I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 48.


__ADS_3

Di saat Soledad sedang di sibukkan dengan kegiatannya yang sebagian besar dari segala aktivitasnya di lakukan di kamar mandi dan juga ranjang karena dia mulai di repotkan dengan gejala-gejala kehamilannya itu.


" Dokter Dean silakan anda masuk ke rumah ini dan periksa dengan teliti apakah gadis itu hamil karena cucuku ataukah pria lain dengan kamu dan tim mu melakukan test DNA kepada gadis di rumah ini. " Suara Nyonya besar Wandani amat mendebarkan jantung Soledad yang sedang memuntahkan sisa makanan paginya ke dalam wastafel di kamar mandi.


" Celaka nyonya besar telah datang untuk menyelidiki aku untuk membuktikan apakah calon bayi di rahim ku ini adalah anak dari cucu nya ataukah anak dari pria lain? Aku harus pergi dari sini sebelum orang tua itu berbuat macam -macam kepada aku dan janin ku. " Batin Soledad segera mencari ide untuk kabur dari nyonya besar Wandani.


Wanita itu sungguh memiliki nyali besar dengan Ia memanjat toilet untuk naik ke plafon dan di sana ia bersembunyi untuk menghindari Nyonya besar Wandani.


Suara beberapa sepatu yang masuk ke rumah di dengar dengan baik dan cermat oleh Soledad dari tempat persembunyiannya hingga suara sepasang sepatu beralih ke kamar mandi untuk mencarinya.


" Tak ada di mana-mana? Dimanakah wanita itu bersembunyi dari aku? Atau kemanakah Ia pergi dari rumah ini? " Tanya Nyonya besar Wandani dengan nada marah kepada semua orangnya.


" Lapor, nyonya besar Wandani, kami tidak tahu sebab dari tadi kami perhatian bahwa Nyonya muda itu ada di rumah ini sepanjang hari. " Jawab semua orangnya dengan nada hormat.


" Yang benar saja! Lalu di manakah Ia sekarang? Dan, satu lagi jangan pernah memanggilnya dengan sebutan Nyonya muda! Karena Nyonya muda di rumah keluarga Wandani adalah Ruby Yolanda Wandani bukan wanita pe*******itu..! " Kata Nyonya besar Wandani dengan nada marah sekali kepada semua orangnya ketika ia tak bisa menemukan Soledad Zevanya.


" Nyonya besar, ada telepon penting untuk anda dari Nyonya muda Lilian Bong di kota Shenyang. " Lapor asistennya yang tergesa-gesa sekali membawakan hpnya kepadanya.


" Ya, Lilian ada apakah kamu menelepon aku? " Tanya Nyonya besar Wandani yang kini telah teralihkan dari pencariannya terhadap Soledad Zevanya karena menantunya meneleponnya.

__ADS_1


Sesudah Nyonya besar Wandani dan semua orangnya pergi dari rumah kecil itu, Soledad Zevanya turun dari plafon dengan bebas dan Ia tersenyum bahagia sekali.


" Aku berhasil menghindari dari drakula sadis itu yang penasaran sekali dengan janin di rahim ku ini..! " Kata Soledad Zevanya yang mengelus -elus bagian bawah perutnya yang kencang.


Lalu, Ia berjalan kembali ke kamarnya namun Ia di kejutkan oleh Eduardo Wandani yang telah berbaring santai di ranjangnya sembari tangan pria itu menepuk-nepuk sisi lain dari ranjangnya.


" Kemarilah dan bersenang-senanglah dengan ku agar calon bayi mu itu bahagia dengan adanya aku yang mengunjungi mu. " Kata Eduardo Wandani yang tersenyum memikat kepadanya.


" Cih, aku tak sudi untuk bercinta dengan mu , laki-laki gila..! " Kata Soledad Zevanya yang tak menghiraukan pria itu dengan berbalik arah ke pintu.


Terapi lengan Eduardo Wandani menangkapnya dan melemparkannya ke ranjang lalu menerkam dirinya dengan ciuman liar dari pria itu yang tak hanya menciumnya saja melainkan juga telah menerobos dinding pertahanannya.


" Aaaakhhh! Eduardo aku tak mau bercinta dengan mu..! " Desah Soledad Zevanya yang berusaha untuk mendorong pria itu dari atas tubuhnya.


Cekrek!


" Ada apa ini? " Tanya Eduardo Wandani dan Soledad Zevanya yang terkejut sekali dengan suara jepretan yang di lakukan oleh Vivian dan Bayu Wandani melalui kamera DSLR milik mereka yang canggih.


" Kaliann? Apa yang telah kalian lakukan ini pada aku? " Tanya Soledad Zevanya yang segera duduk di ranjang dengan tubuhnya terbuka tanpa pakaian sama sekali sampai Eduardo Wandani menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.

__ADS_1


" Membuat sebuah bukti yang menunjukkan bahwa kalian berdua adalah sepasang manusia gila yang bercinta tanpa menutup pintu rumah ini dengan rapat! Apakah kalian ingin Ahma tahu tentang percintaan kalian ini dan meminta Akong untuk menikahkan kalian berdua? Ugh, tapinya kalian berdua harus menyatakan bahwa janin yang ada di rahim Soledad Zevanya bukanlah anak dari Devano Wandani melainkan anak dari Eduardo Wandani. " Kata Bayu putra Wijaya yang mengibarkan foto-foto percintaan Soledad Zevanya dengan Eduardo Wandani di apartemen murah yang pernah di tinggali oleh Devano Wandani bersama dengan Soledad Zevanya di hadapan keduanya.


" Kau mengetahui hubungan gelap kami yang menipu Devano Wandani yang saat itu sedang mabuk berat alkoholnya?! " Tanya Soledad Zevanya dengan sepasang matanya yang lebar kepada Bayu putra Wijaya.


" Iya, yang pertama menggauli kamu memang Devano Wandani yang menyebabkan kamu pernah hamil anaknya namun kamu aborsi secara diam-diam dan untuk yang kedua kalinya itu saat Devano Wandani mabuk berat karena alkoholnya itu! Kalian berdua menggotongnya keluar kamar untuk kalian berdua bercinta dengan bebas ria! Ya, kalian ingin menjadikan seorang pecundang yang biasanya membuat khawatir Akong kami dan tentunya Eduardo Wandani kepengen jadi pengganti Devano Wandani sebagai pewaris tahta kerajaan bisnis Akong kami." Kata Bayu putra Wijaya dengan gamblang membuka rahasia keduanya di depan keduanya pula.


" Kauuu...?" Eduardo Wandani yang marah telah diam -diam mengambil pistol dari laci di dekat ranjang untuk menembak Bayu putra Wijaya tetapi sebuah tendangan telak di pelipisnya itu telah membuatnya pingsan di dekat Soledad Zevanya yang memekik kaget.


" Aaahhh! "


" Vivian kau sungguh hebat sekali hanya satu kali tendangan mu saja kamu bisa membuatnya pingsan..! " Puji Bayu putra Wijaya kepada gadis tunangannya itu.


" Siapa dulu tunangan mu ini yang dahulunya juara wushu se internasional...?! " Kata Vivian yang melompat masuk kepelukan Bayu putra Wijaya yang membalasnya dengan ciuman yang mesra sekali.


" Kau ikut kami untuk menghadap Akong dan Ahma di aula utama rumah keluarga Wandani. " Kata Bayu putra Wijaya yang memerintahkan para anak buahnya untuk menyeret Soledad Zevanya dan Eduardo Wandani yang masih pingsan ke hadapan Tuan besar dan Nyonya besar Wandani di aula utama rumah keluarga Wandani.


" Mereka? " Tanya Tuan besar Wandani dengan alisnya terkunci rapat di keningnya yang berkerut kepada Bayu putra Wijaya dan Vivian Wandani di hadapannya.


" Sepasang kekasih yang mesum akut dan tak tahu malu. " Jawab Bayu putra Wijaya dengan nada sopan kepada Tuan besar Wandani.

__ADS_1


" Mereka adalah orang-orang yang mau berbuat curang dalam persaingan mendapatkan hak warisan dari Akong dengan menjebak Devano Wandani untuk kepentingan pribadi dan politik di dalam rumah ini, Akong. " Tambah Vivian Wandani dengan sikap hormat kepada Akong nya.


Bersambung!


__ADS_2