Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.39


__ADS_3

Amanda pun melakukan hal yang serupa pada ketiga orang tersebut. Ia tak ingin meninggalkan kesan yang buruk selama orang orang tersebut berada di rumahnya.


"Maaf,aku pulang terlambat"


"Tak apa,lebih baik kau berganti pakaian. Aku sudah membuat makanan"ucap Do dengan tersenyum lembut pada Amanda


"Benar nunna,masakan Do hyung sangat enak. Jadi,nunna cepat ganti pakaian kalau tidak nanti keburu habis" ucap Sehun yang terlihat sangat antusias akan makanan hyungnya itu.


Amanda hanya dapat tersenyum melihat kelakuan Sehun.


"Baiklah"


Amanda pun beranjak menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Sesampainya dikamar,Amanda terdiam. Entah mengapa ia merasa tenang saat ini,bukankah seharusnya ia bingung karena harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padanya.


Tak ingin membuat mereka menunggu, Amanda pun segera menghampiri mereka. Disana mereka masih menunggu Amanda untuk makan.


"Kenapa kalian belum makan ?"ucapnya dengan duduk di samping Di


"Mana mungkin kami makan lebih dulu dari tuan rumah"


Mendengar hal itu,Amanda hanya dapat tersenyum. Karena ia tahu,jika mereka sangat menghargai pemilik rumah.


"Kalau begitu,mari kita makan. Aku sudah lapar"


Amanda dan ketiga pemuda tersebut akhirnya dapat menikmati makanannya. Amanda sangat terkesan dengan kemampuan memasak oppanya itu,makanan ini benar benar enak bahkan hampir menyerupai makanan restoran mewah ditempat ini.


"


Bagaimana ? Enakkan,nunna ?" Tanya Sehun dengan memandang Amanda meminta pendapatnya


Amanda hanya dapat mengangguk mendapat pertanyaan seperti itu, karena ia tahu jika sedang makan dilarang untuk bicara.


Do menatap Sehun agar tak bicara,apalagi saat ini sedang makan dan itu dianggap tak sopan.


Mendapat tatapan seperti itu membuatnya tertunduk,karena ia tahu jika hyungnya itu menyuruhnya untuk diam. Dan ia tak ingin membuat hyungnya marah,apalagi saat ini,saat tak kan ada yang membelanya, jadi lebih baik ia menuruti keinginan hyungnya itu.

__ADS_1


Amanda tersenyum melihat Sehun yang ketakutan oleh hyungnya. Ia tahu jika Do sangat ditakuti oleh temannya yang lain.


Acara makan pun akhirnya berakhir,dan kini giliran Amanda yang membereskan semuanya.


Melihat Amanda hendak merapikan tempat makan,Do menghentikannya.


"Apa yang kau lakukan ?"


"Membereskannya"


"Tidak,lebih baik kau diam dan duduk saja,ini biar aku yang melakukannya"


"


Tidak tidak. Tadi oppa sudah memasak dan sekarang giliran ku yang membereskannya,lagian ini rumahku"


"Itu sebabnya kau yang diam"


"Ayolah oppa,aku tak ingin lebih merepotkan mu. Jadi,biarkan aku yang membereskannya,lagian ini tak terlalu banyak"mohonnya


Untuk sesaat Do terdiam dan ia melirik Raihan yang ada di sampingnya. Mendapat tatapan seperti itu,Raihan pun mengangguk.


"Baiklah"


Amanda melakukan kegiatannya dengan santai dan tenang,ia tak merasa terbebani dengan semua itu. Bukan berarti apa apa,tapi Amanda sudah terbiasa dengan semua itu.


Do, Sehun dan Raihan menunggu Amanda ditempat lain. Mereka tak ingin mengganggu Amanda yang sedang membereskan semua piring kotor tadi. Tak berapa lama Amanda pun bergabung dengan yang lain,ia tak mungkin masuk ke kamarnya kembali dan meninggalkan ketiga pemuda tersebut.


Amanda duduk dengan tenang diantara ketiga pemuda tersebut. Ia tak ingin memiliki pikiran buruk apapun, yang ia pikirkan saat ini hanya ketenangan saja dan bukan hal buruk lainnya.


"Kau sudah bisa ?" Raihan membuyarkan keheningan diantara mereka semua


"Bisa ? Bisa apa ?" Tanya Amanda bingung


Raihan sudah terbiasa menghadapi Amanda yang seperti ini.

__ADS_1


"Kau bisa menceritakan semuanya,yang sebenarnya " titah Raihan dengan menatap Amanda tajam


Mendapat tatapan seperti itu,mau tak mau Amanda harus menceritakan semuanya. Meski ia tahu,apa yang dilakukannya itu termasuk hal yang diluar rencananya.


Mereka bertiga pun mendengarkan cerita Amanda dengan baik,tak ada seorang pun yang berani memotong cerita tersebut. Mereka harus mengetahui semuanya dengan benar,mereka tak ingin melewatkan satu cerita pun dari Amanda.


Cukup memakan waktu lama,akhirnya Amanda menyelesaikan ceritanya itu.


"Jadi kau sudah memutuskannya ?" Tanya Do dengan menatap Amanda lembut


Amanda hanya mengangguk sebagai balasan pertanyaan tersebut.


"Berapa lama lagi ?"


"Mungkin hanya tinggal 2 bulan"


"Kau sudah memberitahu orang tuamu tentang keputusanmu ini ?"


"Belum"


"Kenapa ?"


"Nanti,rencanya akhir Minggu ini. Aku akan pulang,dan memberitahu keluargaku "


"Apa mereka akan menyetujui keputusanmu itu ?"


"Mungkin"


Mendengar hal itu,mereka hanya terdiam. Tak memungkiri jawaban Amanda ada benarnya. Amanda adalah putri satu satunya keluarga tersebut,kedua kakaknya adalah laki laki jadi ada kemungkinan juga jika keputusan Amanda tak akan disetujui oleh keluarganya itu.


"Sampai kapan oppa ada di sini ?" Ucap Amanda memecahkan keheningan tersebut.


"Sampai besok"


"Kenapa cepat sekali,apa tak ingin sedikit lebih lama disini oppa ?"

__ADS_1


"Inginnya begitu,nunna. Tapi jadwal yang tak mengijinkan hal tersebut"Sehun menjawabnya dengan tenang


Mendengar hal itu,Amanda hanya dapat memakluminya. Lagi pula siapa dia,yang berani mengatur kehidupan orang yang ada di depannya itu.


__ADS_2