
*Waktu kapal memasuki Portal Sihir
"Ngguuuuuuungg... " Alarm menara sihir berbunyi.
Mengagetkan para penyihir yang berjaga. Semua tampak sedikit panik dan bergegas mengeceknya. Beberapa orang sibuk melaporkan hal tersebut. Suara riuh terdengar dari seluruh pelosok menara sihir.
Penyihir agung dan para penyihir elite pun segera berkumpul. Rapat di adakan dengan mendadak.
"Apa yang terjadi?" Tanya penyihir agung.
Terry Musea Lenara Adalah penyihir agung yang memimpin menara sihir saat ini. Ia penyihir wanita pertama yang menjabat sebagai penyihir agung.
"Terjadi kerusakan yang kemungkinan karena Medan Energi misterius di dalam salah satu portal sihir yang mulia" Lapor salah seorang penyihir.
"Medan Energi" Semua yang ada di rapat itu terheran-heran.
Medan Energi biasanya terbentuk jika ada sihir atau energi magis yang lenyap. Ia menghisap seluruh energi tanpa pandang bulu. Baik energi suci, energi alam, energi magis hingga energi sihir. Semua akan terhisap habis olehnya. Kemunculannya memang masih misterius dan terjadi secara random. Tak ada yang tahu apa penyebabnya dan apa yang membuat itu terjadi.
"Kamu yakin itu Medan Energi?" Tanya sang penyihir agung memastikan.
"Meski kecil tapi kami rasa itu memang Medan Energi yang mulia" Jawabnya penuh keyakinan.
Penyihir agung mengecek portal sihir tersebut dan wajahnya semakin muram.
"Ini portal yang panjang. Apalagi sedang ada yang memasuki portal tersebut." Penyihir agung tampak berpikir keras. Ia mengkhawatirkan kelak kapal itu tak bisa kembali jika Medan Energi yang terjadi semakin membesar.
"Coba hubungi kapal itu dan tanyakan kondisi mereka." Perintah sang penyihir agung.
"Ii.. Itu yang mulia.." Sang penyihir tampak ragu-ragu. Suaranya bergetar. Ia terlihat ketakutan.
"Ada apa? Cepat katakan" Teriak sang penyihir agung.
__ADS_1
"Kapal itu menghubungi Menara Sihir beberapa saat setelah alarm berbunyi. Mereka baik-baik saja. Tapi ada seorang anak yang terlihat aneh. Ia meronta dan menjerit-jerit kesakitan. Namun mereka menduga jika itu di sebabkan oleh penolakan sihir yang mulia" Lapornya lagi dengan suara yang terbata-bata.
"Kamu yakin mereka baik-baik saja. Tidak ada laporan jika terjadi kejanggalan pada portal sihir tersebut?" Tanya Penyihir Agung lagi.
"Iya yang mulia. Mereka hanya mengeluhkan tentang anak itu dan kami sudah mengutus salah satu penyihir kita menunggu di depan gerbang lingkaran sihir." Jelasnya lagi yang takut jika langkah yang ia buat salah dan di marahi oleh penyihir agung.
"Ji.. Jika anak itu memang mengalami penolakan sihir tentu saja itu bisa di tangani." Sambungnya dengan terbata-bata.
"Coba hubungi penyihir di kapal tersebut aku akan berbicara langsung"
Setelah mendengar langsung dari penyihir yang berada di kapal tersebut. Para penyihir di rapat tersebut merasa sedikit tenang. Mereka akan memantau portal sihir agar tidak terjadi kerusakan atau kejadian apapun. Namun tanda Medan Energi yang timbul masih terdeteksi dari portal tersebut.
Penyihir agung yang juga merasa aneh itu memutuskan untuk ikut menunggu Kapal Pesiar tersebut dari balik lingkaran sihir yang ada di perairan Ardima. Tak hanya penyihir agung. Para penyihir lainpun datang dan ingin mencari tahu tentang Medan Energi misterius tersebut
***
Kapal mereka berhasil keluar dari portal tanpa kendala sedikitpun. Para penyihir yang menanti mereka berjejer rapih. Bak prajurit yang siap berperang.
" Saya Terry Musea Lenara Penyihir Agung dari menara sihir.." Penyihir agung dengan sigap menghampiri Rory dan memperkenalkan dirinya.
"Saya Rory Roano Hein.. Anak pemilik kapal ini.." Rory memperkenalkan dirinya juga.
"Bagaimana keadaan anak itu?" Tanya Terry tanpa basa-basi lagi.
Rory menceritakan lagi tentang kondisi Elyn. Mulai dari awal ia menolong Elyn hingga kondisinya saat ini yang di beri obat tidur oleh dokter dan penyihir.
"Aneh.. Mereka sama sekali tidak merasakan keanehan di portal ya.? Padahal Medan Energi sudah membuat alarm di menara sihir berbunyi. Seharusnya ada dampak besar yang bahkan bisa di lihat oleh orang awam." Gumam Terry yang merasa aneh Rory hanya mengeluhkan kondisi Elyn tanpa tahu jika di dalam portal juga sebenarnya sudah terjadi sesuatu.
Medan Energi memang sudah nyaris tidak terasa. Meski terasa samar, namun keberadaan Medan Energi tidak bisa di pungkiri. Selama ini tidak pernah ada yang bisa menghadapi Medan Energi. Selain membiarkannya berlangsung hingga usai atau menyegelnya untuk sementara dan itu akan kembali terbuka suatu saat nanti. Penyegelan pun tidak bisa di lakukan sembarangan. Sangat rumit dan membutuhkan banyak tenaga. Bukan hanya aku. Kita bahkan membutuhkan bantuan penyihir terkuat di dunia ini Raja Kerajaan Zornia dan Saintess.
"Aneh.. Kenapa aku semakin merasa Medan Energi tersebut semakin mendekat ya? Bukankah Medan Energi tidak bisa bergerak?" Firasatnya semakin tidak enak. Terry merasa gusar dan gelisah. Apalagi ada nyawa orang penumpang di kapal ini yang harus di pastikan keselamatannya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba seseorang memanggil Terry dengan keras.
"Penyihir Agung.. Tunggu ini gawat.." Teriaknya sambil menunjukkan papan sihir pada Terry
"Sumber Medan Energi tersebut berasal dari sini.. Kita harus segera mengevakuasi penumpang yang mulia" Ucapnya terengah-engah.
Rory yang mendengar itu mengerutkan keningnya. Ia menatap penyihir agung dengan tatapan sinis.
"Ada Medan Energi dan anda tidak bilang apa-apa pada kami!" Serunya dengan amarah yang jelas terlihat.
Medan Energi sudah jadi salah satu legenda di seluruh pelosok dunia. Kabarnya Medan Energi lah yang membuat dunia ini damai. Awalnya di dunia ini hanya berisikan peperangan tanpa henti. Perang yang sampai tak tahu apa penyebabnya itu terus berlanjut. Hingga Medan Energi menyerap seluruh kekuatan yang ada dan seketika dunia menjadi hening selama 300 tahun. Kedamaian pun tercipta demi bertahan hidup.
"Kalian masih di dalam portal. Ini yang terbaik bagi kalian. Jika terjadi kepanikan di dalam Portal kalian bisa jauh lebih berbahaya." Dalih Terry yang sedikit merasa bersalah namun itu sudah menjadi keputusannya sejak awal.
Rory tidak bisa berkata apa-apa. Keputusan penyihir agung memang sudah tepat. Apa jadinya jika terjadi kepanikan di dalam portal. Mereka bisa saja jadi terjebak selamanya di sana.
"Kita harus evakuasi para penumpang terlebih dahulu.." Ucap penyihir agung sembari menatap Rory dengan tajam.
"Hmm... Bagaimana dengan anak itu?" Tanya Rory yang juga masih khawatir dengan keadaan Elyn.
"Bagaimana kondisinya? Apa dia masih tertidur?" Tanya penyihir agung.
"Iya.. Dia tenang selama dalam keadaan tertidur. Aku melihat ada aura hitam di tubuh nya yang aneh. Aku rasa itu pengaruh dari para penyihir gelap." Rory mencoba menjelaskan apa yang di lihat oleh matanya.
"Jika dia masih tidur biarkan saja dulu. Penyihir gelap memang berbahaya namun sihir gelap masih bisa di segel oleh ku. Tapi jika Medan Energi aku sendiri tidak akan sanggup. Meski kecil bisa saja itu membesar." Tegas Terry.
"Baiklah aku akan menepikan kapal ini ke pulau terdekat dengan alasan untuk mengobati Elyn, bagaimana?" Rory menjelaskan rencananya
"Akan ada sedikit keributan namun itu masih bisa di terima pastinya." Terry menyetujui rencana Rory.
Terry menyimpan papan sihirnya. Ia kini memerintahkan para penyihir untuk membantu evakuasi dengan mempercepat laju kapal.
__ADS_1
Namun firasatnya yang buruk masih tak lekang di hatinya. Ia masih merasa tidak tenang dan was-was. Seakan hal buruk yang sebenarnya belumlah terjadi.