I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 54.


__ADS_3

Eduardo menaruh saputangan basah di kening Soledad Zevanya yang sedang menderita sakit demam karena kelelahan melakukan perjalanan jauh dan juga kelaparan dalam keadaan hamil muda.


" Soledad, mari kau makan bubur kacang merah yang aku buatkan untuk mu agar kamu dan bayi mu tak kelaparan lagi. " Kata Eduardo yang menyuapi gadis itu makan bubur kacang merah dengan sabar dan terampil.


" Ahhh, perutku terasa kram..! " Rintih Soledad Zevanya yang memeluk perutnya sendiri.


" Soledad, bertahanlah. Aku akan membawamu ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kesehatan mu dan janinmu. "Kata Eduardo yang cepat menaruh mangkuk bubur kacang merah di meja dekat ranjang. Lalu, Eduardo dengan sikap yang cekatan sekali menggendong Soledad dan berlarian pergi keluar dari rumah sewa yang lebih dahulu di kunci olehnya.


*****


Ibukota Beijing, China.


Richard Evander menemui seorang temannya di sebuah taman bunga di salah satu tempat wisata di kota ini yang bernama istana musim panas. Di istana ini ada sebuah danau yang airnya jernih dan di atasnya ada banyak angsa yang berenang di danau. Dan, Richard Evander menunggu temannya itu di bangku batu yang ada patung orangtua yang sedang bermain catur kuno.


" Hai, Richard. Maaf ya aku telah membuatmu menunggu cukup lama di taman ini. " Kata temannya itu dengan nada sopan kepada Richard Evander.


" Iya, tak apa -apa James. Silakan kamu duduk dahulu sebelum kita bahas apa yang ingin aku tanyakan kepada mu mengenai keluarga besar Wandani. " Kata Richard Evander dengan nada ramah kepada James Lin temannya itu.


" Oke, Richard. " Jawab James Lin.


Lalu mereka berdua menghabiskan waktu untuk membahas tentang keluarga besar Wandani yang di ketahui oleh James Lin sebagai salah satu dari asisten pribadi di rumah keluarga besar Wandani di taman itu.

__ADS_1


" Tuan besar Wandani dahulu pernah memiliki dua orang istri yang salah satunya adalah nenek nya Devano Wandani. Lalu, anaknya adalah Ibu kandungnya Devano Wandani.Sedangkan Papa nya Devano Wandani yang sekarang dahulu adalah anak adopsi istri pertama dari Tuan besar Wandani. " Kata Richard Evander yang mendapatkan informasi mengenai keluarga besar Wandani dari James Lin.


"Iya, Richard. Aku hanya bisa memberikan sedikit informasi kepadamu karena informasi lainnya aku belum bisa memberitahu kamu." Kata James Lin dengan wajahnya meminta maaf kepada Richard Evander.


" Ya, tak apa-apa James. Informasi mu tadi sudah cukup untuk aku bisa membantu istriku Sonya Wandani yang tentunya masih ingin kembali ke rumah keluarganya setelah emosi Akong nya mereda karena aku yang di nilai sebagai laki-laki kelas rendah. " Kata Richard Evander kepada James Lin seraya mengambil cangkir kopinya di meja batu.


" Kamu jangan merendahkan dirimu seperti itu, Richard. Mereka hanyalah sekelompok orang yang sombong dan membangga-banggakan kekayaan mereka dari leluhur mereka saja. Tapi, kamu memperoleh kekayaan mu dari hasil kerja keras kamu sebagai seorang dokter hebat di Irlandia Utara, dan kamu pokoknya top. " Kata James Lin dengan nada menghibur Richard Evander.


" Terimakasih James kamu memang sahabat baik yang aku punya di negeri ini juga orang yang bisa aku andalkan untuk aku bisa mendapatkan kembali orang yang aku sayangi. " Kata Richard Evander kepada James Lin yang mengerutkan keningnya usai mendengarkan kata-katanya itu.


" Siapa yang kamu bicarakan itu, Rich? Bukankah kamu bilang kamu ingin membantu istrimu Sonya Wandani kembali ke rumah keluarganya kepada ku tadi? " Tanya James Lin dengan nada bingung kepada Richard Evander.


" Oh, baiklah. " Kata James Lin yang wajahnya kembali tersenyum cerah kepada Richard Evander.


Di sisi lain, Sonya Wandani baru saja kembali dari rumah sakit usai menjalani kemoterapi kembali untuk proses penyembuhan penyakit kanker batang otak yang di deritanya itu.


Di tengah jalan, Ia tak sengaja menemukan seorang bayi perempuan yang baru saja lahir di dalam kardus di depan taman dekat apartemen tempat tinggalnya.


" Bayi siapa ini? Kenapa ada orang tega buang bayinya di sini? " Tanya Sonya Wandani dengan nada marah. Ia lalu mengambil bayi itu dengan perasaan kasihan namun ia tahu bahwa Ia harus membawa bayi itu ke kantor polisi terdekat agar polisi yang akan menangani kasus bayi yang di buang itu oleh orangtuanya sendiri.


Kemudian, Sonya Wandani melangkah masuk ke gedung apartemen dan menunggu suaminya pulang dari urusan yang harus di tangani oleh suaminya itu.

__ADS_1


" Apa sebaiknya aku mempersiapkan makan malam untuk Richard suamiku di dapur? " Pikir Sonya Wandani tersenyum sendiri setibanya Ia di rumahnya.


Ia mencoba untuk memasak makanan untuk makan malam bersama dengan suaminya di dapur. Namun, karena ia tidak pernah masak apa pun di rumah keluarga besar Wandani yang selalu ada staff dapur yang menangani urusan dapur dan memasak. Ia mengalami kesulitan dalam memasak nasi dan lauk pauk yang di harapkan olehnya bisa di sukai oleh suaminya nanti malam.


" Ah, aku tidak ada bakat di bidang memasak. " Kata Sonya Wandani yang memandang suram hasil masakannya sendiri.


Akhirnya, Sonya Wandani memutuskan untuk membeli makanan dari online untuk makan malam bersama dengan suaminya. Ia hanya perlu menata meja makan dengan semenarik mungkin agar suaminya terkesan dengan cara dia menghidangkan makanan untuk suaminya di rumah mereka.


" Begini baru oke punya. " Kata Sonya Wandani yang menatap puas hasil kerja kerasnya. Lalu Ia pergi mandi untuk merapikan dirinya dalam misi mendapatkan cinta suaminya.


" Aku harus merias diriku ini secantik mungkin supaya Richard jatuh cinta kepada ku dan Ia akan mau menunaikan tugasnya sebagai seorang suami terhadap istrinya yaitu aku Sonya Wandani " Kata Sonya Wandani kepada dirinya sendiri di depan cermin rias di kamar.


Sesudah itu, Sonya Wandani menanti suaminya pulang ke rumah di sofa ruang keluarga sambil menonton film kesukaannya dan menikmati kue kering di atas piring di meja depannya.


Pintu, terbuka untuk Richard Evander suaminya yang akhirnya pulang ke rumah. Gadis itu pun segera menyambut kepulangan suaminya itu dengan senyuman. Namun, Richard Evander malah mengabaikan dirinya dengan pria ini malah berjalan ke kamar.


" Kenapa Richard tak melihat aku yang berdiri di depan pintu masuk ketika ia masuk ke dalam ruangan ini tadi? " Tanya Sonya Wandani dengan senyuman sedih kepada dirinya sendiri.


Ia tetap menunggu suaminya di ruang keluarga sambil menonton film namun kembali dirinya harus menelan pahitnya di abaikan oleh suami nya sendiri yang tidak pernah keluar lagi dari kamar.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2