
Soledad hanya memperhatikan Devano yang di peluk manja oleh Nyonya besar Wandani yakni Grandma nya Devano. Wanita ini merasa gugup dan khawatir kalau dirinya akan ketahuan bukan Istri asli dari Devano Wandani.
" Bagaimana jika aku ketahuan bukan Ruby Yolanda istri asli Devano Wandani?Apakah aku akan di jebloskan ke penjara karena menyamar sebagai orang lain yang merupakan bagian dari keluarga besar Wandani? " di dalam hatinya Soledad selalu memikirkan hal ini dengan cemas sekali.
" Ruby, kemarilah dan sapalah Ahma mu ini. " Kata Grandma Wandani melambaikan tangan kepada Soledad untuk wanita itu mendatangi wanita tua yang berpengaruh besar di dalam keluarga besar Wandani.
" Ya, Grandma.. Ruby datang menyapa Grandma. " Jawab Soledad segera menyapa nyonya besar Wandani.
" Oh, anak manis, gimana hari -harimu di awal -awal kehidupan mu sebagai seorang istri dari Devano Wandani cucu kesayangan kami?" Tanya Grandma Wandani menyuruh Soledad untuk duduk di sofa di samping Devano.
" Sangat menyenangkan, Grandma. Dia sangat baik, lembut dan pengertian sekali terhadap aku yang sangat asing di dalam kehidupan baru ku sebagai seorang istri. " Jawab Soledad manis sekali.
" Ouh, baguslah kalau Van Van bersikap manis terhadap mu sayang. Ohya, kenapa wajahmu tampak pucat dan lesu ?Apakah kamu sedang tak enak badan, Sayang?" Tanya Grandma Wandani menatap cemas kepada Soledad yang duduk di samping Devano Wandani.
" Iya, Grandma. Aku sedang tak enak badan usai perjalanan jauh dari Amerika Serikat ke China. " Jawab Soledad yang tiba-tiba jatuh pingsan di samping Devano Wandani.
" Hei, Ruby kamu kenapa?" Tanya Devano nada kaget melihat Soledad terjatuh pingsan di sampingnya.
"Van, cepat kamu bawa istrimu istirahat ke kamar kalian. " Kata Tuan Besar Wandani nada cepat kepada Devano Wandani.
" Ya, Akong. " Jawab Devano Wandani segera menggendong Soledad ke kamar mereka.
Tak lama kemudian dokter pribadi keluarga besar Wandani datang untuk memeriksa seluruh kesehatan fisik Soledad dengan cermat dan juga teliti.
__ADS_1
" Ah, Dokter, bagaimana kondisi kesehatan cucu menantu perempuan pertama kami ?" Tanya Grandma Wandani membelai kening Soledad dengan kasih sayang.
" Oh, Nyonya besar Wandani anda tak perlu mencemaskan kesehatan fisik cucu menantu perempuan pertama mu karena dia saat ini sedang hamil muda dengan usia kandungannya sudah menginjak usia empat minggu atau genap satu bulan. " Jawab dokter pribadi keluarga besar Wandani dengan senyum kepada Nyonya besar Wandani.
" Ah, apa? Ruby menantu kami sekarang ini anak itu sedang hamil? Apakah berita itu benar, Dok?" Tanya Grandma Wandani dengan nada suaranya tak sabaran untuk mengetahui kesehatan fisik Ruby Yolanda.
" Ya, Nyonya besar Wandani, cucu menantu anda sekarang ini sedang hamil dan ini adalah hasil USG nya untuk anda lihat dengan cermat. " Jawab dokter pribadi keluarga besar Wandani yang mendapatkan hasil pemeriksaaan nya dari staffnya yang sangat cekatan.
"Aku sungguh bahagia sekali mendengar berita hebat ini untuk hadiah ulang tahun ku ke enam puluh lima tahun yaitu cucu menantu perempuan pertama ku sedang hamil. " Kata Nyonya besar Wandani memeluk hangat Soledad yang masih belum sadarkan dirinya dari pingsan.
Devano Wandani berubah wajahnya mendengar kabar tersebut karena Ia merasa tak pernah menyentuh Soledad sehingga ia merasa bingung bagaimana Soledad bisa hamil.
" Ah, jangan -jangan ini cewek main gila di luar rumah kami dan hamil dengan pacarnya sendiri bukan dengan aku. Karena aku tak pernah sudi menyentuh dirinya. " Batin Devano Wandani.
" Aku hamil lagi. Oh, Tuhan, kenapa nasibku amat buruk seperti ini?" Pikir Soledad.
Keluarga besar Wandani sibuk mengantarkan berbagai macam makanan dan minuman sehat untuk menjaga kondisi kesehatan janinnya yang merupakan cucu buyut pertama bagi keluarga besar Wandani.
" Wanita nakal, katakanlah kepada ku siapakah ayah dari janinmu itu? " Tanya Devano Wandani saat mereka hanya berdua di dalam kamar.
" Anakmu lah karena kau yang telah merenggut kesucian ku dengan paksa di saat kamu sedang mabuk berat karena minuman wine mu itu. " Jawab Soledad dengan giginya berbunyi karena ucapan sinis Devano Wandani kepadanya.
" Tak mungkin! Aku tak pernah percaya dengan ucapan mu itu yang sama sekali tidak ada bukti dari ucapanmu yang di tunjukkan untuk kamu bisa menjeratku ya'kan? " Devano Wandani dengan nada sinis kepada Soledad.
__ADS_1
" Kau keterlaluan banget, Devano. Aku ini wanita baik-baik yang tak pernah tidur dengan laki-laki lain selain dirimu..! " Kata Soledad nada keras kepada Devano Wandani.
" Aku tak akan pernah mengakui anak di dalam kandung mu itu sebagai darah daging ku..! Aku Devano Wandani hanya mencintai seorang Ruby Yolanda istri asli ku bukan dirimu istri palsu ku. " Kata Devano Wandani yang mencengkram dagu Soledad dengan gerahamnya bergetar menahan emosi kepada Soledad.
Soledad yang menggigil ketakutan itu segera menyembunyikan dirinya di balik selimut tebal di ranjangnya lalu Devano Wandani meninggalkan nya begitu saja dengan wajah marah sekali.
******
Di kota Los Angeles, USA.
Ruby Yolanda yang asli sedang mempersiapkan diri untuk pulang ke China untuk mengikuti acara ulang tahun ke enam puluh lima tahun Nyonya besar Wandani bersama dengan kedua orang tua nya.
" Cheni, apakah kamu sudah siap untuk bertemu dengan Devano Wandani di rumah keluarga besar Wandani dan membongkar kebusukannya di hadapan seluruh keluarganya?" Tanya Tuan Besar Alexander Rolando Papa kandung Ruby Yolanda yang sudah mengumpulkan bukti -bukti kejahatan Devano Wandani terhadap Ruby putri kesayangannya untuk di beritahukan kepada keluarga besar Wandani.
" Papa, aku.." Kata Ruby Yolanda yang sedikit ragu sesaat.
" Jangan takut, nak! Karena Papa dan Mama mu selalu ada untuk membela hak -hakmu sebagai istri asli dari Devano Wandani si bajingan gila itu dan kami berdua akan memintanya agar cerai dari mu agar kamu terbebas darinya. " Kata Nyonya besar Cecilia Yung mama kandung Ruby Yolanda dengan nada tegas untuk melindungi putrinya itu.
" Iya, Ma. Cheni hanya merasa bahwa sudah saatnya Ruby memilih jalan hidup Ruby sendiri yaitu Ruby akan menjadi single parent untuk Ziko putra semata wayang Ruby setelah Ruby dapat bercerai dari Devano Wandani. "Kata Ruby yang memeluk putranya yang bernama Ziko yang sudah berusia dua tahun.
" Ya, sayang. Kamu juga bisa memulai kembali karir mu di dunia showbiz mu serta kamu bisa membuka hati mu untuk putra sahabat Papa mu yang bernama Danny Kim yang berasal dari negara yang sama dengan kita, yaitu negara Korea Selatan. " Kata Tuan besar Alexander Rolando Papa kandung Ruby Yolanda sambil merapikan dirinya di cermin besar di ruang tamu rumah kediaman keluarga Rolando.
Bersambung!
__ADS_1