
Ruby tercengang mendengar jawaban yang di berikan oleh Tuan besar Wandani mengenai diri Soledad Zevanya yang mengerang kesakitan di atas lantai ruang tamu keluarga Wandani.
" Apa yang barusan Akong katakan mengenai diri wanita ini? " Tanya Ruby mengangkat wajah dan tatapan matanya kepada Tuan besar Wandani.
" Akong katakan gadis ini telah hamil anak dari Devano Wandani suami mu yang bodoh itu. " Jawab Tuan besar Wandani dengan wajahnya itu di tutup oleh kedua telapak tangannya karena pria tua ini merasa malu terhadap perbuatan buruk yang pernah di lakukan oleh cucunya itu kepada Ruby Yolanda.
" Cheni, sesudah Papa mendengar kenyataan bahwa orang ini layak kamu singkirkan dari hidupmu untuk selamanya!Karenanya Papa tak mau mendengar pembelaan terhadap orang ini dari mu atau siapa pun!" kata Tuan besar Rolando dengan nada tegas sekali sambil melihat ke arah Devano Wandani yang meratap di lantai.
" Aku Alexander Rolando menginginkan putriku Ruby Yolanda bercerai secara resmi dengan orang ini! sekarang juga! aku sudah membawa pengacara keluarga kami untuk menangani kasus perceraian di antara mereka untuk segera di selesaikan dengan cepat. " Kata Tuan besar Rolando yang menarik putrinya dari Soledad Zevanya yang segera di bawa ke kamar tamu untuk di rawat oleh tim dokter pribadi keluarga Wandani.
Dengan rasa cemas yang amat menyiksa Devano Wandani merangkak untuk meminta Akong dan Ahma nya untuk membantunya agar Ia tidak sampai bercerai dengan Ruby Yolanda istri tercintanya.
" Ahma, tolong kau bujuk Papa mertua ku untuk menghukum ku dengan cara menceraikan aku dengan Ruby istriku karena aku ayah kandung balita yang berada di gendongan Mama mertua ku yang tentunya tidak ingin kedua orang tuanya bercerai. " Kata Devano Wandani memandang Ahma nya.
Nyonya besar Wandani yang memiliki rasa sayang amat besar terhadap Devano Wandani menatap lurus besannya yang perempuan yaitu mama kandung Ruby Yolanda.
__ADS_1
" Besan, sebagai seorang wanita apakah kamu mau putri mu menjadi janda beranak satu di usia muda nya dan lihatlah cucu mu itu bukan kah Ia menginginkan orangtuanya utuh dan lengkap di dalam hidupnya juga anak itu adalah keturunan keluarga Wandani yang artinya Ruby Yolanda dan keluarga kalian tidak bisa membawa Ziko dari keluarga Wandani. " kata nyonya besar Wandani dengan nada yang sangat tegas sekali.
" Yang benar saja kamu bicara ya? Ziko anak yang di kandung Ruby Yolanda selama sembilan bulan dan Ruby Yolanda juga yang melahirkan nya. Maka, Ruby Yolanda sebagai mama kandung nya berhak mendapatkan nya..! " Kata Tuan besar Rolando dengan nada marah kepada nyonya besar Wandani.
Nyonya besar Wandani dengan senyumannya menegaskan bahwa tak ada yang dapat membawa pergi Ziko dari keluarga Wandani kepada Tuan besar Rolando.
" Hmm, jika kamu tak mau putri mu kehilangan Ziko, maka ia tidak bisa dan tak boleh bercerai dengan Devano Wandani untuk selamanya, dan kamu harus tahu bahwa kami bisa mengatasi masalah mereka dengan baik bahkan lebih baik daripada kamu. " Kata nyonya besar Wandani yang diam -diam telah memerintah pelayannya untuk merebut Ziko dari Nyonya besar Rolando yang di bekuk oleh body keluarga Wandani.
Ruby Yolanda yang melihat keluarganya lah yang mendapatkan kesulitan atas desakan keluarga Wandani yang memiliki pengaruh yang amat kuat dan besar daripada keluarganya segera berkata.
" Itu sih terserah pada keputusan mu sendiri, Cheni. Kami tak bisa melakukan toleransi pada mu jika kamu bersikeras untuk bercerai dari Devano Wandani suami mu yaitu cucu kami. " Kata Nyonya besar Wandani dengan nada tegas kepada Ruby Yolanda.
Ruby Yolanda mengalihkan tatapan matanya kepada Tuan besar Wandani yang di harapkan nya bisa membela nya itu namun Ia kembali sedih karena Tuan besar Wandani mengatakan hal yang mengharuskan untuk menjadi istri Devano Wandani untuk selamanya.
" Kau takkan pernah bisa bercerai dengan Devano Wandani cucu ku untuk selamanya atau seluruh aset keluarga mu hilang dan kalian semua akan menjadi miskin dan kamu juga tidak bisa memiliki Ziko untuk selamanya karena Ziko milik kami!Karena Ia berdarah keturunan dari keluarga Wandani! " Kata Tuan besar Wandani dengan nada sangat tegas sekali kepada Ruby Yolanda yang tampak pucat dan pada wajahnya.
__ADS_1
Devano Wandani memanfaatkan situasi yang sulit bagi Ruby Yolanda dan keluarga. Pria ini mendekati Ruby Yolanda dan menatap Ruby Yolanda dengan tatapan mata lekat -lekat.
"Kau tak perlu khawatir karena aku akan segera mengusir Soledad Zevanya begitu wanita itu melahirkan anaknya yang katanya adalah anak kandung ku untuk kamu tak akan pernah aku duakan dengannya atau dengan wanita lain." Kata Devano Wandani yang mengulurkan tangan untuk meraih jemari Ruby Yolanda tetapi Ruby Yolanda melangkah mundur dari nya.
"Kalian sungguh keluarga pemeras darah orang lain..! " Kata Tuan besar Rolando dengan rahang mengeras karena ia menahan amarahnya untuk melawan keluarga Wandani.
"Besan, sebaiknya kamu jangan keras kepala lagi agar mereka berdua dapat menjadi keluarga yang utuh, harmonis dan bahagia untuk cucu mu yang juga cucu buyut laki-laki pertama kami." Kata Tuan besar Wandani dengan nada halus namun tegas agar besannya menuruti keinginan keluarga Wandani.
"Saat ini kita memang tak bisa melakukan apa-apa untuk melawan pengaruh mereka yang sangat kuat namun kita suatu saat nanti akan melebihi mereka dan menjatuhkan mereka lalu membebaskan Ruby Yolanda dan Ziko dari mereka." Kata Nyonya besar Rolando dengan nada pelan kepada suaminya.
"Kau pikir aku tidak bisa melindungi putriku dan cucu ku sendiri." Desis Tuan besar Rolando dengan nada geram kepada istrinya yang lebih memihak keluarga Wandani daripada putri dan cucu mereka sendiri.
Tuan besar Wandani memberikan isyarat untuk Devano Wandani mendekati mertua nya untuk meminta maaf secara terbuka dan sopan untuk menyatakan bahwa Devano Wandani akan mengubah sikap dan tabiatnya untuk membuat Ruby Yolanda dan Ziko bahagia.
" Papa dan Mama mertua kalian tidak perlu khawatir karena Van Van bersumpah untuk Van Van bisa membuat Ruby Yolanda bahagia dan Ziko nyaman tinggal di keluarga Wandani. Aku juga sungguh akan berubah menjadi Devano Wandani yang baru untuk kalian bisa percaya kembali kepada ku sebagai menantu kalian. " Kata Devano Wandani yang merangkapkan kedua tangannya dan bersujud kepada kedua orang tua Ruby Yolanda untuk memaafkannya.
__ADS_1
Bersambung!