
Melihat kelakuan amanda yang seperti itu, benar benar membuat raihan pusing. Entah apa yang menjadi pemikiran amanda. Kemarin amanda masih seperti biasa tak ada hal aneh atau apapun itu,tapi kini sifatnya menjadi pendiam dan sering melamun. Dalam hatinya raihan ingin bertanya,namun ia urungkan niat itu dalam dalam,sebab ia tahu bagaimana sifat amanda jika sedang seperti ini.
Beberapa kali ponselnya berdering namun tak kunjung amanda angkat. Raihan yang mendengarnya sampai terasa pusing,karena ponsel amanda sepanjang jalan tak pernah berhenti berdering. Dengan menghela napas, ia memberhentikan mobilnya. Meski mobil berhenti tapi amanda tak terasa terganggu ia tetap diam.
"Kau kenapa ?" ucap raihan dengan menatapnya teduh
Diam. Itu yang dilakukan amanda saat ditanya seperti itu oleh raihan. Ia hanya menatapnya sebentar kemudian memalingkan wajahnya keluar mobil.
"Apa ada masalah ?"
Amanda tetap diam tak menghiraukan pertanyaan raihan.
"Ternyata kau masih bungkam man." ucapnya dengan menatap amanda lembut
"Ok. Kalau kau masih bungkam,aku tak akan menghidupkan mobil ini sampai kau bicara"lanjutnya.
Amanda yang mendengar perkataan raihan seperti itu hanya menghela napas sebentar,kemudian ia mengambil ponselnya dan keluar dari mobil raihan.
Raihan yang melihat tingkah amanda seperti itu hanya dapat menghela napasnya kasar dan mengacak rambutnya frustasi. Raihan tak ada niatan untuk menyusul amanda yang pergi entah kemana,ia hanya akan diam dan menunggu amanda kembali.
Amanda yang keluar dari mobil raihan melangkahkan kakinya sedikit menjauh dari mobil raihan. Ia ingin mendinginkan pikirannya saat ini, banyak hal yang menjadikannya seperti ini. Akhirnya ia terduduk ditepi jalan,jalan itu sangat sepi bahkan tak ada satu kendaraanpun yang melewatinya. Ia melihat layar ponselnya, dapat ia lihat dengan jelas banyak panggilan dari orang yang selalu menghubunginya. Amanda hanya menghela napas dan membiarkan ponselnya tergeletak disampingnya begitu saja.
Amanda memandang langit malam, bintang yang bersinar malam ini sangat banyak dan terlihat sangat indah. Ia hanya tersenyum,dengan perlahan ia memejamkan matanya menikmati kedamaian malam ini. Kedamaian ini membuatnya sangat bahagia, selama beberapa jam lalu ia tak dapat merasakan kedamaian seperti saat ini.
Lagi lagi ponselnya berdering dan itu membuyarkan lamunan indahnya. Setelah melihat nama yang tertera diponsel tersebut, amanda hanya menghela napas dan mengangakatnya dengan malas.
"Halo" ucapnya pelan
__ADS_1
Disebrang sana hanya terdiam tak membawa sapaan amanda
Amanda tahu jika orang itu kini tengah marah padanya, karena banyak panggilan darinya dan tak satupun ia angkat. Amanda hanya menghela napas, karena ia juga merasa kalau ia yang salah.
"Maaf oppa" akhirnya amanda mengatakan maap
"Kenapa kau meminta maap ?" ucapnya dengan pelan.
"Maaf karena tak mengangkat telepon dari oppa"
"Tak apa tak perlu minta maaf"
"Oppa tak marah ?"
"Marah ? Tentu tidak"
Dalam diam amanda tersenyum mendengar perkataan oppanya itu. Ia pikir oppa-nya akan marah karena ia tak mengangkat teleponnya sedari tadi.
"Indah bukan ?" tanyanya pada amanda
"Huh ???" amanda bingung dengan ucapan yang didengarnya
"Langit malam ini indah bukan ?"
Seketika amanda memandang langit malam dan tersenyum.
"Iya. Apa oppa sedang memandang langit malam juga ?"
__ADS_1
"Hmmm. Aku juga mulai menyukai langit malam seperti mu"
Lagi lagi Amanda dibuat tersenyum dengan perkataan orang disebrang sana. Ia tak tahu mengapa ia dapat tersenyum bahagia karena hanya kata katanya saja.
"Apa kau sudah sampai dirumahmu ?"
"Belum oppa"
"Kalau begitu semoga sampai dirumahmu dengan selamat ya"
"Iya oppa"
Sambungan tersebut akhirnya berakhir.
Amanda tersenyum dan menggenggam ponselnya erat. Ia memandang langit malam dan tersenyum cerah,senyum yang berbeda dengan yang tadi. Dengan perlahan ia menghampiri mobil raihan yang masih terparkir ditempatnya,ia juga melihat raihan yang masih setia duduk dibelakang kemudinya.
Amanda memasuki mobilnya dan duduk dengan tenang. Melihat amanda telah memasuki mobilnya lagi,raihan menolehnya dan menatapnya datar.
"Sudah ?" tanyanya dingin
"Apanya ?"
"Apa pikiranmu sudah tenang ?"
Amanda hanya mengangguk sebagai jawabnya.
Raihan menghela napas dan menyalakan mobilnya. Selama dalam perjalanan pulang,kini amanda tak sesering tadi melamun dan menatap kosong. Kini ia sedang mendengarkan musik sambil memejamkan matanya. Meresapi setiap alunan musik yang didengarnya.
__ADS_1
Amanda pun sampai dirumahnya dengan selamat. Raihan tak mampir kerumah amanda ia hanya menurunkan barang barangnya kemudian pergi.
Amanda memasuki rumahnya dan tersenyum cerah. Ia sangat merindukan rumahnya ini,ia merindukan suasana rumahnya,wangi rumahnya dan segala hal yang menyangkut rumahnya. Dengan perlahan ia memasuki kamarnya dan merebahkan tubuh lelahnya pada kasur yang tak ia tinggali walau hanya satu hari,tapi ia sangat merindukannya. Amanda pun akhirnya terlelap karena lelah tanpa membereskan barang barangnya dan tentunya tanpa berganti pakaian. Kali ini ia benar benar tertidur dengan terlelap sangat lelap,hingga dari datanganya kerumahnya lagi sampai pagi hari ia tetap tertidur, ia tak beranjak dari tempat tidurnya sama sekali. Ponselnya pun berdering beberapa kali namun tak mengganggu mimpi indahnya,ia tetap terlelap. Untuk saat ini amanda benar benar seperti putri tidur yang tak ingin diganggu dari mimpi indahnya.