I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 27.


__ADS_3

Soledad merasa risih dengan persepsi setiap orang yang mengunjungi restoran tempatnya bekerja yang menduganya sebagai Ruby Yolanda istri sah dari Devano Wandani yang tak di sangka nya adalah seorang artis ternama di dunia showbiz Amerika Serikat dan sekitarnya.


"Aduh, masa iya kamu tak pernah menyadari bahwa Ruby Yolanda yang kau pakai wajahnya itu adalah seorang yang amat terkenal di dunia sebagai artis top. " Kata Devano Wandani nada santai saat Ia menanyakan soal Ruby Yolanda yang menghebohkan harinya di restoran tempat nya bekerja


" Astaga, jika tahu begini jadinya aku tak mau mengubah wajahku! Itu semua adalah kesalahan mu, Dev. " Kata Soledad yang merasa jengkel luar biasa sambil menatap dirinya di cermin rias di kamarnya.


" Ya, aku tahu karenanya aku ingin mengubah wajahmu lagi dengan wajahmu sendiri agar aku tak bingung melihatmu sebagai Ruby Yolanda yang aku rindukan. " Kata Devano Wandani yang sama sekali tidak ada perasaan sedikit pun kepada Soledad.


" Apa kau pikir mudah untuk gonta-ganti wajah seseorang?" Tanya Soledad tercengang dengan ucapan ringan Devano Wandani.


" Ya, mudah lah. Kau cuma harus pergi ke dokter spesialis bedah plastik untuk mengubah wajah mu kembali dengan membawa foto lamamu dan kau tunjukkan kepada dokter spesialis bedah plastik nya. " Jawab Devano Wandani sambil melahap burger besar di kursi meja makan di ruang makan pada malam hari itu.


" Uang nya berapa coba ? " Tanya Soledad yang menggunakan dua jarinya memberi kode uang kepada Devano Wandani.


" Satu juta dolar AS cukup untuk menganti wajah mu dengan dokter spesialis bedah plastik yang paling bagus di Amerika Serikat. " Jawab Devano Wandani yang tak melihat ke arah Soledad.


" Aaah, aku mana ada uang sebanyak itu..! Kau cuma bisa bicara saja.." Kata Soledad dengan nada kesal sendiri karena Devano Wandani tak menghiraukan dirinya.


" Iya, sudah kau harus menerima nasibmu walau wajah sama tetapi nasib kalian berbeda. " Kata Devano Wandani berdiri lalu pergi ke dapur untuk mengambil minuman dari kulkas.

__ADS_1


" Aku tak mau menjadi orang lain..! " Teriak Soledad melempari pot bunga ke lantai untuk Ia bisa menghilangkan rasa kekesalan di hatinya.


Devano Wandani datang lagi ke ruang keluarga lalu menaruh selembar amplop coklat di meja keluarga sampai mencengangkan Soledad yang cepat mengambil amplop itu dan membukanya.


" Uang satu juta dolar AS aku berikan kepada mu maka silakan kamu gunakan uang itu untuk kau bisa mengubah wajah mu menjadi wajah aslimu sendiri. " Kata Devano Wandani yang meneguk minuman keras dalam satu kali tegukan saja dari botol kaleng segera habis di minumnya.


" Darimana kau dapatkan uang tunai satu juta dolar AS?" Tanya Soledad kepada Devano Wandani sambil melihat ke arah pria muda yang sedang asyik menonton TV acara sepakbola di sofa panjang di ruang keluarga.


"Kau tak perlu tahu darimana aku dapatkan uang itu. Yang perlu kamu ketahui adalah kau harus gunakan uang itu secepatnya agar masalahmu dan Aku bisa terselesaikan dengan tepat waktu nya. " Jawab Devano Wandani tanpa melihat ke arah Soledad yang berdiri di sudut jendela ruang keluarga.


Soledad teediam membisu memegangi amplop coklat berisi uang tunai sebesar satu juta dolar AS dan menatap rambut hitam Devano Wandani dari belakang kepala pria itu.


Khayalan Richard Evander yang menginginkan Ruby Yolanda memenuhi kebutuhan jasmani nya sebagai suami kedua wanita itu terbuyarkan di saat Ia menemukan air mata yang jatuh dari kedua bola mata wanita itu yang melihat foto diri wanita itu sendiri di layar laptopnya yang terbuka di pangkuannya.


" Ruby, lihatlah apa yang sudah di lakukan oleh Devano Wandani terhadap mu ?Dia sudah amat keterlaluan sekali selain mencelakakan mu, Ia juga telah melakukan penipuan terhadap keluarganya sendiri dengan mengubah wajah gadis lain dengan wajahmu. Wanita itu yang di ubahnya itu berasal dari tepi pantai utara dekat vila keluarga Wandani dengan nama Soledad Zevanya Montero yang hidup bersama dengan ibunya yang bernama Laura Montero yang kini di rawat di rumah jompo di daerah selatan kota ini. " Kata Richard Evander kepada Ruby Yolanda yang melihat informasi yang di dapatkan oleh Richard Evander mengenai riwayat dan segala sesuatu yang di perbuat oleh Devano Wandani melalui melacak keberadaan Devano Wandani dari internet.


" Dia sungguh harus ku beri pelajaran setelah aku bertemu dengan nya di Los Angeles." Kata Ruby Yolanda sambil menangis sedih kepada Richard Evander.


" Jika kamu mau pergi ke Los Angeles untuk kau bisa jumpai orang itu? Lalu bagaimana aku yang mencintaimu juga di Dublin?" Tanya Richard nada sarkastis kepada Ruby Yolanda di hadapan nya.

__ADS_1


" Ceraikan aku dan kamu bisa memulai hidupmu yang baru. Lagipula, kau menikahi ku pada saat aku masih mengalami sakit kehilangan ingatan dan itu merupakan pelanggaran hukum untuk mu yang menyalahkan hidup orang lain untuk kepentingan mu sendiri. " Jawab Ruby Yolanda dengan nada tegas kepada Richard Evander.


" Hmm.. Bagaimana cara mu untuk memperoleh uang untuk perjalananmu ke Los Angeles?" Tanya Richard Evander yang kalah bicara dengan Ruby Yolanda yang berada pihak yang benar di dalam hal ini.


" Aku akan menjual cincin berlian pemberian temanku yang berasal dari Peru sebagai modal perjalananku ke Los Angeles setelah kita bercerai secara hukum di pengadilan hukum pernikahan Irlandia Utara. " Jawab Ruby Yolanda yang menatap tegas kepada Richard Evander.


" Baiklah, jika itu maumu. Aku akan memenuhi keinginanmu untuk bercerai. " Kata Richard nada sedih tapi dia tegaskan agar Ruby Yolanda tahu dirinya bukanlah seorang pria yang egois dan suka memaksa kehendaknya sendiri terhadap wanita yang di cintai nya itu.


"Oke, ku tunggu janjimu sampai esok pagi hari untuk kita segera pergi ke pengadilan hukum pernikahan Irlandia Utara. Karena aku tidak mau menunda-nunda waktu ku di sini. " Kata Ruby Yolanda kepada Richard Evander sebelum Ruby pergi ke kamarnya dan menyusui bayinya yang terbangun dari tidurnya karena rasa haus di tengah malam.


Sambil menyusu bayinya di ranjangnya sendiri. Ruby Yolanda memikirkan bagaimana proses pertemuannya kembali dengan Devano Wandani yang telah di ketahui nya berada di Los Angeles bersama dengan gadis lain yang bernama asli Soledad Zevanya.


" Aku harus mempersiapkan diriku untuk hadapi pria berengsek itu. Aku harus menemuinya jika aku mau kebebasanku kembali. " Kata Ruby di dalam hatinya.


Ruby Yolanda menatap bayinya yang wajahnya begitu mirip seperti Devano Wandani versi kecil di usia sekitar satu setengah tahun itu yang kini di dalam pelukan hangatnya di ranjangnya.


" Ziko putraku bersabarlah kamu pasti akan segera bisa berjumpa dengan ayah kandung mu yang menyebalkan itu. " Kata Ruby kepada bayi nya sendiri yang telah tertidur pulas kembali usai di beri asi olehnya.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2