Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
bagian.8


__ADS_3

Nadia menghampiri amanda yang sedang terlelap. Ia benar benar rindu akan sahabatnya yang satu ini. Entah sudah berapa lama ia tak melihat amanda yang tertidur damai seperti saat ini, meski dalam tidurnya ia tetap menyimpan banyak kelelahan. Nadia membaringkan tubuhnya disamping sahabatnya itu,ia tak ingin jika sahabatnya terbangun gara gara dirinya. Akhirnya mereka sama sama terlelap kedalam mimpi masing masing,meninggalkan rasa lelah yang terdapat dalam tubuh mereka dan bersiap menghadapi hari esok dengan semangat yang baru.


**********


Sinar mentari pagi yang hangat menerangi setiap inci muka bumi,ia tak membiarkan sisa sisam malam untuk terus bersemayam disana. Cahaya yang hangat dan menyiluakan membangunkan dua gadis yang tertidur dengan terlelap. Sang surya tak membiarkan dua gadis itu untuk tetap damai dalam mimpinya.


Dengan perlahan amanda sadar dari alam mimpinya,ia hanya bergerak pelan. Dan tepat didepan wajahnya ia dapat melihat dengan jelas wajah sahabatnya yang masih tertidur dengan damai. Amanda tersenyum lembut melihat nadia yang masih bergelut dengan alam mimpinya. Dengan perlahan ia meraih ponselnya untuk melihat waktu saat ini. Jam masih menunjukkan pukul 05.30,itu masih terlalu pagi untuk berangkat sekolah. Dengan perlahan ia beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap untuk membuat sarapan untuk dirinya dan nadia.


Tidak berapa lama nadia bangun dari tidurnya dan ia mendapati amanda sudah tidak ada di tempatnya. Ia hanya dapat menghela napas dan memandang langit langit kamar amanda. Ia tak tahu,sejak dulu sampai sekarang kenapa ia tak pernah bisa melakukan segala sebelum amanda ? Selalu amanda yang lebih dulu melakukan apapun itu. Setelah kesadarannya benar benar pulih,ia beranjak dari tempat tidurnya dan menyusul amanda.


Nadia dapat melihat dengan jelas saat ini jika amanda tengah sibuk dengan peralatan masaknya. Dengan perlahan ia mendekatinya hendak membantu amanda menyelesaikan tugasnya.


"Kenapa tak membangunkanku ?" ucapnya lembut dengan tersenyum


"Aish ! kau mengagetkanku saja " ucap amanda terkejut karena tidak mengetahui kedatangan nadia.


Nadia hanya tersenyum melihat respon temannya.


"Aku tak tega membangunkanmu,kamu terlihat begitu menikmati tidurmu" ucapnya dengan tangan yang tak berhenti memasak.


"Seharusnya kau bangunkan aku saja,tak perlu takut merusak mimpi indahku" ucapnya dengan mulai membantu amanda

__ADS_1


"Baiklah. Tapi apa yang kau lakukan ?"


"Membantumu"


"Tidak perlu,lebih baik kau mandi dan bersiap untuk sekolah" ucap amanda sambil menyelesaikan masakannya"


"Lebih baik kau dulu gih,biar ini aku yang menyelesaikan" ucapnya dengan mengambil alih apa yang amanda pegang


"Tapi--"


"Tidak ada penolakan" ucapnya dengan menatap amanda


"Baiklah"


"Wah ternyata masakanmu enak juga" ucapnya dengan tersenyum


"Tetap saja tak seenak buatanmu"


Mereka tak secanggung kemarin,ada candaan disela sela makan mereka. Sepertinya mereka mulai saling membuka satu sama lain. Mereka ingin membangun persahabatan yang dulu kembali. Tak ingin ada kecanggungan diantara keduanya, yang mereka inginkan rasa nyaman.


**********

__ADS_1


Sekolah.


Saat ini sekolah telah sedikit ramai tak seperti kemarin yang masih sepi belum ada siapa pun. Amanda dan nadia memasuki kelasnya dengan biasa, mereka tak ingin menarik perhatian temannya yang lain. Tak berapa lama jam pelajaran pun dimulai,kali ini amanda tak melamun seperti biasanya, ia mengikuti pelajarannya dengan baik. Melihat hal itu nadia tersenyum, ia senang jika sahabatnya mulai menerimanya kembali.


Satu mata pelajaran benar benar membuat nadia pusing,apalagi ini adalah mata pelajaran yang paling nadia tidak sukai sejak dulu. Amanda yang melihat nadia seperti itu hanya dapat tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Kau kenapa ?"


Mendapat pertanyaan seperti itu, membuat nadia menghela napas lelah.


"Akhhh ! Pelajaran kimia benar benar membuat kepalaku pusing. Sejak dulu aku benci pelajaran ini,ingin rasanya aku menghikangkannya saja" ucapnya dengan menenggelamkan wajahnya pada buku buku yang bertumpuk didepannya.


Lagi lagi amanda dibuat tertawa dengan tingkah sahabatnya itu. Entah mengapa tidak sejak awal saja seperti ini, tak ada kecanggungan diantara keduanya. Dengan perlahan amanda meninggalkan tempatnya duduknya meninggalkan nadia yang masih bete dengan perasaannya.


Tanpa sengaja amanda bertemu dengan faisal yang hendak memasuki kelasnya. Mereka tak bertegur sapa hanya senyuman yang menjadi tegur sapa. Bukan apa,mereka tak ingin menyebar sebuah gosip yang tak jelas kepastiannya. Tidak berapa lama amanda kembali kekelasnya dengan membawa minuman dingin untuk temannya itu. Dengan perlahan amanda menempelkan minumannya pada tangan nadia. Merasa ada benda dingin yang menyentuhnya nadia bangkit dan menatap amanda.


"Ini untuk menghilangkan rasa pusingmu" ucapnya dengan memberikan minuman dingin dan makanan cukup pedas


"Terimakasi. Tapi kapan kau keluar?" ucapnya dengan menerima makanan dari amanda


"Barusan"

__ADS_1


Nadia pun memakan apa yang diberikan amanda untuk menghilangkan rasa pusingnya itu.


__ADS_2