
Tak sepenuhnya semuanya keluar. Sehun masih setia diam diruangan tersebut, memerhatikan hyungnya yang memandang langit malam dalam diam.
"Hyung"
"Aku ingin sendiri sehun. Bisa tolong tinggalkan aku" ucapnya tanpa menatap lawan biacaranya.
Sehun hanya dapat pasrah saat ini, ia tahu jika hyungnya untuk saat ini benar benar tak ingin diganggu oleh siaoayn.
"Baiklah. Tapi, jika hyung ingin bercerita atau minta bantuan tinggal oanggil aku,aku siao mendengarkan semuanya"
Setelah mengatakan hal itu sehun pergi dari kamar hyungnya. Kini d.o benar benar sendiri, hanya keheningan yang menjadi temannya untuk saat ini. Dengan perlahan ia mengambil ponsel yang awalnya ia simoan dalam sakunya. Ia menatap ponselnya dalam diam.
"Apa salah jika aku berteman dengannya ? Aoa aku salah jika mengenalnya ? Aoa yang kulakukan selalu salah dimata kalian ? Aoa hanya menunjukkan sisiku yang terlihat baik bagi media saja yang membuat kalian bahagia ?. Aku hanya ingin seperti yang lain,bebas bergaul dengan siapa saja tanpa harus dibatasi seperti ini terus menerus. Aku ingin bernaoas dengan bebas tanoa adanya tekanan" gumamnya
Tanpa sepengetahuan d.o,sebenarnya sehun tak benar benar pergi jauh dari kamarnya. Ia mendengar semua ucaoan hyungnya. Mendengar hal itu, hatinya sungguh sakit. Ia merasa tak tega melihat hyungnya tertekan seperti itu. Ini untuk oertama kalinya d.o bicara dalam keadaan seperti itu.
********
Diruangan lain,pemuda yang sedari awal bersama d.o hingga d.o membentaknya seperti tadi,kini sedang ditatap oleh yang lainnya. Ia tak pernah merasa nyaman jika ditatap seperti itu, ia merasa sangat tak nyaman.
"Ada apa sebenarnya, suho ?" hyungnya yang kini berbicara untuk memecahkan keheningan yang tak nyaman.
"Apa ?"
Mendapat respon seperti itu, benar benar sifat yang sangat dibencinya. Dengan perlahan ia menghela napas untuk tidak terbawa emosi akan tingkah salah satu adiknya ini.
"Kenapa d.o sampai membentakmu seperti itu ? Apa yang kau katakan padanya ?"
__ADS_1
"Tidak ada" jawabnya acuh
"Benarkah ?" sanksi salah seorang adiknya
"Yang kuketahui d.o hyung tidak mudah marah jika hal seoele,kecuali jika itu menyangkut urusan oribadinya" ucapnya dengan menatap hyungnya penuh selidik
Mendapat pernyataan seperti itu membuat suho diam.
Ia tahu tak seharusnya ia menanyakan masalah itu,karena itu termasuk masalah pribadi d.o. dalam keheningan tersebut, sehun turun dari kamar d.o tanpa mengatakan sepatah kata pun. Ia menatap semua orang dengan tatapan yang sulit diartikan. Melihat tingkah sehun yang tiba tiba seperti itu, membuat semuanya bertanya tanya dengan oerubahan sifat sehun.
Sehun melewati semua hyungnya tanpa menyapanya sedikitpun,bukan hanya tanpa menyapa tapi tak ada senyuman yang selalu sehun tunjukkan pada semua hyungnya jika saling berpapasan. Merasa aneh dengan sifat sehun,suho meriah tangannya untuk mencegah sehun pergi begitu saja.
"Kau kenapa ?" tanyanya dengan menatap sehun tajam
"Tidak" jawabnya dengan melepaskan genggaman tangan hyungnya itu
Setelah berpikir cukup lama,akhirnya d.o keluar kamarnya dengan membawa jaket tebal. Niatnya untuk keluar mendinginkan semua oikiran dan emosinya. Tapi ketika ia baru keluar kamar,ia melihat semua temannya sedang berkumpul dalam satu ruangan dan menatapnya intens. Mendapat tatapan seperti itu, membuatnya harus menghela napas berkali kali. Tak satu pun ia sapa,ia hanya melewatinya begitu saja.
"Hyung, mau kemana ?"
"Keluar mencari udara segar" jawabnya dingin dan menggunakan seoatunya
"Tapi ini sudah ma-"
"Aku tahu hyung,ini sudah malam kan. Aku tak akan keluar lama hanya sebentar"ucapnya tanpa menatap lawan bicaranya
" mau kutemani ?"
__ADS_1
"Tidak,aku ingin sendiri"
"Tapi--"
"Aku ingin sendiri,hyung. Apa tak boleh jika aku merasa bebas hanya untuk sebentar,aku hanya ingin menghirup udara segar sebentar hyung tak lama"
Suasana menjadi sangat tegang, tak biasanya
d.o membalas semua perkataan hyungnya. Biasanya ia akan diam dan menuruti semua perkataannya,tapi saat ini ia membalas semua ucapnya itu. Tiba tiba sehun keluar dari kamarnya,dan membuka pintu untuk keluar ruangan tersebut.
"Hyung pergi saja" ucapnya dengan tersenyum
"Tapi sehun in--"
"Aku tahu hyung, ini sudah malam kan. Tapi d.o hyung butuh sendiri, ia butuh udara segar. Kita tak berhak melarang keinginannya juga kan ? " ucapnya dengan menatap hyungnya sinis
"Hyung pergi saja,tapi jangan pulang terlalu mala"
Setelah mendengar perkataan sehun, d.o tersenyum dan pergi meninggalkan ruangan yang sangat menyesakkan baginya untuk saat ini. Setelah kepergian d.o,sehun berbalik dan menatap semua hyungnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Dengan perlahan ia menarik napas dan menatap semua hyungnya.
"Apa kalian tak berpikir ? Jika kalian terlalu mengekang d.o hyung." ucapnya dengan
pelan
"Kami tidak --"
"Aku tahu hyung, bukan maksud hyung untuk mengekangnya kan. Tapi d.o hyung butuh privasi sendiri hyung,tak selamanya kita mengetahui apa yang dilakukannya,dengan siapa dia berteman. Itu hak nya hyung, ia bebas berteman dengan siapa saja dan tak seharusnya kita melarangnya berteman juga kan. Kita sendiri tahu, jika kegiatan d.o hyung lebih padat dari kita semua,jadi ia berhak mendapatkan seorang teman yang siap mendengarkan keluh kesahnya,selain kita hyung" ucapnya tegas dengan menatap semua hyungnya
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, sehun pergi menuju kamarnya lagi. Ia tahu jika saat ini bukan waktunya berdebat dengan semua hyungnya itu,jadi untuk menghindari hal itu lebih baik dirinya pergi dari ruangan tersebut.