I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 37.


__ADS_3

Ruby membuka gorden kamarnya dan berjalan menemui Ziko putranya yang sudah bangun tidur dan minta di beri susu formula untuk mengisi perut kecil anaknya itu. Ia dengan terampil telah membuatkan sebotol susu formula untuk Ziko putranya yang segera mengambil botol susu formula dan meminumnya dengan lahap.


" Selamat pagi, Nona muda silakan anda mandi dahulu sebelum Nona muda pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama dengan seluruh anggota keluarga tuan besar Wandani. " Kata pelayan yang datang kepada Ruby.


" Iya,terimakasih atas informasinya untuk ku. " Jawab Ruby sambil menimang-nimang putranya yang meringkuk manja di pelukannya sampai Ia tak sadar bahwa ada seseorang yang menepuk pundaknya dengan lembut lalu menyapanya dengan kecupan hangat di pipinya dan ketika bibir nya akan di kecup juga. Ia berdiri dengan cepat dan menatap tajam kepada Devano pria yang tak merasa sungkan terhadapnya telah mengecup bibirnya dengan penuh gairah.


" Selamat pagi, Cheni. Aku ingin kamu berbaik hati kepada ku untuk melihat kesungguhan hati ku kepada mu. " Kata Devano Wandani yang kini ******* bibir dan mulutnya hingga Ia tak dapat bernapas.


" .. "


" Aku tak tahu di bibir kamu berkata tidak kepada ku namun hatimu berkata iya..! " Kata Devano Wandani yang menjelajahi rongga mulutnya dengan lidah yang menusuk -nusuk rongga mulut Ruby.


" Ihh.. Lepaskan Aku..!! " Teriak Ruby yang telah berusaha untuk memberontak dari pelukan dan ciuman hangat Devano Wandani.


" Baiklah.. Ku lepaskan kamu dari ciumanku tapi aku tak akan pernah melepaskan mu dari hidup ku di mulai dari hari ini. " Kata Devano Wandani yang meraih Ziko yang meringkuk manja juga kepada Devano Wandani.


" Papa..! " Panggil Ziko dengan nada manis di telinga Devano Wandani yang mengangkatnya dengan gemas.

__ADS_1


" Iya, sayang. Papa ada memeluk kamu dan juga mencium Mama mu..! " Jawab Devano Wandani yang memanfaatkan waktu yang amat singkat untuk mencium Ruby lagi dengan singkat.


" Ih, keterlaluan sekali kamu jadi orang..! " Kata Ruby mendelik marah lalu berbalik arah ke kamar mandi untuk mandi.


" Suatu saat kamu akan luluh juga kepada ku, Ruby." Kata Devano Wandani dengan senyuman yang berani untuk mempertahankan rumah tangga nya dengan Ruby.


Devano Wandani mengajak Ziko untuk pergi sarapan pagi bersama dengan keluarganya dan menunggu Ruby di ruang makan dengan tenang dan sabar dari senyumannya itu.


" Dev, hari ini jadwal untuk mengunjungi rumah jompo di kota Shenzhen yang merupakan jadwal rutin sebelum hari ulang tahun Ahma. apakah kamu mau pergi ke sana bersama dengan Ruby istrimu itu untuk mewakili Ahma? " Nyonya besar Wandani menanyakan kepada Devano Wandani.


" Ya, tak masalah. Devano dan Ruby sangat amat senang sekali dapat membantu Ahma untuk pergi ke panti jompo di kota Shenzhen sebagai wakil Ahma untuk mengunjungi para orangtua di sana. " Jawab Devano Wandani sambil meraih jemari Ruby yang baru saja datang ke meja makan.


"Iya, baiklah Akong. " Jawab Ruby menggangguk sopan kepada Tuan besar Wandani yang duduk di kursi paling ujung di meja makan.


" Kau sungguh seorang wanita yang sangat tahu tata krama dan menghormati orang tua. " Kata Devano Wandani menarik tangan Ruby untuk di kecup oleh bibirnya seraya tersenyum manis untuk Ruby.


Ruby menarik tangannya dengan tatapannya itu terlihat sebal dengan sikap berlebihan yang di berikan oleh Devano Wandani kepadanya di hadapan seluruh anggota keluarga Wandani di ruang makan.

__ADS_1


" Aku berangkat kerja dulu ya sayang sampai jumpa nanti sore di rumah. " Kata Devano Wandani kepada Ruby sebelum beranjak dari kursi nya dan menggunakan kesempatan untuk berdiri dari kursi nya dan melewati Ruby dengan memberikan kecupan hangat di bibir Ruby.


Ruby memerah di kedua pipinya di karenakan jengkel terhadap Devano Wandani yang amat menyebalkan baginya dan juga Ia harus jaga kesopanan nya di hadapan keluarga Wandani yang memerhatikan mereka berdua di kursi makan mereka masing-masing.


Di teras rumah keluarga Wandani. Devano tak menghiraukan Soledad Zevanya yang ingin menyapanya sebelum Ia masuk ke mobilnya. Di mana supirnya telah menunggunya dengan sabar untuk mengantarkannya ke kantornya.


" Dev.. Aku ingin bicara sebentar dengan mu..! Tolong..! " Teriak Soledad Zevanya yang berlari menuju ke mobilnya namun ia meminta supirnya untuk menjalankan mobilnya dengan cepat dan meninggalkan Soledad Zevanya di teras rumah keluarga Wandani.


"Keterlaluan sekali sikapmu itu kepada ku..! Aku ini juga istri mu 'kan? " Soledad Zevanya merasa di buang begitu saja oleh Devano Wandani pria yang awalnya di bencinya itu kini telah di cintai dengan sepenuh jiwa raganya. Ia bertekad untuk merebut kembali Devano Wandani dari Ruby Yolanda istri sah dari Devano Wandani yang di lihatnya dari kaca luar rumah keluarga Wandani.


" Lihat saja Aku akan mendepakmu keluar dari kehidupan Devano Wandani karena kamu tidak pernah mencintainya seperti dia mencintaimu dengan bodoh sekali mengharapkan kamu yang tak layak untuk di cintai olehnya.. " Soledad menatap benci kepada Ruby Yolanda dari teras rumah keluarga Wandani.


" Gadis barbar kau ini tak ada apa -apanya jika di bandingkan dengan seorang Ruby Yolanda. " Kata seorang tukang kebun yang menyindir sinis kepada Soledad Zevanya.


" Hei kau tukang kebun tak tahu diri? Kau pikir dirimu siapa berani mengatai Aku gadis barbar? " Soledad Zevanya menatap marah kepada pria berpenampilan tukang kebun bunga di rumah keluarga Wandani.


" Aku seorang pekerja di rumah keluarga besar Wandani tetapi Aku tahu akan status ku dan kedudukan ku yang membuat aku lebih tinggi derajatnya daripada kamu yang hanyalah gadis barbar yang menggunakan wajah orang terkenal untuk kepentingan pribadi mu sendiri yaitu kamu ingin merebut suami orang juga kamu mau ambil kedudukannya di rumah keluarga Wandani ya' kan? " Nada sindiran tajam dari tukang kebun bunga di rumah keluarga Wandani membuat hati Soledad Zevanya makin panas dan membenci Ruby Yolanda dengan sangat dalam.

__ADS_1


" Ughh! Aku bukan seorang picik seperti Ruby Yolanda yang pura-pura suci dan baik hati di luar ahhh sebenarnya dirinya itu bejat dan jauh lebih hina daripada seorang pe*** Jalanan Manhattan yang suka disentuh setiap laki-laki yang datang kepadanya..! " Kata Soledad Zevanya dengan nada kasar kepada tukang kebun bunga di rumah keluarga Wandani mengenai diri Ruby Yolanda istri asli dari Devano Wandani.


Bersambung!


__ADS_2