Hidup Bersama Sang Idaman

Hidup Bersama Sang Idaman
Bagian.27


__ADS_3

"Apa yang Hyung katakan ? Mengucapkan salam perpisahan ?"ucap kai terkejut


"Iya. Bukankah ini yang kalian inginkan ? Maka aku akan mengabulkan keinginan tersebut"


Mendengar hal itu,semuanya terdiam. Mereka memang ingin d.o menghentikan hubungan tersebut,tapi bukan seperti ini yang mereka inginkan.


"Tapi,itu membuatmu terluka" ucap Xiumin dengan menatap adiknya dengan sedih.


Mendengar kata terluka membuatnya mengeratkan genggaman tangannya tas yang ia bawa. Ingin ia berkata jika' iya memang ia terluka,tapi apa ada yang peduli dengan perasaannya itu ?'. Dengan senyum yang ia paksakan,ia menampilkan wajah cerianya pada orang dihadapannya itu.


"Tak apa"


'tak apa ? Dia bilang tak apa ? Apa dia gila ? Ah bukan dia yang gila,tapi kami yang egois. Kami yang merenggut semua kebahagiaannya'batin Suho sungguh bergejolak saat ini.


"Hyung,ayo nanti telat"ucap Sehun ditengah semua keheningan itu, tentu dengan membawa beberapa pakaiannya dan pasport miliknya.


Mendengar suara Sehun,semua orang mengalihkan perhatiannya padanya dan menatapnya bingung. Bagaimana tidak,Sehun telah berpakaian rapi dan membawa hal yang sama dengan d.o.


"Kau mau kemana ?" Tanya d.o bingung


"Aku ? Ikut dengan Hyung"jawabnya polos


Mendengar hal itu,tentu semuanya terkejut.


"Tidak Sehun"jawab d.o tegas


"Kenapa ?"


"Kau tidak bisa ikut denganku,bukankah jadwal syuting tak bisa ditinggalkan"


"Aku sudah selesai mengambil bagianku ,hyung. Jadi,aku ingin ikut denganmu. Yah,kayak liburan gitu,supaya menghilangkan pusingku. Boleh ya Hyung ?" Ucapnya dengan memelas pada hyungnya itu


"Tapi --"

__ADS_1


"Hyung cuma tiga harikan kita disana ? Itu tak menyita banyak waktu. Ayolah Hyung ijinkan aku ikut " rengeknya dengan memegang tangan d.o penuh harap


D.o hanya dapat menghela nafas pasrah,kare karena ia tahu ia tak dapat menolak keinginan adiknya itu


"Terserah kau saja"


"Oke,kalau begitu kita berangkat sekarang"ucapnya dengan menarik tangan hyungnya itu dengan semangat.


Namun,ketika mereka akan melangkah tangan d.o ditahan oleh Suho. Orang yang sedari tadi sedang memendam semua rasa marahnya.


Tentu,Sehun dan d.o menoleh pada orang sama secara bersamaan. Dapat terlihat dengan jelas,wajah Sehun tidak suka dengan hal itu,maka ia pun dengan cepat melepaskan tangan yang menggenggam tangan hyungnya itu dan berdiri dihadapannya.


"Ada apa Hyung ? Hyung mau melarang kami pergi ? Hyung mau --"


Ucapan Sehun terhenti,kare karena tiba tiba d.o menariknya ke belakang tubuhnya.


Ia menatap hyungnya dengan penuh tanda tanya. Yang ditatap seperti itu hanya diam,lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut begitu saja. Semua orang menatapnya heran,tak biasanya ia pergi tanpa mengatakan apapun.


"Kau hanya akan tiga harikan ? Tak lebih " ucapnya dengan lembut


"Iya Hyung"


"Baiklah. Kau boleh pergi"


"Terimakasih Hyung"


"Oh, iya. Tolong kamu jaga adikmu itu dengan baik,kau sendiri tahukah adikmu bagaimana" ucapnya dengan melirik Sehun


"Iya Hyung"ucapnya dengan tersenyum dan menatap Sehun.


Akhirnya d.o dan Sehun pergi menuju tempat yang sebenarnya. Baru pertama kali ini mereka berpergian hanya berdua.


Bandara.

__ADS_1


Di dalam pesawat sambil menunggu lepas landasnya pesawat,d.o terus saja mengotak ngatik ponselnya. Ia berusaha menghubungi Amanda,nam namun tak satupun panggilannya yang diangkat atau pesan yang dibalasnya. Tentu hal itu membuatnya semakin gelisah.


Sehun yang melihat hyungnya terlihat sangat gelisah mengerti,jika saat ini ia sedang memikirkan hal yang berhubungan dengan gadis itu. Dengan perlahan ia menyentuh tangan hyungnya dan mengelusnya pelan.


"Tenang Hyung " ucapnya dengan tersenyum lembut


Mendengar perkataan seperti itu,d.o hanya dapat tersenyum


"Apa hyung sudah menghubunginya ?"


"Sudah "


"Apa ia mengangkatnya ?"


D.o hanya menghela nafas


"Dia sama sekali tak mengangkat ataupun membalas pesanku" ucapnya dengan menatap keluar jendela


Mendengar hal itu,Sehun hanya bisa pasrah tak dapat melakukan apapun. Ia tahu kini suasana hati hyungnya sedang tidak baik.jadi Sehun memilih diam,dan membiarkan hyungnya menenangkan pikirannya itu.


********


Sesampainya di rumahnya Amanda tak sama sekali mengganti pakaiannya. Ia membaringkan tubuhnya di tempat yang menurutnya amat menenangkan,yaitu tempat tidurnya. Ia melemparkan ponselnya begitu saja,ia tak peduli dengan hal itu saat ini karena hatinya terasa amat rapuh.


Tak terasa ia pun terlelap dalam kesedihan yang menimpanya itu. Ia benar benar terlelap.


Ia pun terbangun dan langit telah menjadi gelap, ia baru sadar jika saat ini ia belum berganti pakian maupun makan. Dengan langkah gontai ia mengganti pakaiannya dan membuat makanan untuk dimakan olehnya sendiri.


Selesai melakukan itu semua,aman Amanda kembali kekamarnya dan mengambil ponsel yang disimpannya dengan sembarangan itu. Ketika ia menyalakan ponselnya,dapat terlihat banyak panggilan yang masuk kedalam ponselnya dan pesan. Tentu ia tahu siapa yang mengirimnya pesan sebanyak ini.


"Amanda,maaf"


"Amanda,aku akan datang ke tempatmu dan menjelaskan semuanya"

__ADS_1


__ADS_2