Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian. 2


__ADS_3

Akhirnya amanda sampai dirumah dengan keadaan yang merasa lelah,ia tak tahu jika bundanya menunggunya dengan sabar di kamar miliknya. Setelah melihat sang bunda yang berada di kamarnya,tanpa menunggu aba aba ia menidurkan kepalanya dipangkuan orang terkasihnya. Sang bunda hanya tersenyum melihat kelakuan putrinya itu. Dengan lembut sang bunda membelai kepalanya.


"Kenapa tidak pulang bersama mereka ?"


Amanda tak menjawab pertanyaan bundanya itu,ia hanya diam.


"Apa kau bertengkar dengan mereka ?"


"Tidak" jawabnya pelan


"Lalu ?"


"Aku hanya ingin pulang sendiri bun"


Mendengar jawaban putrinya,sang bunda tahu kalau saat ini putrinya tak baik baik saja.


"Jangan sering tidur terlalu malam,tidak baik untuk kesehatanmu"


Mendengar hal itu,amanda terkejut dan bangkit dari pangkuan ibunya.


"Bagaimana bunda tahu ?"


Sang bunda tersenyum dengan lembut "bagaimana bunda tak tahu, sebelum tertidur kau tak pernah mematikan lampu nya. Ya jelas bunda tahu"


Amanda hanya tersenyum.

__ADS_1


"Iya iya manda gak akan tidur malam lagi"


"Yaudah ganti bajumu dan istirahat"


Sang bunda pun meninggalkannya sendirian di kamarnya itu.


Setelah kepergian sang bunda,amanda hanya menatap keluar jendela dengan hati yang tak pernah tenang. Bagaimana mungkin ia bisa istirahat, jika dirinya sendiri sangat resah. Ia benar benar bingung untuk saat ini. Apa ia akan terus mengejar cita citanya atau berhenti melakukannya ?


"Bagaimana mungkin aku bisa tenang bun,aku ingin melakukan apa yang kuinginkan saat ini. Untuk bertemu dengan dirinya, seseorang yang tak pernah akan kugapai jika saat ini aku berhenti mengejarnya. Seseorang yang benar benar terlalu bersinar jika aku berada di sampingnya,dan seseorang yang menjadi idaman setiap wanita" batinnya


************


Saat ini ia berangkat sekolah seperti biasa, yaitu sendiri. Sudah menjadi kebiasaannya untuk berangkat sekolah sendiri. Malah ia merasa tenang untuk sesaat jika ia melakukan hal itu. Namun hari ini tak selancar hari hari biasanya, untuk hari ini ia menangisi sesuatu yang tak pantas ia tangisi. Dan hal itu membuat luka yang tutup rapat rapat kembali terbuka dengan bebas.


Jam istirahat adalah hal yang paling menyenangkan bagi murid lain,tapi tidak bagi amanda. Saat ini ia benar benar merasa ditinggalkan,tak dianggap,dan diasingkan oleh orang yang ia anggap benar benar sahabatnya. Dibelakang mesjid sekolah, ia hanya bisa diam dan menangis tentunya sendiri.


"Bukankah aku telah berusaha untuk merelakannya,tapi tetap saja terasa sakit jika melihatnya.


Tanpa amanda sadari,beberapa temannya memperhatikan gerak gerik amanda yang menurutnya sedikit aneh. Hal yang tak pernah amanda lakukan yaitu sendirian dan menangis. Akhirnya mereka pun mendekati amnda dan duduk di sampingnya. Karena terlalu bergeleut dengan pikirannya sendiri ia tak menyadari jika ada teman temannya disekitarnya.


" ada apa ? Apa ada masalah ?" tanya seorang temannya dengan lembut


Merasa ada yang bertanya padanya,amanda menatap orang tersebut dengan air mata yang masih setia membasahi pipinya. Dengan perlahan ia menghapus air matanya dan menggeleng pelan.


"Lalu,kenapa menangis ? Dimana teman mu ?"

__ADS_1


"Teman ?"


"Iya dua temanmu "


"Entah,aku tidak tahu" ucapnya dengan memalingkan mukanya dari setiap orang yang menatapnya bingung.


Mendengar jawaban amanda teman temannya sepertinya menyadari permasalan amanda. Dengan perlahan mereka bangkit dan menggenggam tangan amanda untuk bangkit bersama mereka.


"Ayo"


"Kemana ?" ucapnya bingung


"Daripada sendiri lebih baik bersama kami" ucapnya dengan tersenyum lembut


"Tidak, aku ingin sendiri"


Mendengar hal itu, teman yang semula menggenggam tangannya berjongkok dan menatap mata amanda lembut.


"Sendiri dalam keadaan seperti ini ? Itu tak baik. Lebih baik bersama kami, meski kami sadar kami baru mengenalmu beberapa bulan tapi kami yakin kamu orang baik. Orang seperti mu tak pantas seperti ini, tersakiti dan sendiri" ucapnya dengan menghapus air matanya.


Setelah mendengar kata kata temannya,akhirnya amanda bergabung bersama mereka. Meski dalam dirinya ia ingin menolak ajakan mereka namun merasa tak tega akhirnya mengikuti keinginan teman temannya. Amanda dapat tersenyum bahagia dengan teman teman barunya,meski ada sedikit rasa sakit ketika dirinya tak sengaja melihat kedua orang yang telah menyakiti hatinya.


"Apa yang kau lihat ?" tanya seorang temannya ketika melihat amanda menatap jauh


"Tidak ada " jawabnya bohong dengan tersenyum.

__ADS_1


Sejak saat itu dan seterusnya amanda selalu bersama teman teman barunya. Ia jarang berangkat ataupun pulang sekolah dengan kedua temannya lagi. Apalagi dirinya disibukan dengan menghadapi ujian akhir sekolah dan kesibukan dirumahnya dalam menggapai impiannya itu. Semuanya telah merubah sikap amanda,yang awalnya pendiam dan pemurung namun kini menjadi sosok yang ceria. Namun sebenarnya dibalik sikap ceraianya itu,ia menyembunyikan banyak luka dan penderitaan, namun ia pendam semua itu dalam dalam sampai suatu saat ia dapat menceritakannya pada seseorang yang benar benar menyayanginya dengan iklhas


__ADS_2