I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 22.


__ADS_3

Ruby menidurkan Ziko di ranjang dalam kamar di vila keluarga besar Wandani di daerah utara kota Dublin, Irlandia. Lalu, Ruby membuka daun pintu jendela untuk melihat salju pertama yang turun ke bumi dari langit di awal musim dingin. Rasa di kalbu Ruby seakan sama dengan salju itu ,yakni dirinya seakan membeku saat memikirkan rasa di hatinya itu.


" Aku merindukan Devano namun Aku juga amat membencinya karena perbuatan masa lalunya terhadapku..! " Batin Ruby seakan tersiksa sekali di kala dirinya teringat kepada suami pertama nya itu.


Di sisi lain di apartemen terlihat Richard yang amat panik sekali saat pria ini mengetahui Ruby telah pergi dari apartemennya dengan gadis itu membawa bayi Ziko secara diam -diam tanpa sepengetahuan dirinya.


"Aduh, Sumiati..! Kamu tuh ya sangat keras kepala sekali sampai kau tega meninggalkanku sendiri di apartemen ku dengan membawa ziko juga..!" Kata Richard yang meremas rambutnya dengan gelisah memikirkan Ruby dan Ziko.


" Tuan Muda..Saya menemukan cctv yang dapat memantau Nyonya muda pergi dari apartemen ini dengan membawa Tuan Muda Ziko pada pagi hari ini..! " Lapor petugas apartemen kepada Richard di luar ruang cctv gedung apartemen.


"Baik, terimakasih..Silakan kamu perlihatkan isi video rekaman cctv mu itu kepadaku..! " Kata Richard dengan tak sabar sekali kepada petugas apartemen.


Petugas apartemen bagian cctv menurutinya lalu memperlihatkan video Ruby yang membawa Ziko diam -diam pergi dari apartemen tanpa di ketahui oleh Richard dan seluruh staff di unit apartemen tempat tinggal Richard sampai ke halte di samping gedung apartemen.


"Halte bus..? Kemana perginya Sumiati dengan menaiki bus arah tujuan yang manakah itu? " Pikir Richard dengan hatinya mulai resah bukan main.


"Tuan Richard Evander, kalau menurut perkiraan Saya sih sebaiknya Anda menunggu istri anda pulang ke rumah anda karena mungkin istri mu itu cuma pergi ke minimarket untuk membeli susu untuk bayi kalian." Kata Petugas apartemen dengan rasional kepada Richard.


"Emmm..Ya, terimakasih atas saranmu itu, Pak Ben..! " Jawab Richard tersenyum sebelum Ia pergi dari ruang cctv gedung apartemen untuk Ia kembali ke unit apartemennya yang berada di lantai lima.


"Ummm..Aku harus menunggu sampai dua puluh empat jam untuk melapor ke polisi agar polisi dapat mencarikan Sumiati dan Ziko untuk ku dan mereka pasti 'kan mengantarkan Sumiati dan Ziko kembali kepadaku dengan sehat dan selamat." Pikir Richard berusaha tenang untuk Ia bisa memulai harinya di segala aktivitas yang harus di kerjakannya itu.

__ADS_1


Selagi Richard membaca laporan kesehatan dari salah satu pasien rumah sakit yang dikirim oleh Suster Emma kepadanya ke laptopnya tiba -tiba Richard teringat sendiri akan vila yang pernah di ceritakan Sumiati kepadanya.


" Ah, benar..! Apakah jangan -jangan Sumiati pergi ke vila nya si berengsek Devano Wandani untuk Sumiati dapat berjumpa kembali dengan si berengsek itu..?! Ah..! Aku harus mencari dan temukan lokasi vila si berengsek Devano untuk Aku bisa segera menemukan Sumiati dan Ziko di sana..!" Kata Richard yang segera melakukan pencarian lokasi vila Devano Wandani melalui google map di laptopnya.


Sesudah Richard berhasil menemukan lokasi vila Devano Wandani melalui google map di laptop nya itu, Richard segera menuju ke mobilnya yang di parkir di area parkiran lantai atas dari gedung apartemen.


Lalu Richard melajukan mobilnya dengan sangat cepat menuju ke lokasi vila Devano Wandani yang bertuliskan vila keluarga besar Wandani sesuai petunjuk google map kepada Richard.


Richard sampai di depan pintu gerbang vila itu dengan terbengong -bengong melihat betapa luas nya vila tersebut dan Ia sampai nyaris lupa untuk menekan bel yang ada di tengah pintu.


Ting..!


Lalu datanglah petugas penjaga pintu gerbang vila untuk menemui Richard di depan pintu gerbang vila dan bertanya dengan sopan sekali kepada Richard yang terlihat seorang yang juga berkelas bonafit dari penampilannya itu.


"Tuan, Anda siapakah dan ada keperluan apakah Anda datang ke vila keluarga Wandani?" Tanya petugas penjaga pintu gerbang vila kepada Richard.


"Namaku Richard Evander dan keperluaku ialah aku ingin bertemu dengan pemilik vila ini yaitu Tuan Devano Wandani..Apakah Aku dapat berjumpa dengan Beliau di vila ini?!" Jawab Richard dengan tutur kata yang sopan sekali.


"Maaf, Tuan Devano sedang tidak ada di vila, maka Anda tak bisa berjumpa dengan Beliau di vila Beliau ini..!" Kata petugas pintu gerbang vila dengan nada hormat kepada Richard Evander.


"Baiklah, Aku mengerti..! " Kata Richard yang tahu etika dalam bertamu ke tempat orang.

__ADS_1


Richard mengeluarkan hpnya dari saku celana panjangnya lalu menghubungi hp nya Ruby dan berharap Ruby menjawab panggilan seluler dari hp nya itu.


"Hmmm..Aduh kenapa hp nya Sumiati tidak aktif sih?" Pikir Richard.


Petugas penjaga pintu gerbang vila mengamati gerak -gerik Richard dengan tatapan mata curiga sehingga Richard memutuskan untuk masuk ke mobil nya lalu meninggalkan kawasan lokasi vila keluarga Wandani.


Ruby terbangun dari tidurnya pada sore hari itu di ranjang dalam kamar vila, lalu gadis ini segera pergi mandi dan berpakaian rapi serta berrias rapi untuk menyiapkan dirinya untuk kembali ke Seoul, Korsel tempat tinggalnya.


" Astaga, aku baru ingat aku tak punya paspor untuk aku bisa pulang ke Korsel negaraku asal dan aku bisa menemui orang tua ku di sana..! " Kata Ruby menepuk dahinya saat Ia teringat bahwa dirinya tak memiliki kartu identitas yang lengkap sebagai Ruby Yolanda.


" Oh, apa aku harus kembali ke apartemennya Richard untuk ku dapat mengambil identitas baru ku sebagai Sumiati Zevanya?" Pikir Ruby lagi semakin resah saja pada sanubarinya.


Namun pada akhirnya Ruby memutuskan untuk kembali ke apartemennya Richard pada jam delapan malam waktu Irlandia bersama dengan Ziko, dimana Richard menunggunya di dalam apartemen dengan senyuman kemenangan di bibir merah pria itu.


"Sudah ku duga kalau kamu akan kembali pada diriku karena kamu tak bisa pergi kemanapun di seluruh dunia ini tanpa aku atau lebih tepatnya tanpa identitasmu itu yang sudah baru dan tak lagi sebagai Ruby Yolanda melainkan dirimu itu sebagai Sumiati Zevanya..!" Kata Richard yang menatap Ruby dengan lekat -lekat.


"Aku tahu diriku sudah berada di genggamanmu karena itu Aku minta kamu untuk membantuku agar Aku bisa pulang ke rumah orang tuaku di Seoul. Karena aku sudah sangat merindukan mereka..Apakah kamu bisa membantuku, Rich?" Kata Ruby dengan suaranya yang bergetar dan menyentuh hati Richard yang tak dapat dingin terhadap gadis pujaan hatinya itu.


" Iya, Aku bisa membantu kamu Sumiati untuk kamu bisa pulang ke rumah orang tua mu di Seoul, tapi tidak sekarang karena Aku harus tahu segala hal tentang keluargamu dan keluarga Wandani secara detail melalui dirimu untuk cita -citaku terwujud sebagai suami tunggalmu.." Kata Richard dengan nada tulus kepada Ruby di hadapannya.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2