I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 41.


__ADS_3

Richard Evander telah tiba di ibukota Beijing, China di hari yang sama ketika Ruby Yolanda sedang mengunjungi tempat wisata istana terlarang untuk mengusir kesedihan hati wanita itu terhadap suami dari wanita itu.


" Ruby, aku pasti bisa mendapatkanmu kembali dengan perjuangan ku yang tidak akan pernah padam sampai kamu berada di pelukan ku untuk selamanya. " Kata Richard Evander dengan nada bergetar menahan gejolak hatinya kepada Ruby Yolanda.


Ruby Yolanda tak menghiraukan Richard dengan berjalan meninggalkan pria itu di pintu masuk ke aula utama istana terlarang ke arah kuil langit yang tidak terlalu jauh dari lingkungan istana terlarang.


"Ruby, tolong kamu jangan menghindari aku..! " Teriak Richard Evander mengejarnya.


" Bisakah kamu tak perlu mengikuti aku lagi? Bukankah kita sudah bercerai satu sama lainnya yang berarti kita tidak ada hubungan lagi? " Ucap Ruby Yolanda dengan suaranya begitu pilu kepada Richard Evander.


" Tidak, dulu kamu belum tahu siapa aku dan bagaimana perasaan aku kepada mu yang memang saat itu kamu sedang masa transisi dari pasca kesembuhan mu dari penyakit amnesia mu akibat kamu pernah mengalami koma selama setahun lebih dan juga trauma akibat masa lalu mu dengan Devano Wandani?! Tapi, sekarang ini kamu sudah benar-benar sehat dan tahu apa yang terbaik untuk mu dan hidup mu, Ruby? " Richard Evander memburunya dengan kata -kata yang membuatnya semakin bingung dengan perasaannya saat ini.


" Cukup! Cukup! Cukup! Janganlah kamu buat aku semakin bingung dengan diriku sendiri..! Ditambah aku masih berstatus sebagai istrinya Devano Wandani..! Aku tak bisa lepas darinya!!! " Teriak Ruby Yolanda dengan hatinya hancur.


" Jika kau menetapkan pilihan mu dengan kamu memegang kendali pada perasaan mu sendiri, maka kamu akan tahu apa pilihan mu dan kamu bisa berjuang untuk bebas dari nya ataukah kamu memang tak mau bebas darinya? " Tanya Richard Evander dengan tatapan matanya yang membius Ruby Yolanda.


" A.. Aku tak tahu..! Aku tak tahu..! Huhuhuhuhu. " Jawab Ruby Yolanda menangis sedih dengan berjongkok di depan tangga kuil langit.


Richard Evander perlahan-lahan mendekatinya dan memapahnya untuk berdiri untuk menatap pria itu secara langsung dan berani dengan sinar mata pria ini menerobos masuk ke jiwanya.

__ADS_1


"Ruby, tolong jangan kamu bingung lagi..! Kamu mencintaiku 'kan? " Tanya Richard Evander yang memegangi kedua bahunya.


Ruby Yolanda termangu menatap balik Richard Evander dengan airmatanya mengalir deras dan tak berhenti mengalir dari sepasang matanya yang indah lalu yang di ketahui oleh Ruby ialah Richard Evander memeluknya.


Selama lima menit Ruby Yolanda merasakan pelukan hangat Richard Evander karena menit berikutnya adalah sebuah tinju telah mendarat di wajah Richard Evander.


Bugh!


" Laki-laki Jahanam berani kau peluk istriku di muka umum?!! " Teriakan marah Devano Wandani yang menghantam pukulan kepada Richard Evander.


" Hentikan! Devano Wandani stop! " Teriak Ruby Yolanda yang meminta suaminya tak memukul Richard Evander lagi.


" Diam kau..! " Bentak Devano Wandani yang menudingkan telunjuknya kepada Ruby Yolanda.


Jadilah mereka berdua saling baku hantam di depan tangga kuil langit sampai menimbulkan kericuhan di tempat wisata tersebut dan mereka akhirnya di amankan oleh pihak keamanan di lokasi tersebut.


" Tuan -tuan tolong jangan membuat keributan di tempat wisata kami ya? Jika kalian ada masalah sebaiknya jangan di muka umum melainkan kalian rundingkan secara pribadi di tempat yang tak mengganggu ketenangan masyarakat yang mengunjungi tempat wisata kami..! " Kata pihak keamanan di tempat wisata tersebut kepada Richard Evander dan Devano Wandani.


" Ya, Pak. Aku minta maaf atas sikap ku tadi. " Jawab Richard Evander yang cepat menyadari kesalahannya kepada pihak keamanan di tempat wisata kuil langit.

__ADS_1


" Dia yang salah bukan Aku..!" Kata Devano Wandani yang tetap tak mau minta maaf sama sekali kepada pihak keamanan di tempat wisata kuil langit melainkan menarik Ruby Yolanda di samping Richard Evander untuk pergi bersama dengannya.


Richard Evander memasang wajah cemas di saat Ia melihat Ruby Yolanda di tarik paksa oleh Devano Wandani untuk masuk ke mobil pria itu yang terparkir di parkiran kuil langit dari tempat Richard Evander berdiri yakni di bawah tangga kuil langit.


" Ruby, kau harus melawannya dengan berani agar kamu tak lagi menjadi seekor burung di sangkar emasnya. " Kata Richard Evander di dalam hatinya untuk Ruby Yolanda.


Ruby Yolanda dari dalam mobil Devano Wandani melihat Richard Evander dari kaca belakang mobil suaminya. Devano Wandani menarik kepalanya untuk menundukkan kepalanya di pangkuan Devano Wandani.


" Aku larang kau melihat pria lain selain Aku suami mu..! Aku larang kau memikirkan pria lain selain aku suamimu..! Aku larang kau berbicara dengan pria lain selain aku suamimu..! Kau dengar...! " Desis Devano Wandani yang telah mengangkat wajahnya untuk menghadapi pria itu.


" Aku tak pernah lagi menggangap mu sebagai suami ku semenjak kau mencoba untuk bunuh Aku di tebing jurang dekat vila mu di Irlandia Utara di saat itu Aku belum menyadari bahwa Aku sedang mengandung anakmu yang mungkin akan menjadi korban mu juga...! " Kata Ruby Yolanda dengan nada benci kepada Devano Wandani.


" Aku sudah bilang bahwa Aku menyesal dengan perbuatan ku dulu kepada mu.. ! Aku juga telah meminta maaf kepada mu, Ruby..! Apakah kamu tak pernah bisa melihat kesungguhan hatiku kepada mu? " Tanya Devano Wandani dengan nada suaranya begitu keras kepada Ruby.


" Aku tak melihat kesungguhan hatimu! Aku melihat kamu ingin mengurung Aku sampai kau mendapatkan warisan dari Akong mu setelah kamu tahu bahwa Akong mu mengidap penyakit kanker otak stadium akhir..! " Jawab Ruby Yolanda dengan nada desisan benci sekali pada suaminya itu.


" Ouh, kau sudah mengetahui bahwa Akong ku tak lama lagi akan meninggal dunia dan Aku harus bersabar untuk mendapatkan warisannya secara keseluruhan menjadi milik ku dengan Aku menempatkan mu di sisi ku di rumah keluarga Wandani..?! " Devano Wandani mendorong Ruby Yolanda di kursi sampingnya lalu menerkam Ruby Yolanda yang menjerit-jerit di dalam mobil suaminya sendiri.


" Kyaaa..! Aaahhhh...! " Jerit Ruby Yolanda yang merasakan sakit pada hatinya bukan tubuhnya lagi yang telah di pakai oleh Devano Wandani di mobil pria itu. Dimana mobil itu di supiri oleh salah satu dari staf pribadi suaminya sendiri.

__ADS_1


" Kau dari dahulu memang harus di taklukkan dengan cara ku itu..! Agar kau tak pernah lagi membantah ku..! Agar kamu menghormati ku sebagai suami mu dan pria mu bukan pria di tempat wisata tadi atau pria lainnya..! " Kata Devano Wandani yang membuka pintu mobil sambil merapikan dirinya dengan terampil sekali sebelum merapikan Ruby Yolanda untuk di ajak masuk ke dalam rumah keluarga Wandani.


Bersambung!


__ADS_2