Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.3


__ADS_3

.


Bag.3


Saat ini ia tengah menduduki awal kehidupannya,ia berada di tempat baru,suasana baru dan teman baru. Tentu hal ini juga awal dari perjalanannya yang sebenarnya,awal yang akan membuatnya benar benar bahagia suatu saat nanti. Dipagi hari yang cerah ia menebarkan senyuman manisnya dengan tulus,mungkin orang yang tak mengenalnya akan berpikir jika ia gila. Seorang gadis yang senyum senyum sendiri di waktu sepagi ini.


Satu persatu murid murid sekolah tersebut berdatangan,sekolah yang awalnya sunyi lama lama menjadi ramai. Dengan hembusan napas pelan,ia menghentikan kegiatannya sebelum ia benar benar disebut gila oleh orang lain. Dengan perlahan namun pasti ia berjalan menuju kantin sekolah barunya. Harapannya hanya satu,yaitu menemukan hal baru dan suasana baru dari tempat ini. Selagi ia berjalan melewati beberapa kelas dan bertemu dengan beberapa siswa baru, yang dapat ia lakukan hanya tersenyum sebagai sapaan awalnya.


Tidak berala lama,ia sampai di kantin yang ia tuju. Jarak antara kantinnya dengan kelas hanya terhalang beberapa ruangan jadi tak begitu jauh. Dengan begitu ia dapat sampai dengan cepat dan tidak membuang banyak waktu.


Sekolah yang awalnya sepi kian lama kian ramai,dan itu membuat semuanya berubah pelan pelan.


"Hei" sapa salah satu temannya


Hanya senyuman yang ia tampilkan sebagai jawaban sapaan temannya itu.


Akhirnya mereka duduk bersama menunggu yang lain datang. Tak butuh waktu lama,kantin tersebut menjadi sangat ramai bahkan terkesan berdesakan. Tentu hal itu hal yang paling dibenci olehnya,berada di tempat yang benar benar sesak seperti saat ini. Dengan perlahan ia mulai bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar menuju kelasnya.


Sesampainya dikelas ia hanya dapat menghela napas lelah dan memainkan handphone miliknya. Bukan apa apa yang ia lakukan hanya bersenang senang dengan seseorang yang jauh disana.


"Halo"


"Oh hai" sapa seseorang disebrang sana


"Oppa,lagi apa ?"


"Hanya sedang beristirahat,kami baru selesai melakukan latihan"


Hening. Tak ada suara diantara mereka lagi


"Ada apa ? Apa ada masalah ?"Tanya seseorang disebrang sana

__ADS_1


" tidak. Hanya jenuh jadi menghubungi oppa. Aku tidak mengganggu kan ?"


"Tentu tidak"


"Terima kasih"


"Untuk ?"


"Segalanya. Aku tahu oppa bukan orang sepertiku,tapi oppa selalu ada waktu untukku. Aku tahu oppa super sibuk sampai oppa sendiri lupa waktu tidur,bahkan aku dan oppa tak pernah bertemu sekalipun. Kita hanya saling kenal melaui media sosial. Aku berterima kasih karena oppa mau menjadi seseorang yang seperti itu, aku sangat berterima kasih"


Hening,lagi lagi hal itu yang terjadi.


"Oppa " panggilnya


"Hmm"


"Yasudah nanti aku hubungi lagi ya. Seperti nya oppa lelah dan butuh istirahat,lagipula sekarang waktunya bagiku untuk belajar lagi"


"Oke oppa"


Hubungan tersebut akhirnya terputus. Bukan keinginanya untuk menghentikan sambungan tersebut, namun ia sadar diri. Ia tahu jika seseorang disebrang sana sangat jauh bandingan dengan dirinya. Ia sendiri hanya orang biasa sedangkan dia,seseorang yang selalu dikagumi semua orang tanpa kecuali.


********


Ditempat lain,orang yang baru saja amanda hubungi hanya tersenyum sambil menatap benda persegi ditangannya itu. Semua orang yang melihatnya tersenyum seperti itu memandangnya aneh,dan mengira bahwa dia gila. Seseorang akhirnya duduk disampingnya dan menatapnya silidik.


"Apa yang membuatmu senang ?" tanyanya bingung


"Tidak ada " ucapnya sambil menyimpan kembali handphonenya


"Benarkah ?"

__ADS_1


Melihat orang yang terus bertanya padanya dengan menatapnya curiga membuat dirinya risih. Akhirnya ia beranjak pergi meninggalkan orang tersebut.


"Hei kau mau kemana ?" teriaknya melihat dirinya ditinggalkan begitu saja.


"Bukan urusanmu " jawabnya cuek


"Dasar orang aneh,suasana hatinya selalu berubah tiba tiba tak dapat ditebak" gerutunya


"Kau kenapa hyung ?"


"Aku merasa aneh terhadapnya,barusan ia senyum senyum sendiri tapi sekarang pergi begitu saja dengan wajah dinginnya "


"Siapa ?"


"Menurutmu ?" ucapnya sambil meninggalkan orang yang masih bingung disampingnya.


******


Amanda hanya dapat terdiam sambil mendengarkan penjelasan guru yang sedang menjelaskan didepan sana. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Mungkin ia terlihat memerhatikan sang guru dengan benar,tapi sebenarnya pikirannya sedang melalang buana keluar sana.


Melihat teman duduknya melamun,orang yang berada di sampingnya menyentuh tangan amanda dengan lembut.merasa ada seseorang yang menyentuhnya ia menoleh dan menatapnya bingung.


"Kau kenapa ?" tanya orang disampingnya pela


"Aku baik" jawabnya dengan tersenyum


"Benarkah ?"


Anggukan pelan yang amanda berikan sebagai balasan pertanyaan temannya itu.


Melihat hal itu, orang yang duduk disampingnya hanya menghela napas pasrah karena ia tahu bagaimana pun ia bertanya amanda akan tetap bungkam . jam pelajaran saat itu berjalan seperti biasanya,tapi amanda harus pulang sore karena ada kegiatan tambahan lainnya

__ADS_1


__ADS_2