I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 35.


__ADS_3

Keluarga Rolando menatap tajam Devano yang membungkukkan badannya untuk meminta maaf dengan tulus hati kepada mereka atas sikap Devano terhadap Ruby Yolanda Rolando beberapa waktu lalu.


" Aku sungguh-sungguh meminta maaf atas segala perbuatan ku dahulu pernah kasar dan tak manusiawi kepada Ruby Yolanda Rolando istri ku yang baru aku sadari adalah aku telah jatuh cinta kepadanya semenjak hari itu. " Kata Devano dengan nada tulus kepada keluarga dari istrinya itu.


" Hmm, aku tidak akan pernah mempercayai apa pun ucapan mu tentang bagaimana kamu telah jatuh cinta terhadap putriku yang sudah kamu perlakukan secara tidak adil oleh mu. " Kata Tuan Alexander Rolando dengan nada tajam kepada Devano Wandani.


" Iya, Papa mertua tak apa untuk saat ini kamu tak bisa mempercayai aku tetapi aku yakin bahwa kamu suatu hari nanti akan mempercayai aku yang akan mengubah segala sikap ku yang dahulunya kasar menjadi lembut kepada Ruby Yolanda Rolando isteriku..! " Kata Devano yang memohon maaf kepada Tuan Alexander Rolando Papa mertuanya.


" Besan, kau lihatlah aku yang akan bertanggung jawab atas sumpah yang baru di ucapkan oleh Devano untuk mengubah sikapnya terhadap Ruby Yolanda Rolando untuk menyakinkan diri mu dan istrimu dapat menyerahkan Ruby Yolanda Rolando kepada kami lagi. " Kata Tuan besar Wandani dengan nada serius kepada Tuan Alexander Rolando.


Tuan Alexander Rolando mengetahui bahwa ia telah kalah dari pengaruh kuat keluarga besar Wandani yang memaksa kehendak mereka untuk menahan Ruby Yolanda Rolando di rumah keluarga besar Wandani sebagai istri sah dari Devano.


" Baiklah. Aku akan mencoba untuk percaya kepada mu, Tuan besar Wandani. Tapi, kamu harus ingat suatu saat nanti apabila Devano mengulangi kesalahan nya kepada Ruby Yolanda Rolando. Maka, kami tak bisa memberikan satu kali kesempatan untuk nya sebagai menantu kami karena kami akan memaksa Anda untuk menceraikan Ruby Yolanda Rolando dari Devano Wandani dan kembalikan Ruby Yolanda Rolando kepada kami secara utuh. " Kata Tuan Alexander Rolando dengan nada serius dan tajam kepada Tuan besar Wandani sebagai kakek dari Devano Wandani.


Tuan besar Wandani menyetujui kesepakatan yang baru saja di tandatangani olehnya untuk Ia bisa menyakinkan besannya itu supaya memberi kesempatan untuk satu kali lagi kepada Devano Wandani.


" Baik, kami setuju dengan pernyataan resmi mu itu sebagai seorang yang memiliki wibawa tinggi di dunia bisnis kelas dunia dan juga sebagai seorang yang berasal dari keluarga kelas atas dunia. Kami keluarga besar Wandani akan menepati janji yang telah kami sepakati untuk memberikan kesempatan untuk Devano Wandani mengubah sikapnya terhadap Ruby Yolanda Rolando, tetapi apabila Ia mengulangi kesalahan nya lagi. Kami akan menceraikan nya dari Ruby Yolanda Rolando sekaligus mencoret namanya sebagai calon pewaris tahta kerajaan bisnis keluarga besar Wandani. " Kata Tuan besar Wandani dengan nada tegas kepada Tuan Alexander Rolando.


Tuan Alexander Rolando dan istrinya terpaksa harus meninggalkan Ruby Yolanda Rolando di rumah keluarga besar Wandani sesudah mereka melakukan kesepakatan untuk kedua kalinya dengan keluarga besar Wandani.


" Papa.. Mama..! Kalian tak perlu mencemaskan aku di sini karena aku bisa menjaga diriku dan Ziko dengan baik. " Kata Ruby Yolanda Rolando kepada kedua orangtuanya di teras depan rumah keluarga besar Wandani.


"Cheni, jagalah dirimu baik-baik ya? Kamu tak perlu khawatir karena kami akan selalu menjaga mu dari jauh melalui doa kami untukmu. " Kata Nyonya besar Rolando memeluk Ruby Yolanda Rolando sebelum masuk ke mobilnya.

__ADS_1


" Cheni, tengoklah ke arah lirikan mataku. " Kata Tuan besar Rolando kepada Ruby Yolanda Rolando dengan isyarat matanya.


Ruby Yolanda Rolando melihat sosok pria muda yang menyamar sebagai tukang kebun keluarga besar Wandani adalah temannya di masa kecil nya dan menjadi salah satu dari orang yang paling di percaya untuk menjaganya oleh kedua orangtuanya.


" Bukankah dia itu Salvador teman ku? " Tanya Ruby Yolanda Rolando kepada Papanya dengan suara kecil.


"Iya, dia ditugaskan oleh kami untuk menjaga mu di sini. " Jawab Papanya dengan nada lembut.


" Makasih banyak Papa..!" Kata Ruby Yolanda Rolando kepada Papanya dengan membalas pelukan hangat Papanya itu.


"Baiklah, sayang. Kami harus pulang ke Korea Selatan. Jagalah dirimu ya..! " Pesan Tuan besar Alexander Rolando kepada Ruby Yolanda Rolando sebelum masuk ke mobilnya.


Ruby Yolanda Rolando memerhatikan mobil yang membawa pergi kedua orangtuanya dari kediaman keluarga besar Wandani dengan hati penuh kegelisahan sekali.


Ruby Yolanda Rolando tersentak kaget ketika Ia tiba-tiba di peluk dan di panggil sayang oleh Devano Wandani dari belakangnya.


" Apa -apaan kau ini, Dev? " Tanya Ruby Yolanda Rolando yang ingin melepaskan diri dari pelukan Devano Wandani.


" Aku merindukan mu. " Jawab Devano Wandani yang malah merengkuh nya hingga Ia tak bisa melepaskan diri dari pelukan pria itu.


"Lepaskan aku! " Pinta Ruby Yolanda Rolando di pelukan Devano Wandani.


" Bilang rindu kepada ku barulah aku akan mau melepaskan mu. " Kata Devano Wandani yang mendekatkan mulutnya ke mulut Ruby Yolanda Rolando.

__ADS_1


"Tidak...! Aku mau menemui Ziko ku sekarang..!" Kata Ruby Yolanda Rolando menolak untuk bilang rindu kepada Devano Wandani.


Devano Wandani menariknya semakin erat dan mencium bibir dan mulutnya dengan kerinduan yang membuatnya nyaris kalah dengan rindu yang ada di dadanya itu terhadap Devano Wandani.


" Hentikan...! Aku mohon hentikan sekarang juga Devano! " Teriak Ruby Yolanda Rolando yang terpaksa mendorong kasar Devano Wandani hingga nyaris jatuh dari tangga teras rumah keluarga besar Wandani.


" Eitss..! Aduh, kasar banget sih dia itu..! " Umpat Devano Wandani usai Ruby Yolanda Rolando lari darinya menuju ke dalam rumah keluarga besar Wandani.


" Dia tak pernah mencintaimu seperti aku yang selalu menanti mu. " Kata Soledad Zevanya yang berdiri di samping kanannya.


" Aku membencimu..! " Bentak Devano Wandani seraya menatap dingin kepada Soledad Zevanya yang mengelus -elus perut datarnya di hadapan Devano Wandani.


" Sebenci apapun kamu kepada ku tetap saja kamu tak akan pernah bisa mengusir ku dari mu karena aku saat ini sedang mengandung anak mu. " Kata Soledad Zevanya dengan tatapan mata menantang kepada Devano Wandani.


" Aku akan mencari tahu siapa ayah kandung dari bayi yang kamu kandung itu lalu aku akan mengusir mu dari rumah keluarga besar Wandani. " Kata Devano Wandani dengan nada dingin sekali kepada Soledad Zevanya sebelum meninggalkan gadis itu di teras rumah keluarga besar Wandani untuk menyusul Ruby Yolanda Rolando.


" Uuhhh.. Sebal... Sebal...! Kau sungguh amatlah menyebalkan sekali, Devano Wandani..! " Kata Soledad Zevanya dengan membanting kakinya karena kesal terhadap sikap dingin Devano Wandani.


Lalu Soledad Zevanya berjalan ke arah rumah kecil di utara rumah keluarga besar Wandani usai Ia mendapatkan peringatan keras dari Nyonya besar Wandani yaitu Ahma nya Devano Wandani.


" Kau tak boleh melangkahkan kaki mu ke rumah besar keluarga besar Wandani karena kamu itu bukanlah anggota keluarga besar Wandani.. ! " Kata Nyonya besar Wandani dengan nada tajam kepada Soledad Zevanya.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2