,ia dapat melihat dengan jelas seseorang telah menunggunya dengan tak adanya senyuman sedikit pun darinya. Amanda tak menghiraukan keberadaannya,ia melewatinya begitu saja seakan tak ada siapapun disana.
Faisal yang mendapat perlakuan seperti itu tentu merasa kesal,dengan segera ia menyusul amanda dan meraih tangannya.
Dengan tatapan datar ia menatap amanda diam,tak mengeluarkan sepatah kata pun. Mendapat perlakuan seperti itu, amanda mendengus kesal dan melepaskan tanyanya dari cengkraman faisal. Ia paling tidak suka jika mendapat perlakuan kasar dari orang lain,ia paling membenci hal itu. Amanda menatap faisal dengan datar seolah bertanya
'ada apa ?' tapi tak mendapat respon apapun akhirnya amanda peegi meninggalkan faisal begitu saja.
Melihat amanda lagi lagi meninggalkannya,dengan penuh rasa kesal faisal pergi dengan motornya,dan tentu tidak seperti biasanya.
"Ada apa dengan anak itu ?" ucapnya dengan bingung akan tingkah faisal yang seperti itu.
Amanda tak ambil pusing toh nanti juga ia bertemu dengannya pas disekolah jadi untuk apa ia mengambil pusing hal seperti ini.
Saat ini sekolah sudah mulai ramai tak seperti biasanya yang selalu sepi,amanda berangkat siang karena ia sengaja untuk kali ini. Ia dapat melihat dengan jelas seorang temannya tengah duduk bersantai dengan buku buku yang menumpuk didepannya. Amanda yang melihat itu hanya menghela napas dan menghampirinya.
"Ada tugas lagi ?" tanyanya dengan duduk disampingnya
Nadia memandang Amanda sesaat kemudian sibuk lagi dengan buku bukunya.
"Ini lebih parah" ucapnya dengan menatap amanda serius
"Lebih parah ?"
"Ulangan " ucapnya pelan
"Huh ?!. Kenapa kau tak memberitahuku ?" ucapnya dengan segera mengeluarkan semua buku bukunya
"Sejak semalam aku berusaha menelponmu,tapi tak satu pun panggilan dariku kau angkat" jawabnya acuh dan melanjutkan kesibukannya untuk belajar lagi.
__ADS_1
Amanda merutuki kebodohannya,tak seharusnya ia mengabaikan dering ponselnya yang berbunyi hampir sepanjang malam. Ya itu adalah kesalahannya bukan kesalahan orang lain.
Akhirnya Amanda pun melanjutkan kesibukannya dalam mempelajari mata pelajaran yang akan menjadi ulangannya pagi ini.
Tanpa sepengetahuan amanda, faisal memerhatikan amanda dalam diam. Ia benar benar memerhatikan amanda dalam diamnya,entah mengapa ia merasa nyaman ketika berada di dekat amanda, meskipun ia sadar dirinya dan amanda hanya sebatas teman tak lebih,lagipula ia sudah memiliki seseorang yang mengisi kekosongan hatinya itu.
Merasa diperhatikan oleh seseorang amanda menoleh pada setiap penjuru,namun nihil tak ada apapun yang ia temukan,hanya sekumpulan teman temannya yang sedang belajar mauapun bergosip,entahlah amanda tak terlalu memikirkan hal itu. Amanda pun melanjutkan tujuan awalnya yaitu belajar,karena hari ini diadakan ulangan yang amanda sendiri tak tahu.
Jam pelajaran pun dimulai dan itu tandanya ulangan pun dimulai. Mulanya amanda mengira jika semua soal soal yang keluar akan sulit tapi perkiraannya salah besar,menurutnya semua soal itu terlihat biasa saja tak sesulit dengan apa yang ia bayangkan. Jam pun berlangsung cepat berlalu,amanda dan nadia keluar kelas untuk menghilangkan rasa jenuhnya jika terus berada di dalam kelas.
"Menurutmu gimana ?" tanya nadia tiba tiba dengan meminum minuman dingin di tangannya
"Apa yang gimana ?"
"Ulangannnya ? Apa menurutmu susah ?"
"Biasa saja " jawabnya dengan santai sambil menikmati minuman ditangannya
"Aish,tidak perlu seterkejut itu juga kali" ucapnya dengan memandang nadia risih.
"Maaf. Tapi sungguh menurutmu itu tak susah sama sekali ?" tanyanya dengan menatap amanda intens
"Hmmm"
Mendengar respon seperti itu dari amanda nadia hanya dapat menghela napas dan melanjutkan minumnya untuk menghilangkan stress yang dirasanya saat ini.
Tanpa amanda dan nadia sadari,faisal menghampiri mereka berdua dalam diam dan hanya memerhatikan interaksi mereka.
"Astaga !" seru nadia dengan terkejut ketika melihat faisal disamping amanda
Melihat nadia yang terkejut seperti itu, amanda pun menoleh pada hal yang membuat nadia terkejut.
__ADS_1
"Sejak kapan kau disitu ?" tanya nadia dengan bingung
"Barusan" jawabnya dengan memandang amanda intens
Amanda yang merasa diperhatikan seperti itu oleh faisal merasa tak nyaman.
"Ada apa ?" tanyanya dingin
"Tidak" jawabnya dengan tersenyum lembut
"Kalau begitu aku masuk kelas dulu,sebentar lagi bel bunyi" ucapnya dengan bangkit dan menarik tangan nadia agar ikut pergi meninggalkan tempat itu.
Merasa tangannya ditarik nadia hanya mengikuti keinginan amanda,meski ia sendiri merasa bingung.
Melihat amanda pergi dengan spontan faisal meraih tangan amanda dan menahannya.
"Bisa nanti pulang bersamaku ?" ucapnya dengan menatap penuh harap pada Amanda
"Kenapa ?"
"Hah ?"
"Kenapa harus pulang denganku ? Bukankah kau punya pacar,lebih baik kau pulang bersamanya bukan denganku" ucapnya dengan melepaskan genggaman tangan faisal
"Aku hany--"
"Aku tidak ingin menimbulkan masalah faisal,jadi lebih baik mulai sekarang kau jangan terlalu dekat denganku" ucapnya dengan menatap faisal
Setelah mengatakan hal itu, amanda berjalan menuju kelasnya tanpa melepaskan genggaman tangannya dari nadia. Nadia tahu jika saat ini amanda mengatakan hal itu karena terpaksa,ia tak ingin membuat masalah yang akan membuat dirinya menjadi gadis yang buruk.Dan benar saja,didalam kelas beberapa temannya menatap amanda aneh,heran atau apalah. Yang pasti dipikiran mereka amanda adalah gadis yang merebut pacar orang lain.
Mendapat respon seperti itu dari amanda faisal hanya dapat menghela napas pelan dan meninggalkan tempat itu. Ia tahu jika ia salah,mengapa ia selalu merasa nyaman ketika berada di dekat amanda bukan kekasihnya. Malah sebaliknya jika ia didekat kekasihnya ia merasa tak nyaman dan selalu ingin pergi jauh dari hadapan wanita tersebut. Ia pun masuk kedalam kelasnya dengan perasaan yang sulit ia mengerti. Teman temannya menatapnya heran melihat perubahan sifat faisal,yang awalnya ceria dan biasanya saja tapi kini menjadi seseorang yang pemurung dan pendiam
__ADS_1