
Ruby tiba di kota Los Angeles dan mulailah Ia mencari seseorang yang sudah di kenalnya dari Ia remaja lalu Ia berhasil menemui asisten artis nya yang bernama Rosalinda yang juga adik tiri nya.
" Rose, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu lagi sekian lama tak jumpa dengan mu setelah aku menikah dan memiliki anak. " Kata Ruby di apartemen nya sendiri.
" Kakak Cheni, kau kemana saja aku menunggu mu loh untuk diskusi pekerjaan mu yang telah tertunda sejak kamu menikah dengan Devano Wandani dan tahu-tahu kau datang membawa seorang bayi usia satu tahun lebih yang tampan di gendongan mu." Kata Rosalinda yang amat merindukan kakak tirinya sekaligus bos artisnya itu.
" Aku liburan ke Dublin bersama dengan suamiku yang baik hati. " Jawab Ruby tetap tak mau buka rahasia kelam nya tentang Devano Wandani yang telah menyakiti nya itu kepada orang -orang terdekatnya itu.
" Ouh, wah kalian berlibur ke Dublin dan pulang -pulang kalian sudah mempunyai seorang anak laki-laki. Wah, kejutan sekali bagi ku dan dunia mengenai seorang artis Hollywood hebat seperti mu yang tertutup privasi nya ternyata sekarang ini telah mempunyai seorang anak dari suaminya yang supertajir melintir. " Kata Rosalinda dengan nada kagum kepada Ruby.
" Iya,ya makasih atas kekaguman mu itu kepada Ku. " Kata Ruby yang kemudian memberikan bayi Ziko kepada pengasuhnya dahulu yang bernama Leticia.
" Ohya, Kakak Cheni aku ingin memberitahu mu mengenai drama televisi yang pernah kamu bintangi sangat laris manis loh sampai pihak produser drama televisi tersebut ingin kamu jadi bintang utama nya lagi di season keduanya dan Ia sudah menanyakan nya kepadaku. " Kata Rosalinda yang sangat antusiasme untuk Ruby kembali ke dunia showbiz nya.
" Ya, Rosalinda aku akan memikirkan tawaran fantastis dari produser drama televisi itu untuk aku bisa kembali berakting di drama televisi nya. Tapi, aku harus meminta izin dahulu dari suami ku yang sedang aku cari di kota Los Angeles ini. " Kata Ruby kepada Rosalinda seraya membuka televisi internet nya untuk melacak keberadaan Devano Wandani dan Soledad gadis yang wajah nya di ubah seperti dirinya oleh suaminya yang dungu itu.
" Kau mencari suami mu di kota Los Angeles ini? Loh, ngapain susah-susah mencarinya di televisi internet mu yang ada google map nya itu? Kamu kan istrinya tentu kau tahu rumahnya yang amat misterius di kota ini." Kata Rosalinda merasa bingung dengan Ruby yang begitu susah payah mencari suami tajir melintir dari kakak tirinya itu.
__ADS_1
" Aku terpisah dari nya di bandara dan Ia tak beri tahu aku di mana rumahnya." Jawab Ruby yang setengahnya jujur karena Ia tak pernah kenal suaminya itu dan Ia menikah begitu saja tanpa mengetahui seluk-beluk Devano Wandani yang misterius itu.
" Kau menikah dengan nya tanpa mengetahui rumahnya dimana? Bagaimana kau ini ?" Tanya Rosalinda menggeleng-geleng kepalanya ketika mendengar jawaban Ruby.
" Karena aku di culik neneknya dan di bawa ke Beijing lalu menikah dengannya di sana sebelum aku di bawa liburan ke Dublin oleh nya. " Jawab Ruby nada getir begitu ia ingat pernikahannya yang superkilat itu kepada Rosalinda.
" Astaga, ada hal seperti itu di kalangan orang seperti kalian ? Ah, asal kamu tahu saja semua orang berpikir bahwa kamu hamil di luar nikah yang membuat mu harus menikah secara diam -diam dari para penggemar mu di seantero negeri ini. " Kata Rosalinda yang memberikan berita -berita mengenai Ruby sekitar dua tahun yang lalu melalui iPadnya kepada Ruby.
Ruby menyambar iPad lalu membantingnya ke luar jendela hingga Rosalinda menjerit-jerit di karenakan iPad itu milik Rosalinda yang di buang begitu saja oleh Ruby ke luar jendela apartemen.
"Kak Cheni iPad ku itu..! " Jerit Rosalinda yang seketika wajahnya menjadi merana kepada Ruby yang mengabaikannya dengan menatap layar televisi internet canggih Ruby.
Rosalinda memilih merapikan barang-barang yang sangat penting baginya untuk di jauhkan dari Ruby sebelum semua barang itu hancur berkeping-keping untuk melampiaskan amarah Ruby.
" Astaga, pengantin kelas atas memang berbeda kalau sedang marah dan yang menjadi korban adalah barang-barang mahal dunia. "Kata Rosalinda yang menghindari masalah dengan Ruby.
Selagi Ruby sedang sibuk mencari informasi dari suaminya itu. Seseorang membuka pintu rumah nya dan Ia terkesiap melihat Papa nya lah yang datang ke rumahnya.
__ADS_1
" Papa..! " Jerit Ruby yang segera menubruk Papa nya yang kaget namun amat senang sekali berjumpa denganya lagi.
" Cheni.. Putri ku yang manis. " Kata Papa nya yang membelai rambut indahnya sampai ke punggung nya itu dengan penuh kerinduan yang mendalam.
" Papa.. Oh.. Papa.. Cheni sungguh merindukan Papa.. Huhuhu..! " Tutur Ruby menangis rindu kepada Papa nya.
" Cheni kenapa kamu bisa berada di rumah mu lagi di Los Angeles ini?Bukankah seharusnya kamu itu berada di Beijing untuk merayakan hari ulang tahun Ahma nya suami mu? " Tanya Papa nya dengan nada heran sekali melihat nya ada di rumahnya sendiri.
" Aku tak diundang mereka, Pa. Aku tak pernah tahu tentang mereka semua terutama tentang Devano Wandani si pria sialan itu yang sudah menyakiti ku..! " Jawab Ruby tanpa sadar Ia telah mengatakan hal itu kepada Papa nya.
"Hei, apa maksud mu Devano telah menyakiti mu hingga kau menangis seperti ini kepada Ku, Ruby sayang?" Tanya Papa nya amat terkejut dengan perkataannya tadi.
" Papa, dia -dia telah mencelakakan ku di Dublin hingga aku nyaris kehilangan nyawa ku bersama dengan bayi yang ku kandung saat itu dan dia bahkan mengubah gadis lain untuk menjadi aku agar rahasia nya aman di mata keluarga nya dan Papa. " Jawab Ruby yang tak bisa menutupi apa yang menimpanya di Dublin kepada Papa nya.
" Keterlaluan! Papa akan membongkar kelicikan nya kepada Akong nya di Beijing agar Ia tak bisa mewarisi tahta dan harta seluruh kekayaan Akong nya itu. " Kata Papa nya dengan nada marah.
" Papa.. Bagaimana jika keluarga Wandani tak mempercayai ucapanku tanpa bukti yang kuat ? Aku akan di tuduh sebagai gadis penipu karena di sana ada Soledad Zevanya gadis yang di ubah oleh Devano Wandani yang tentunya Dia akan di percaya sebagai diriku yang selalu berada di sisi Devano Wandani dari awal pernikahan kami di kota Beijing hingga setelah kami menyelesaikan liburan bulan madu kami di vila keluarga besar Wandani. " Kata Ruby sambil menangis kepada Papa nya.
__ADS_1
Bersambung!