
Ruby memerhatikan Devano Wandani suaminya itu memerintahkan Bos besar dari perusahaan pakaian ternama untuk membuatkan satu buah pakaian untuk hadiah ulang tahun Mamanya.
" Dev, apa kamu tak merasa dirimu keterlaluan kepada orang lain di tempat orang itu sendiri?" Tanya Ruby di samping Devano Wandani.
" Tidak! " Jawab Devano Wandani tersenyum untuk Ruby.
"Kamu tak boleh memaksa kehendak mu pada orang lain..! " Kata Ruby kepada Devano Wandani dengan nada menegur suaminya.
" Ssssttt..! " Devano Wandani menaruh jemari telunjuknya ke bibir Ruby." Diam saja dan lihat aku sajalah..! " Pria ini membelokkan wajahnya ke dekat pria itu lalu menciumnya tanpa izin dahulu.
"... "
" Kau istriku, aku tak perlu izin darimu untuk aku bisa menciummu. " Kata Devano Wandani yang menggunakan lidahnya menjelajahi rongga mulut Ruby dan tangannya mengusir Bos besar perusahaan pakaian ternama keluar ruangan.
" Kau mau apa? Di kantor orang lain..! " Kata Ruby yang berusaha menepis tangan Devano Wandani yang menyelusuri pakaiannya.
"Hmm, mulai jam delapan pagi ini, kantor ini adalah milikku dan perusahaannya adalah punya aku juga. Lalu kamu adalah istriku...! " Kata Devano Wandani yang memangku Ruby di atas pangkuannya.
" Kau membeli perusahaannya? " Tanya Ruby kaget.
" Ya, karena aku tak ingin kamu membeli barang murah di toko tak layak untuk kamu kunjungi. " Jawab Devano Wandani yang membuka pakaian Ruby dan menjilati tubuh Ruby lalu bagian bawah Ruby di masuki oleh belalainya.
Ruby memejamkan sepasang matanya dan ia berusaha untuk tidak mengeluarkan ******* dari mulutnya karena permainan cinta Devano Wandani yang memabukkan itu.
" Aku ingin memberikan seorang adik untuk Ziko putra kita, sayang. Oh, apakah kamu memakai alat kontrasepsi untuk mencegah dirimu hamil kembali? " Tanya Devano Wandani kepada Ruby sambil mengguncang tubuh Ruby bak tsunami yang mengguncang bumi.
" Ya, aku tak mau hamil anak mu lagi..! Aaahhh..! Aku mau cerai..! Aduuuhhh...! " Teriak Ruby yang di pangkuan Devano Wandani.
__ADS_1
" Tak bisa! Kau tak bisa cerai dariku...! Kamu dan Ziko milik ku yang paling berharga di dunia ini. Aku tak pernah bisa hidup tanpa kalian di sisiku...! " Kata Devano Wandani yang menaruh Ruby di sofa.
" Hmm.., Aku membencimu karena kamu terlalu memaksa kehendak mu! " Kata Ruby yang bibir nya di gigit Devano Wandani sampai berdarah.
"Tidak! Mulutmu bilang benci aku tetapi hati dan tubuh mu menginginkan aku dan mencintai aku suamimu, pria mu dan papa dari putramu..! " Kata Devano Wandani yang menarik Ruby untuk duduk di atas tubuhnya.
" Kauuuu..! Aduuhhh..! "
" Cheni, yuk kita pergi ke dokter di rumah sakit terbaik untuk melihat kondisi dalam tubuh mu apakah kamu memakai alat kontrasepsi ataukah kamu hanya menipuku saja...? "
Devano Wandani menghentikan kegiatannya pada tubuh Ruby usai merasakan kepuasan yang sangat membahagiakan dirinya itu. Ia telah memakaikan Ruby pakaian dengan rapi lalu Ia mengambil barang yang di minta untuk dibuatkan untuk Mama mertuanya dari mantan bos perusahaan pakaian ternama itu.
" Terimakasih, YunKi. " Kata Devano Wandani dengan nada singkat kepada YunKi lalu mengajak Ruby pergi dari perusahaan itu.
Di rumah sakit keluarga Wandani. Ruby harus menjalani pemeriksaan secara keseluruhan pada isi dalam tubuhnya sesuai dengan keinginan dari Devano Wandani.
" Apakah dia pernah minum pil KB atau suntik KB untuk mencegah kehamilan selanjutnya? " Tanya Devano Wandani yang menatap istrinya dengan tatapan matanya begitu mengharapkan tak ada masalah untuk mereka bisa memperoleh anak lagi.
" Tidak ada, Tuan. Rahim Nyonya muda bersih dan sehat jika untuk proses kehamilan berikut nya bisa di lakukan melalui proses tanggal kesuburan Nyonya muda dan Anda. " Jawab Dokter spesialis kandungan kepada Devano Wandani.
" Baiklah, Dok.Terimakasih atas penjelasannya yang sangat bermanfaat bagi kami berdua ke depannya..! " Kata Devano Wandani yang telah menggendong Ruby untuk pulang dari rumah sakit.
Ruby berjalan tanpa menghiraukan Devano yang mengikutinya ke depan kelas Ziko untuk mereka berdua bisa menjemput anak mereka pulang dari sekolahnya.
" Kita pergi makan siang bersama di restoran saja karena aku harus segera kembali ke kantor. " Kata Devano Wandani yang mengajak istri dan anaknya ke restoran terdekat di sekolah Ziko.
******
__ADS_1
Richard Evander menunggu seseorang yang akan datang ke kafetaria tempat pria ini akan menemui seseorang yang tentunya bisa bantu pria ini menangani masalah kecilnya.
" Hai, Richard. " Sapa seorang gadis muda usia dua puluh tahun kepada Richard Evander.
" Hai, Sonya . Mari kamu bisa duduk di kursi di depan ku dan memesan makanan yang kamu suka. " Kata Richard Evander yang membalas sapaan temannya.
" Wah, terimakasih sekali. " Kata Sonya yang melihat -lihat buku menu makanan di kafetaria itu. Lalu, gadis ini memesan makanan yang di pilihnya kepada pihak kafetaria dan selanjutnya menunggu Richard Evander mengungkapkan keinginan pria itu untuk gadis ini bisa membantu dengan baik.
" Aku mau kamu pura-pura menjadi istriku di depan sepupu ku yang akan membawa tunangan nya ke hadapanku di tempat wisata istana musim panas pada akhir pekan ini. Apa kamu bersedia untuk membantuku, Sonya? "
Richard Evander mengungkapkan keinginannya kepada Sonya.
" Kenapa aku harus berpura-pura menjadi istrimu? Bukankah akan lebih baik kalau kita benar-benar menjadi suami istri dengan kita melakukan pernikahan kontrak selama tiga bulan? " Tanya Sonya yang mengusulkan ide yang terbaik untuk mereka.
" Tak bisa, aku tak mau mempermainkan yang namanya pernikahan! karena aku menilai bahwa pernikahan itu suatu yang sakral dan suci untuk kehidupan manusia dapat menjalani kehidupan dengan bahagia. " Jawab Richard Evander yang menolak ide yang di sarankan oleh Sonya.
" Kita berpura-pura menjadi suami istri di depan sepupu mu sama saja mempermainkan cinta. " Kata Sonya kepada Richard Evander sambil memotong steak di atas meja.
" Kita tak ada cinta satu sama lainnya." Kata Richard Evander kepada Sonya dengan sarkas.
" Aku mencintaimu kok dari aku kecil namun kamu tidak pernah menyadari perasaan ku untuk mu karena kesibukan mu sebagai Dokter di Irlandia Utara. Sedangkan aku cuma seorang mantan perawat saja yang tidak ada artinya bagi kamu dan rumah sakit di sana..! " Kata Sonya dengan jujur mengutarakan isi hatinya kepada Richard Evander.
" Aku hanya mencintai Ruby Yolanda seorang. Aku ingin mendapatkan dirinya kembali ke sisi ku, karenanya aku ingin mendekati sepupu ku agar aku bisa masuk ke dalam keluarga besar Wandani yakni pura-pura menjadi suaminya, Sonya. " Kata Richard Evander dengan raut wajahnya begitu sayu dan sedih kepada Sonya.
" Oh, kamu mengetahui bahwa aku adalah salah satu putri tiri dari Tuan besar Wandani atau Papa kandung Devano Wandani yang bernama Benny Wandani dan mama tiri ku itu Lilian Bong yang membuat kamu mempunyai ide seperti ini? " Sonya tak percaya bahwa Richard Evander akan memanfaatkan cintanya kepada pria di depan nya itu untuk melakukan misi mendapatkan kembali wanita yang di cintai pria itu.
Bersambung!
__ADS_1