
Soledad memandangi rumah kecil di bagian lain dari kediaman keluarga Wandani yang di jadikan sebagai tempat tinggalnya untuk sementara waktu sampai Ia melahirkan anaknya.
"Rumah ini bagaikan kandang sapi yang tidak layak untuk aku tempati..! " Gerutu Soledad yang menoleh sebal ke arah rumah besar keluarga Wandani.
" Semua ini karena Ruby Yolanda sudah kembali ke rumah itu dan aku menjadi sampah mereka..!" Kata Soledad dengan nada benci kepada istri asli Devano Wandani
Sementara itu, Devano Wandani berusaha untuk mendekati isterinya yang di nilainya sedang bad mood karena ulahnya dahulu belum bisa di maafkan secara keseluruhan oleh istrinya itu.
" Cheni, tolong kamu maafkan aku untuk Ziko bisa bahagia mempunyai orangtua yang saling mencintai satu sama lainnya. " Kata Devano yang menggedor pintu kamar tidur Ruby.
Tetapi tidak ada jawaban dari Ruby untuknya. Ia pun meninggalkan kamar tidur istrinya untuk pergi ke kamar tidurnya sendiri.Disana Ia amat gelisah hati memikirkan istrinya yang sangat di rindukan nya itu.
" Uuhh.. Aku tak pernah bisa tidur dengan pulas jika pikiran ku sedang kacau balau seperti saat ini..! " Kata Devano Wandani yang mengeluhkan nasibnya.
Di sisi lain, Ruby malah memikirkan cara untuk Ia bisa terbebas dari keluarga Wandani karena dia sudah muak dengan sikap suaminya yang di ketahui olehnya itu adalah palsu.
" Kau hanya berpura-pura mencintai ku supaya menjadi pewaris keluarga Wandani dari Tuan besar Wandani saja..! " Kata Ruby dengan nada sinis memandang langit-langit kamarnya sendiri.
******
Seorang pria muda berpakaian casual berjalan dengan santai menyeret koper di bandara untuk menuju ke lobi depan bandara internasional Changi, Singapura.
" Aku tak pernah bisa tenang di sini..! Ah, aku harus pergi ke Beijing untuk mengetahui kabar terbaru dari Ruby. " Kata Richard Evander pria muda mantan suami dari Ruby.
Bugh!
Sebuah lengan menyenggol bahunya dan Ia pun menengok ke orang yang menyenggol bahunya dan melihat seorang gadis cantik yang tak lain adalah sepupunya sendiri.
__ADS_1
" Vivian..! " Seru Richard Evander dengan nada riang dan wajahnya berseri-seri mengenal gadis itu adalah sepupunya.
" Hai, Richard. Kamu mau pergi ke mana nih?" Sapa Vivian melihat ke arah kopernya Richard.
" Ke Beijing. Kamu? "
" Sama aku juga..! "
" Wah, kebetulan sekali nih kita bisa pergi ke Beijing bersama-sama." Kata Richard Evander dengan wajah gembira kepada Vivian.
" Iya, aku ada urusan dengan keluarga Papa ku yang ingin aku datang untuk mengunjungi Akong ku di rumah keluarga Wandani. " Jawab Vivian kepada Richard Evander.
" Eh, aku baru ingat kalau kamu itu salah satu dari sepupu si cowok sinting Devano Wandani. Hmm, aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk masuk ke dalam keluarga Wandani untuk melindungi Ruby dari pria sinting itu. " Kata Richard Evander di dalam hatinya.
"Ohya, Richard kata Oom dan Tante kamu udah nikah ya? " Tanya Vivian kepada Richard Evander dengan senyum manis.
" Eh, ya.. Kenapa?"
" Ah, istriku sudah lebih dahulu pergi ke Beijing sebelum Aku karena aku masih banyak urusan di tempat kerja ku saat Istri ku ingin liburan ke kota Beijing dan karena sekarang ini aku kosong di dalam jadwal kerja ku, maka aku menyusul istri ku ke sana. " Jawab Richard Evander dengan cerdas kepada Vivian.
" Oh, gitu..! " Kata Vivian menggangguk -anggukan kepalanya.
" Iyalah.. Yuk kita cari tempat makan dulu di sana sebelum jadwal pesawat kita datang. " Kata Richard Evander dengan nada ramah mengajak sepupunya untuk makan malam bersama dengan nya di kafetaria di dalam bandara internasional Changi.
Vivian cerita tentang kehidupannya di masa kuliahnya di Perancis yang menurut gadis itu sangatlah membosankan karena gadis ini baru saja di tinggal menikah oleh pacarnya sendiri yang berasal dari negara Georgia.
"Wah, kasihan sekali kamu. " Kata Richard Evander dengan nada simpati kepada Vivian.
__ADS_1
" Ah ya ..! Maka, sekarang ini aku jomblo akut lagi, Bro. " Kata Vivian menutup wajahnya dengan sedih.
" Lah aku juga jomblo! " Dalam hati Richard.
"Aku di suruh pulang ke rumah keluarga Wandani untuk di jodohkan dengan sepupu luarku yang bernama Bayu Wandani Sudrajat oleh orangtua ku..! " Cerita Vivian kepada Richard Evander di restoran di dalam bandara internasional Changi.
"Bayu Wandani Sudrajat itu siapa nya Devano Wandani? " Tanya Richard Evander dengan nada biasa saja di depan Vivian.
"Sepupu luar dari Devano Wandani. " Jawab Vivian santai kepada Richard Evander.
"Emm.. Dia orangnya seperti apa? " Tanya Richard Evander kepada Vivian sambil minum kopi.
"Gak tahu karena seumur hidup aku belum pernah jumpa itu orang. " Jawab Vivian dengan nada sebal sendiri.
"Hmm.. Keluarga Wandani memang aneh ya suka sekali menjodohkan orang muda yang belum pernah jumpa dengan orang muda di dalam keluarganya sendiri. " Kata Richard Evander dengan wajah biasa saja mesikpun ia semakin tak menyukai orang-orang seperti di dalam keluarga Wandani terutama Devano Wandani saingannya itu.
"Richard, beritahu aku dong foto istrimu itu agar aku gak nervous atau cupu banget di hadapan kakak ipar ku sendiri begitu kita sampai di kota Beijing? " Pinta Vivian yang ingin mengalihkan pembicaraan yang tak nyaman baginya itu meminta izin untuk melihat foto istrinya Richard Evander.
" Waduh, gawat nih jika Vivian mengetahui istri ku itu adalah istri dari sepupunya sendiri yang rese itu. " Pikir Richard Evander.
Tetapi, Richard Evander dengan tenang memberi tahu foto Ruby Yolanda yang menghadap ke arah pantai Incydoney, Irlandia Utara sehingga Vivian tidak melihat secara langsung foto diri dari Ruby Yolanda.
" Emm, apa tak ada foto lain yang bisa kamu tunjukkan kepadaku? " Tanya Vivian makin ingin tahu sekali tentang istrinya Richard Evander kepada Richard Evander sendiri.
"Eh, tak ada.. Kau bisa lihat sendiri orangnya ketika kamu jumpa istriku secara langsung di kota Beijing. " Jawab Richard Evander dengan nada sedikit judes kepada Vivian.
" Ih, dasar kamu ini pelit banget sih jadi orang..! Aku ' kan cuma pengen tahu gimana orang yang jadi istri dari sepupu ku dari pihak ibuku sendiri. " Kata Vivian dengan tatapan mata sedikit sinis karena di larang melihat foto lain dari istri dari sepupu nya itu.
__ADS_1
" Lebih baik kau habiskan makanan mu dengan cepat supaya kita tak ketinggalan pesawat kita yang sudah menunggu kita untuk masuk ke dalamnya. " Kata Richard Evander memberitahu Vivian tentang pengumuman dari pihak bandara internasional Changi yang telah di dengar oleh Richard Evander.
Bersambung!