
Amanda dan Raihan berdebat,bagi mereka itu hal yang biasa.
"Aku ingin kau membawa mereka pulang"
"Tidak bisa"
"Kenapa ?"
"Aku ingin kau menyelesaikan urusanmu dengannya "
"Itu urusan kami,kau tak perlu ikut campur"
"Sekarang itu urusanku juga Amanda"
"Sejak kapan menjadi urusanmu?!"
"Sejak kau menjadi tanggung jawabku"
Mendengar hal itu amanda hanya dapat terdiam,memang apa yang dikatakan Raihan ada benarnya. Tapi,yang amanda inginkan bukan seperti ini caranya. Hal ini malah akan membuat masalah Amanda semakin sulit untuk ditangani olehnya.
Tanpa sepengetahuan Amanda dan Raihan. Do telah berada di dekat mereka,iatahu ia tahu bahwa kepuasan yang diambilnya salah. Namun tak ada cara lain untuk menyelesaikan permasalahan ini kalau bukan dengan cara ini.
"Manda"ucapnya dengan lembut
Mendengar suara yang tak asing bagi mereka
berdua,dengan bersamaan mereka melirik orang tersebut.
Do melangkah pelan mendekati mereka.
"Selesaikan masalah kalian hari ini juga"ucap Raihan dengan pergi meninggalkan mereka berdua
Sekepergiannya Raihan,mereka sama sama terdiam,sibuk akan pikirannya masing masing.
"Aku minta maaf"
Hening.
__ADS_1
"Aku datang ke tempatmu tanpa memberitahumu lebih dulu,aku tahu aku salah jadi aku minta maaf"
Hening.
"Aku tahu jika aku datang bukan waktu yang tepat,tapi tak ada waktu lagi,Manda. Hanya ini kesempatanku untuk bertemu denganmu dan mungkin ini yang terakhir kalinya,kita bertemu"
'terakhirkalinya'batin Amanda
Amanda sangat sakit ketika mendengar kata terakhir kalinya keluar begitu saja dari mulut pemuda didepannya itu.
"Maaf telah mengecewakanmu,maaf telah membuatmu sakit,maaf telah memberimu ha--"
"Apa yang ingin oppa katakan sebenarnya ?" Ucap Amanda dengan tertunduk
Do terdiam.
"Bukankah oppa ingin menjelaskan semuanya padaku. Tapi apa yang kudengar saat ini,yang kudengar hanya permintaan maaf tak jelas dari oppa,jika hanya ingin mengatakan maaf bukankah bisa jika hanya lewat telpon ? Bukan datang ke tempatku seperti ini"
Kini Amanda memandang Do dengan mata yang mulai memerah,menahan tangisannya yang kapan saja bisa keluar dengan bebas.
Dengan perlahan ia melangkah mendekati Amanda dan menyentuh sudut mata yang mulai memerah itu.
Melihat kelakuan oppanya yang seperti itu,amanda hanya bisa terdiam. Ia tak tahu jika oppanya akan melakukan hal itu,padanya gadis yang bukan siapa siapa bagi oppanya itu.
"Hentikan, gadis seperti mu tak pantas menangis. Apalagi menangis karena orang yang telah membuatmu kecewa"ucapnya dengan menunduk sedih.
Amanda yang melihat itu, menggeleng pelan dan menggenggam tangan oppanya yang masih menempel pada wajahnya itu.
"Oppa tidak membuatku kecewa,memang seharusnya kita tak saling mengenal dari awal"
Do yang awalnya menunduk tak terima dengan perkataan Amanda lalu mengangkat wajahnya dan menatap Amanda dengan lembut.
"Siapa yang mengatakan hal itu ? Ini sudah takdir. Seberapa keras pun kita melawan takdir,jika memang harus seperti ini kita tak mungkin bisa melawannya"
"Oppa benar"
"Sekarang aku akan menjelaskan semuanya,tapi kita mencari tempat duduk dulu,tak baik berdiri terlalu lama"
__ADS_1
Akhirnya Amanda dan Do mencari tempat duduk untuk menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka berdua.
Setelah menemukan tempat yang pas untuk melakukan pembicaraan,dan melihat Amanda sudah mulia tenang. Do pun mulai menjelaskan semuanya.
"Baik aku akan mulai"
Amanda hanya mengangguk
"Memang benar, temanku tak menyetujui pertemananku dengan mu bahkan mereka ingin aku mengakhiri pertemanan kita"
'seperti yang kubayangkan'batin Amanda
"Tapi tak semuanya berpikiran sama,ada yang menyetujui pertemananku ini. Karena mereka berpikir ini hidupku,tak sepantasnya mereka mengaturnya. Kau dapat melihat sendiri,aku datang tak sendiri tapi bersama salah satu temanku,Sehun"
Untuk sesaat Do terdiam.
Memang apa yang dikatakannya itu benar,dapat ia lihat dengan jelas bahwa Do datang bersama salah satu temannya.
"Mungkin,nanti untuk beberapa waktu aku tak mungkin bisa menghubungi mu,bukan karena larangan teman temanku untuk berhubungan denganmu,tapi jadwalku yang semakin padat,jadi maaf jika waktunya nanti aku mungkin akan jarang menghubungimu seperti biasanya"
Amanda tersenyum mendengar hal itu,karena menurutnya itu tak masalah,toh sebentar lagi akan ujian jadi dirinya pun akan sibuk untuk belajar.
"Tak apa oppa"
Do tersenyum. Ia tahu jika Amanda adalah gadis yang baik,jadi ia akan mengerti dengan urusannya.
"Kau memang gadis baik"
"Oppa"
"Hmmm"
"Apa ditempatmu sangat indah dan damai ?" Ucapnya dengan memandang langit biru
Mendapat pertanyaan seperti itu membuatnya bingung.
"Entahlah,aku juga kurang tahu. Mungkin untuk sesaat tempat itu seperti yang kau katakan
__ADS_1