I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 25.


__ADS_3

"Permintaan apa yang ingin aku kabulkan untuk mu? " Tanya Devano Wandani sambil menaruh syal yang sudah di beli nya itu ke kantong coklat belanjaan.


" Aku mau kamu bekerja sebagai desainer muda ku di perusahaan syal yang aku rintis sendiri di daerah dekat sini, " Jawab Sabrina Hugues yang mengutarakan pemikirannya kepada Devano.


" Emmm, sayangnya aku sudah mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan di daerah tak jauh dari daerah ini. Jadi, maafkan aku yang menolak niat baik mu kepada ku. " Kata Devano Wandani kepada Sabrina Hugues sambil melambaikan tangannya di luar pintu toko pakaian Sabrina Hugues.


Malam sudah sangat larut untuk Soledad yang menanti kepulangan Devano Wandani dengan perasaan cemas di wajah cantik gadis asal Irlandia Utara itu.


" Kenapa dia belum pulang juga ke rumah?Ah, mana sekarang ini sudah sangat larut sekali dan jam sudah menunjukkan jam hampir jam satu pagi. " Kata Soledad yang mondar-mandir di dalam rumah dengan sesekali menengok ke arah jendela yang gorden nya sengaja di buka untuk Ia bisa melihat Devano pulang.


Perasaan khawatir dan rindu menjadi satu di hati Soledad di saat itu untuk seorang Devano yang memiliki sifat dan sikap yang kadang tak dapat di tebak sama sekali oleh Soledad.


Soledad mengerutkan keningnya saat Devano masuk ke dalam rumah melalui pintu masuk yang terbuka di tengah kegelapan ruang tamu mereka yang kecil.


" Astaga kamu ngapain berdiri di situ? Ngagetin aku aja kamu! " Kata Devano memegang dada nya karena tadi Ia kaget melihat Soledad berdiri di kegelapan ruang tamu tanpa cahaya sedikit pun kecuali sinar lampu jalan raya yang terlihat dari gorden jendela ruang tamu yang sengaja di buka Soledad.


" Maaf, aku mengagetkan mu Devano. Aku amat mencemaskan ku yang sepanjang sore ini belum juga pulang ke rumah usai kamu menghubungi ku melalui pesan WA mu yang menyatakan kamu mendapatkan pekerjaan dari perusahaan yang kamu datangi hari ini. Namun, kamu tak ada kabar lagi setelah itu dan membuatku amat waswas memikirkan mu. " Kata Soledad dengan suara bergetar menahan gejolak hati nya yang kalut.


" Ouh, tadi aku pergi membelikan ini untukmu di jalan saat aku mau pulang ke rumah. " Jawab Devano Wandani merasa bersalah karena dirinya telah membuat cemas Soledad.


"Kamu membelikan ku apa?" Tanya Soledad nada lembut kepada Devano Wandani seraya menerima bungkusin dari tas belanjaan Devano.

__ADS_1


" Lihat saja sendiri. Aku mau pergi mandi lalu aku mau tidur. Dah..!" Jawab Devano Wandani sambil lalu menuju ke kamarnya sendiri tanpa v menghiraukan Soledad yang memandangi nya di sudut ruang tamu.


Devano membuka keran shower di kamar mandi lalu mengguyur rambutnya dan seluruh tubuh nya dengan hujan air shower yang hangat dan nyaman untuk kulit nya sambil pikiran nya itu melayang kepada bayangan Ruby Yolanda yang tersenyum manis kepada nya.


******


Di Dublin, Irlandia Utara.


Ruby Yolanda menaruh sepiring makan malam di meja makan untuk dirinya dan Richard yang terus menerus memandangi nya dengan lembut dan sabar menantikan dirinya jatuh ke pelukan pria itu.


"Ugh, jangan pernah berharap ya bahwa aku bisa mudah jatuh kepelukan mu! " Kata Ruby Yolanda dengan nada jutek kepada Richard.


Ruby duduk di kursi makan di depannya yang memudahkan nya untuk memandangi istrinya yang sangat cantik dan manis itu dengan puas hati meskipun ia tak bisa menyentuh istrinya itu sampai waktu nya tiba.


" Aku akan menunggu mu jatuh cinta kepadaku, Ruby Yolanda." Kata Richard di dalam hatinya.


"Richard, apakah kamu sudah membuatkan ku surat-surat riwayat ku yang baru untuk aku bisa pulang ke negara ku? " Tanya Ruby Yolanda yang memandang Richard di seberang nya.


"Lagi di proses. Kau sabar saja. " Jawab Richard tenang.


" Jangan terlalu lama untuk membantu ku dalam membuatkan surat-surat riwayat ku atau aku harus pergi sendiri ke kantor kedubes Korea Selatan untuk mengurus surat ku dengan aku memberikan keterangan tentang diriku yang pernah di rawat di rumah sakit Cherry Orcard karena aku pernah mengalami kecelakaan di laut lepas pantai utara Inchydoney sekitar dua tahun yang lalu. " Kata Ruby dengan nada sedikit tajam kepada Richard sambil mengambil piring -piring kotor bekas makan malam mereka di meja makan.

__ADS_1


" Iya, tentu saja aku tidak akan pernah membuat kamu menunggu dengan lama untuk kamu bisa pulang kepada keluarga mu di Seoul. " Jawab Richard yang meninggalkan ruang makan tanpa bicara lagi kepada Ruby Yolanda.


Richard melihat adanya kejanggalan di riwayat hidup Ruby Yolanda yang sudah di dapatkan nya itu dari temannya yang ahli mencari tahu tentang Identitas seseorang yang pernah kehilangan surat pribadi dan hilang ingatan seperti yang pernah di alami oleh Ruby Yolanda.


" Disini di tulis kalau orang yang bernama Ruby Yolanda telah meninggalkan Dublin ke luar negeri yaitu Los Angeles, Usa. Lalu gadis yang bersama ku ini juga bernama Ruby Yolanda dengan identitas yang sama seperti di google nya." Kata Richard menatap serius layar laptop nya yang menampilkan gambar foto Ruby dan identitas Ruby.


"Heem, ada yang tak beres dengan dua orang yang bernama Ruby Yolanda dengan wajah yang sama juga." Gumam Richard dengan bingung.


Ruby Yolanda yang memerhatikan Richard dari luar kamar pria itu dengan penasaran dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Richard di saat ini di depan laptop.


" Aku jadi penasaran..! " Kata Ruby Yolanda yang diam-diam mendekati Richard dan membaca layar laptop Richard lalu terperanjat melihat ada orang yang wajah dan namanya sama dengan nya.


" Aaahh..! Siapakah dia?' Tanya Ruby kaget.


Richard cepat menengok karena mendengar suara Ruby di dekat nya. Pria ini segera berdiri untuk memberikan hiburan melalui pelukan nya yang hangat kepada Ruby.


" Kau pasti merasa terguncang dengan informasi yang berkaitan dengan dirimu dan suami mu yang otaknya tak normal itu! Ah, sepertinya dia menculik seseorang yang mirip dengan mu agar menyamar sebagai kamu di keluarganya agar ia tetap menjadi pewaris tunggal dari Grandpa nya yang di kelabui nya dengan licik, " Kata Richard memeluk Ruby Yolanda yang shock berat atas ulah lain Devano Wandani suami pertamanya itu.


" Dia mengubah identitas orang lain menjadi diri ku dan diri ku di ubah oleh takdir ku kah yang mengharuskan ku untuk menjadi Sumiati nama yang di berikan oleh Richard untuk ku..! " Kata Ruby Yolanda dengan tangisannya di dalam hati nya berdarah karena Devano Wandani.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2