
********
Amanda terbangun dari tidurnya karena sinar mentari pagi yang ngusik tidur nyenyak. Jika ia ingin menolak,ia menolak untuk bangun diwaktu seoagi ini namun entah apa yang harus ia lakukan karena hari ini ia harus kembali masuk sekolah.
Dengan perlahan ia bangkit dari posisi tidurnya dan bersiap untuk berangkat sekolah. Tak butuh waktu lama baginya untuk melakukan semua itu hanya beberapa menit. Ia pun berangkat sekolah seperti biasa.
Sekolah.
Saat ini sekolah telah ramai seperti biasanya,namun kedatangannya mendapat tatapan aneh dari teman teman sekelasnya. Amanda heran,karena ia tak tahu apa oenyebabnya karena seoengetahuannya ia tak melakukan kesalahan apapun, itu yang dirasanya saat ini. Tiba tiba nadia menarik tangannya begitu saja tanpa aba aba membuat ia sedikit oleng.
"Apa yang kau lakukan ?" ucapnya dengan melepaskan genggaman nadia
Nadia tak membalas ucaoan amanda, ia hanya menatap temannya intens.
"Ada apa ?" ucapnya karena tak terima ditatao seperti itu
"Apa yang kau lakukan ?"
"Hah ?! Maksudmu ?" tanyanya bingung
"Iya apa yang kau lakukan?" ulang nadia dengan menatap amanda intens
"Apa yang aku lakukan ? Aku tak melak--"
"Apa kau tahu ?" potongnya
Amanda terdiam, jelas ia tak tahu. Jadi Amanda hanya menggeleng pelan mendengar pertanyaan nadia
"Faisal dan lacarnya putus " ucapnya setengah berbisik
"Hah ?!" jelas Amanda terkejut mendengar perkataan tersebut, jadi ia tak sengaja berteriak
__ADS_1
Dengan cepat nadia menutup mulut amanda dengan tangannya
"Tapi bagaimana bisa ? Bukankah mereka baik baik saja ?" tanyanya dengan berbisik pada nadia.
Amanda jelas tahu permasalahan apa yang terjadi diantara faisal dengan kekasihnya itu,namun disini ia harus berpura pura,berpura pura tak tahu apapun.
"Entah aku juga tak tahu. Tapi tadi pagi saat aku sampai dikelas semua orang membicarakan hal itu. Dan apa kau tahu,ada yang lebih mengejutkan lagi"
"Apa ?" ucap Amanda oenasaran
"Kau yakin mau mendengarnya ?" tanya nadia ragu
"Cepat katakan saja" ucap amanda oenasaran.
"Yang membuat faisal dan oacarnya putus adalah ---- kau"
Deg.
"A--- aku ? Tapi bagaimana bisa ?" ucapnya dengan menatap nadia bingung
"Entah aku juga tidak tahu,tapi yang kudengar seperti itu"
Saat ini amanda benar benar bingung. Bagaimana mana mungkin ini bisa terjadi ? Kini semuanya terasa hancur bagi amanda. Entah apa yang akan terjadi nanti padanya. Dengan perlahan amanda melangkahkan kakinya menuju kelas,ia tak peduli akan tatapan semua orang yang menatapnya aneh.
Namun tiba tiba ada tangan seseorang yang menarik tangannya,dan orang itu adalah Faisal. Orang yang membuatnya dalam keadaan seperti saat ini.
"Apa ?" Ucapnya dingin dan melepaskan genggaman tangan Faisal.
"Aku ingin bicara denganmu sebentar"
"Apa ? Apa yang ingin kau bicarakan ?" Tanyanya dengan memandang Faisal sinis
__ADS_1
"Aku i--"
"Jangan kau ganggu Amanda lagi"ucap Nadia dengan menarik Amanda kebelakang tubuhnya
Faisal yang melihat kedatangan Nadia tertegun,apalagi dengan perkataanya yang menurutnya sangat tidak menyukainya.
Bukan hanya Faisal yang terkejut dengan kedatangan Nadia meliankan Amanda juga terkejut. Dengan perlahan amanda menarik tangan Nadia bermaksud untuk menurunkan emosinya,apa apalagi saat ini mereka sedang berada di sekolah tentu menjadi pusat perhatian orang lain.
"Sudah nad,ini sekolah" ucapnya pelan
Nadia yang mendengar perkataan Amanda merendam emosinya dengan perlahan.
"Untuk kali ini kubiarkan kau pergi,tapi ingat. Jangan pernah kau mendekatinya lagi,jika kau ingin Amanda baik baik saja" ucapnya dengan menatap tajam Faisal
Faisal hanya dapat terdiam,apal apalagi dengan ancaman Nadia yang seperti itu. Setahu dirinya ancaman Nadia bukan hanya dimulut melainkan selalu dilakukannya,apal apalagi jika menyangkut temannya Amanda.
Nadia menarik tangan Amanda menuju kelasnya,dan ia langsung mendudukkan dirinya begitu saja tanpa bicara apapun pada Amanda.
Melihat tingkah Nadia seperti itu, membuat Amanda merasa bersalah. Dengan perlahan ia meraih tangannya.
"Maaf"ucapnya pelan
"Aku melakukan itu aku hanya khawatir padamu man,aku tak ingin sesuatu terjadi padamu"ucapnya dengan menatap Amanda lembut.
"Iya aku tahu maksudmu,dan terima kasih sudah sangat pengertian padaku"ucapnya dengan tersenyum lembut
"Kitakan berteman,jadi tak mungkin aku membiarkan mu tersakiti"
Mendengar perkataan Nadia,hati Amanda sangat tersentuh. Entah mengapa hatinya terasa hangat ketika mendengar hal itu dari Nadia. Dengan perlahan ia tersenyum dengan sangat lembut pada Nadia.
"Terimakasih"
__ADS_1
Mereka pun saling tersenyum satu sama lain dan saling memberikan semangat. Akhirnya jam pelajaran pun dimulai,dan semuanya berjalan dengan berjalan lancar tanpa gangguan apapun. Semuanya terasa damai untuk Amanda walau hanya sesaat,sebelum masalah menghampirinya.