I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 47.


__ADS_3

Devano terkekeh senang menggoda sepupunya yang di anggap terlalu lambat dalam mengejar cinta karena sepupunya itu tidak seperti dirinya yang memiliki semangat untuk mendapatkan cinta dan segala keinginannya.


" Dev, apakah kamu sudah merapikan kopermu untuk perjalanan mu bersama dengan istrimu ke kota Xiamen pada pagi hari ini jam delapan pagi ini? " Tanya Nyonya besar Wandani di tempat duduknya di samping tuan besar Wandani.


" Sudah, Ahma. Pokoknya semua barang Vano sudah rapi dan barang Ruby juga sudah rapi di bagasi mobil. " Jawab Devano dari tempat duduknya kepada Ahma nya sambil menyuap sarapan pagi berupa cakwe ke mulutnya.


" Ohya, Dev, usai kalian pulang dari kota Xiamen pada awal tahun baru akan datang, Akong mau kamu dan Cheni kembali ke Los Angeles untuk kamu mengurus perusahaan kita di sana dan Cheni bisa mengurus usaha pameran lukisan Ahma mu di sana. Apakah kamu dan Cheni bersedia untuk kembali ke Los Angeles untuk menangani urusan kami yang di wakili oleh kalian di sana? " Tuan besar Wandani bicara langsung dengan Devano cucu kesayangannya yang selalu di khawatirkan olehnya itu.


" Ya, akong, Vano dan Cheni bersedia untuk pulang ke Los Angeles untuk membantu usaha Akong dan Ahma di sana setelah kami pulang dari perjalanan kami di kota Xiamen. " Jawab Devano yang mengerti bahwa Akong nya tak ingin dia melihat hari -hari terakhir di masa Akong nya yang sudah divonis oleh para dokternya bahwa hidup Akong nya tinggal menunggu hari saja.


" Terimakasih kamu memahami Akong mu dengan baik. Nah, kalau kamu sudah selesai sarapan pagi, sebaiknya kamu dan Cheni cepatlah berangkat ke kota Xiamen agar urusan kalian tak terbengkalai terlalu lama. " Kata Akong nya yang mengalihkan perhatian kepada Ruby Yolanda istrinya yang duduk di kursi di sebelah nya.


"Iya, Akong. Kami berangkat dahulu ya ke kota Xiamen dan jangan lupa tolong Akong jaga kesehatan akong selama kami pergi dan tunggu kami kembali ke rumah ini. " Kata Devano yang segera membantu Ruby untuk berdiri dari kursi dan menyalami Akong dan Ahma serta Papa dan Mama nya sebelum akhirnya mereka berangkat ke kota Xiamen dengan mengendarai mobil ke bandara dahulu.


******


Rumah sakit di Ibukota Beijing, China.


Richard menunggu di luar ruang laboratorium untuk menerima hasil laporan mengenai kondisi kepala Sonya Wandani yang harus melakukan pemeriksaan lebih detail mengenai penyakit yang di derita oleh adik tirinya Devano Wandani itu.


" Tuan, ini adalah hasil laboratorium dari CT scan kepala dari Nona Sonya Wandani dan hasilnya adalah Nona mengalami kanker batang otak yang sudah masuk ke stadium tiga. " Kata dokter spesialis otak kepada Richard Evander yang menerima surat laboratorium kesehatan kepala Sonya Wandani.

__ADS_1


" Berapa lama Nona Sonya Wandani harus bertahan hidup dengan penyakitnya yang sudah parah ini? " Tanya Richard Evander yang tiba-tiba merasa kasihan terhadap Sonya Wandani.


" Kira -kira satu atau dua tahun paling lama untuk masa hidupnya Nona Sonya Wandani, Tuan Evander. " Jawab dokter spesialis otak kepada Richard Evander.


" Ahhhh! Ya, Dok. Terimakasih banyak atas hasil laporan laboratorium kesehatan kepala Sonya Wandani. " Kata Richard Evander dengan sikap sopan kepada dokter yang menangani Sonya Wandani.


Richard Evander mendatangi kamar pasien di ruang Vvip untuk menemui Sonya Wandani yang sudah sadar dari pingsannya dan duduk di tepi ranjang pasiennya lalu menyambut kedatangan Richard Evander dengan senyuman manisnya.


" Hai, Richard, gimana hasil laporan laboratorium kesehatan kepala ku? Apakah hasilnya oke atau aku akan meninggal dunia di usia ku masih muda sekali? " Tanya Sonya Wandani dengan senyumnya kepada Richard Evander.


"Sonya, kamu masih muda sekali baru usia dua puluh satu tahun dan aku yakin bahwa kamu pasti akan bisa melewati cobaan hidupmu yang berat ini dan kamu akan selalu baik-baik saja selama kamu bisa menjaga kesehatanmu dan selalu hidup dengan ceria. " Kata Richard Evander yang merasa iba hatinya kepada Sonya Wandani.


" Kenapa kamu bicara seperti itu, Rich? Apakah penyakit aku sangat parah sekali sampai aku harus mendapatkan hiburan dari mu seperti ini? " Tanya Sonya Wandani menatap lurus pemuda di hadapannya itu.


" Ughh! Menjauhlah dariku dan jangan pernah kau mengasihani aku yang selama ini kamu abaikan dan semua orang di rumah ku tak ada yang mempedulikan keberadaan ku..! " Kata Sonya Wandani yang mendorong tubuh pemuda yang memeluknya karena kasihan bukan cinta.


" Sonya Wandani kau jangan pernah berpikir bahwa tak ada satu orang pun yang tak pernah perduli kepada mu! Karena aku adalah orang pertama yang akan menghiraukan dirimu asalkan kamu semangat untuk berjuang untuk hidup dan melawan penyakit mu..! " Kata Richard Evander yang perlahan-lahan mendekati Sonya Wandani kembali yang menangis begitu sangat sedih sekali.


" Huhuhuhuhu...! Aku Sonya Wandani sungguh payah..! " Teriak gadis itu yang menerima pelukan Richard Evander.


" Kau tak pernah payah, Sonya. Kamu gadis yang hebat..! Percayalah bahwa aku akan selalu ada untukmu sebagai sahabat mu. " Kata Richard Evander dengan tulus hati.

__ADS_1


" Aku tak mau kau menjadi sahabat ku tetapi aku mau kamu menjadi suami aku dengan kamu mau menikah dengan aku sebelum aku matii..! " Kata Sonya Wandani menatap pilu Richard Evander.


" Iya, ya, ya.. Aku akan menikahi kamu untuk aku bisa membantumu untuk menjalani pengobatan mu untuk penyakit mu itu. " Kata Richard Evander yang merasa kasihan kepada Sonya Wandani akhirnya menyetujui untuk menikah dengan Sonya Wandani.


" Terimakasih Richard..! " Kata Sonya Wandani yang menumpahkan tangisannya di pelukan hangat Richard Evander.


Richard Evander merenung sejenak untuk pikiran dan hatinya tak memikirkan wanita lain selain Sonya Wandani gadis malang yang harus di temani olehnya sampai akhir hidup gadis itu.


" Apakah aku harus move on dari seorang Ruby Yolanda dengan aku harus membuka hatiku untuk seorang Sonya Wandani yang jauh lebih membutuhkan aku daripada Ruby Yolanda yang kini ku yakin lebih memilih Devano Wandani sebagai suaminya daripada aku yang tidak ada artinya baginya..! " Batin Richard Evander.


Sonya Wandani tertidur pulas di ranjang pasien usai Ia mendapatkan kepastian dari Richard Evander yang akan menikahinya sesuai harapan di hatinya.


" Aku akan memiliki kamu, hati mu dan hidup mu bukan wanita lain yang tak pernah ada rasa cinta di hatinya untuk mu. " Batin Sonya Wandani.


******


Rumah kecil kediaman Wandani.


Pagi hari yang sangat suntuk bagi Soledad yang harus bangun tidur untuk morning sickness yang mengganggunya di awal kehamilannya yang mulai mengganggu kehidupannya.


" Uuuuh, pagi -pagi aku harus bolak balik ke kamar mandi untuk muntah dan buang air kecil seperti ini setiap harinya..! Sebal..! " Gerutu Soledad Zevanya yang memandang dirinya sendiri di cermin di dalam kamar mandi dan memandangi perutnya yang telah mengeras dan kencang itu.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2