
Disaat jam istirahat,aman Amanda dan Nadia sedang menikmati makanannya,nam namun tiba tiba orang orang yang ditakutkan Amanda akhirnya muncul.
"Kau ikut denganku " ucapnya dengan menatap Amanda tak suka.
Kedatangan orang tersebut menarik perhatian banyak orang dan tentunya mereka tahu siapa orang itu,yaitu mantan kekasihnya Faisal.
Amanda tetap diam ditempatnya,tak menghiraukan panggilan tersebut dan menikmati makanannya dengan tenang. Seakan akan ia tak mendapatkan panggilan atau gertakan dari siapapun.
Merasa dihiraukan,orang itu geram. Dengan cepat ia mengambil minuman yang ada di depan Amanda dan menyiramkannya tepat kewajah Amanda.
Melihat kejadian itu,semua orang yang berada di sana sangat terkejut. Mereka tak menyangka akan menyaksikan apa yang barusan terjadi. Amanda tetap dalam kondisi tenangnya,dan membersihkan tumpahan air yang ada di wajahnya.
"Apa yang kakak lakukan ?!" Ucap Nadia dengan menaikan nada suaranya.
Nadia benar benar geram saat ini. Ia tak peduli jika ia mendapatkan tatapan aneh dari semua orang yang ada di sana. Yang akan ia lakukan adalah membela temannya,kare karena ia tahu temannya itu tak akan melakukan apapun selain menerima semua kelakuan orang yang berada di hadapannya ini.
"Apa yang kulakukan ? Aku hanya memberinya pelajaran kecil. Karena telah membuat hubungan ku dengan Faisal berantakan" ucapnya sinis dengan menatap Amanda Tajam
"Lalu apa hubungannya dengan Amanda,kak. Bukankah yang hancur itu hubungan kakak dengannya,lalu mengapa kakak melampiaskan semuanya pada Amanda"
"Karena dialah penyebabnya"tunjuknya
Amanda tetap diam tak mengatakan apapun,ia hanya memerhatikan orang yang ada didepannya dengan tenang.
"Kau tak membantah kan,berarti perkataan ku benar"
Diam,bukan berarti Amanda membenarkan semua omongan orang yang ada di hadapannya saat ini. Ia hanya tak ingin memperbesar masalah,jadi lebih baik ia diam.
Dreet... Dreeet...
Ponsel Amanda bergetar begitu saja ditengah semua ketegangan itu. Dengan spontan semua orang mengalihkan antensinya menuju ponsel Amanda. Amanda mengernyit dengan nomor baru yang menghubunginya,jelas ia tak mengenali nomor tersebut. Amanda pun mengangkat panggilan tersebut.
__ADS_1
"Halo"ucapnya
Hening. Tentu semua orang yang berada di sana terdiam. Mereka ingin mendengarkan pembicaraan Amanda.
"Halo,man"
Amanda mengernyit,tentu ia sangat mengenali suara siapa ini. Dengan malas ia membalas sapaan orang tersebut.
"Ada apa ?" Ucap Amanda cuek
"Apa Minggu ini,kau ada waktu ?"
"Minggu ini ?" Ulang Amanda dengan menatap Nadia,tentu yang ditatap merasa bingung karena ia tak tahu siapa yang menghubungi Amanda.
"Memangnya ada apa ?"
"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu"
"D.o Kyungsoo"
Amanda terdiam mendengar nama tersebut,nama yang selama ini selalu memenuhi pikirannya siang dan malam. Nama yang kini benar benar dihindari olehnya,nam namun ia malah mendengar nama itu lagi. Sikap amanda langsung berubah,kini ia terlihat sangat dingin.
"Katakan padanya,aku tak bisa"
"Tapi man,dia ingin bertemu denganmu. ada yang akan ia bi---"
"Raihan,jika aku tak bisa ya tak bisa !!" Ucapnya dengan nada tinggi dan berdiri dari tempat duduknya.
Nada yang belum pernah orang dengar dari Amanda. Yang mereka ketahui Amanda adalah sosok yang tenang,tapi apa yang membuat Amanda marah seperti ini ? .
Tentu semua orang yang berada di sana terkejut bukan main,nad Nadia dan orang yang berada di hadapannya benar benar sangat syok dengan sikaf Amanda yang saat ini.
__ADS_1
"Apa berhaknya menemuiku ? Jika ia sendiri yang tiba tiba menghilang begitu saja tanpa mengatakan apapun,dan sekarang ia ingin aku menemuinya. Kau sendiri tahu kami tak memiliki hubungan apapun"
"Makanya dia ingin menjelaskan semuanya padamu"
"Aku sudah tahu apa yang akan dikatakannya. Jika memang ia benar benar mengatakan salam perpisahan,kataka katakan padanya ia yang menemuiku kesini bukan aku ya--"
"Kau gila Amanda !! Ia itu bukan orang biasa ia --"
"Aku tahu siapa dia. Makanya lebih baik jangan pernah kau paksa aku untuk menemuinya,jika tidak semua yang selama ini perjuangkan hancur dalam sekejap"
Setelah mengatakan itu Amanda menutup panggilan tersebut. Ia hanya dapat menghela nafas panjang,piki pikirannya saat ini benar benar lelah. Belum selesai selesai satu masalah,masa masalah yang lain datang. Ia tahu jika saat ini ia sedang ditatap aneh oleh semua orang yang berada di sana. Amanda menarik tangan Nadia untuk kembali ke kelas.
"Kita kembali ke kelas, sebentar lagi jam pelajaran dimulai"
Nadia tak banyak protes apapun,ia mengikuti apa yang dikatakan Amanda. Karena ia tahu saat ini Amanda sedang banyak pikiran.
"Kau mau kemana ? Urusan kita belum selesai "
Mendengar hal itu Nadia berhenti dan hendak membalas semua perkataan yang didengarnya itu. Namun Amanda mengeratkan genggamannya pada Nadia,membatalkan niat Nadia yang akan berkata yang tidak tidak. Amanda berbalik dan menghadap kakak kelasnya itu.
"Apa yang ingin kakak dengar dariku ? Pengakuanku yang menghancurkan hubungan kakak dengan Faisal ?" Tanyanya dengan menatap kakak kelasnya itu dingin.
Yang ditanya hanya diam,entah mengapa ia
dadak menjadi bisu seperti saat ini.
"Aku minta maaf"ucapnya dengan menunduk sopan pada kakak kelasnya itu
Nadia yang melihat itu terkejut bukan main,ia berniat untuk membangunkan Amanda dari posisinya,namun Amanda mengeratkan kembali genggamannya untuk mencegah Nadia melakukan hal itu. Dengan perlahan ia bangkit dari posisinya.
"Aku memang salah. Salah karena telah berteman dengan Faisal."
__ADS_1