
Soledad dengan tubuh gemetar di lantai ruang utama rumah besar keluarga Wandani melihat warna merah di wajah Tuan besar dan Nyonya besar Wandani yang memandangi dirinya dan Eduardo Wandani yang masih pingsan di lantai dan berada di sampingnya.
" Kau wanita ******* yang berani bermain opera di hadapan aku dengan akting mu mengaku kamu hamil anak dari cucu kesayanganku? Dan sekarang kebusukanmu sendiri telah terbongkar dengan sikap hinamu sendiri di rumah kami dengan kamu bercinta dengan cucu lain dari kami yang ternyata adalah ayah kandung dari bayi mu itu..! " Kata Tuan besar Wandani dengan nada marah besar kepada Soledad.
" Tu.. Tuan besar bukan seperti yang Anda duga mengenai diriku dan janin di perut ku..! " Kata Soledad mencoba untuk memberikan penjelasan kepada Tuan besar Wandani.
" Cukup jangan membual lagi kamu ya? Mulai dari hari ini kau! Aku usir dari rumah ku." Kata Tuan besar Wandani yang memerintahkan para Pengawal untuk mengeluarkan Soledad dari rumahnya.
" Tuan besar Wandani tolong jangan usir aku dari rumahmu!!!!! " Teriak Soledad di sepanjang jalan keluar dari kediaman keluarga Wandani.
" Dan, untuk anak ini, aku coret dia dari daftar nama anggota keluarga Wandani lalu usir dia dari rumah ku..! " Kata Tuan besar Wandani yang mengalihkan perhatian kepada Eduardo yang tergeletak di lantai ruang utama rumahnya.
" Baik, Tuan besar Wandani. " Jawab para Pengawal nya.
" Untuk kalian berdua, aku mengucapkan terima kasih atas bantuan kalian yang membongkar kebusukan kedua orang itu untuk membersihkan nama baik Devano Wandani yang telah aku catat secara resmi sebagai pewaris tunggal ku. " Kata Tuan besar Wandani yang menghadapi Vivian dan Bayu yang berdiri dengan wajah tertunduk sopan di hadapannya.
" Terimakasih Akong. Kami cuma membantu sepupu kami saja, tak ada hal lain lagi. " Kata Bayu putra Wijaya dengan sikap hormat kepada Tuan besar Wandani.
__ADS_1
" Kau jangan khawatir karena aku akan membuat sebuah pesta pernikahan yang megah untuk mu dan Vivian pada akhir pekan depan serta sebuah rumah besar dan lengkap di Berlin, Jerman. Aku ingin membagikan sedikit hadiah pernikahan dan tanda kasih sayang ku untuk kalian berdua sebagai cucu -cucu luarku. " Kata Tuan besar Wandani dengan ketulusan hati kepada Bayu dan Vivian.
" Iya, Akong terimakasih banyak karena Akong masih mempedulikan kami meskipun kami hanya cucu luar Anda. " Kata Bayu yang merasa berterima kasih sekali kepada Tuan besar Wandani yang sudah begitu memperhatikannya dan membesarkan dirinya sehingga ia menjadi salah satu pengusaha sukses di Asia Tenggara.
" Iya, sama-sama Bayu. Kau jagalah amanat dan kepercayaan ku kepada mu dengan kamu harus menghormati dan menghargai pasangan mu di samping mu itu. " Kata Tuan besar Wandani yang memberikan wejangan kepada Bayu.
" Ya, Akong, pasti Bayu akan mematuhi nasihat baik dari Akong dan melaksanakannya dengan tanggungjawab penuh sebagai pria dewasa. " Kata Bayu dengan sikap yang dewasa sekali untuk menyakinkan Akong nya.
" Bagus, jika kamu memiliki pemikiran dan juga perilaku yang sesuai dengan kata -kata yang kau ucapkan kepada ku pada hari ini di ruang utama keluarga Wandani. Semoga kamu selalu ingat dan kau praktekan sesudah kamu berada di fase kedua mu di dalam kehidupanmu nantinya usai kamu mengarungi lautan kehidupan pernikahan yang penuh lika -liku di dalamnya. " Kata Tuan besar Wandani yang melihat ke arah Vivian calon istri dari Bayu.
" Ya, Akong, Bayu mengerti nasehat Akong. " Kata Bayu yang dapat melihat isyarat dari Akong dan kata -kata akong nya itu.
" Ya, Akong. Kami permisi untuk pamit keluar dari ruang utama. " Kata Bayu yang mengajak tunangannya berjalan mundur lalu berbalik arah keluar pintu ruang utama di kediaman Keluarga Wandani.
*******
Richard Evander menggandeng tangan Sonya Wandani berjalan keluar dari salah satu rumah sakit di Ibukota Beijing. Pria ini dengan telaten sekali merawat dan menjaga serta menemani Sonya Wandani selama gadis itu di rawat di sana karena mengidap penyakit kanker batang otak.
__ADS_1
" Kita akan pulang ke rumah ku saja, Rich. "Kata Sonya Wandani di kursi di sebelah Richard yang mengemudi mobil.
" Ke rumahmu? Aku belum siap untuk bertemu dengan orangtua mu untuk kita memberitahu mereka bahwa kita sudah menikah di kantor catatan sipil pernikahan. " Kata Richard yang agak kikuk untuk bertemu dengan Ruby Yolanda mantan istrinya di rumah keluarga Wandani.
" Bukan! Kita bukan pulang ke rumah Akong ku tetapi ke rumahku di kota Hangzhou untuk kenyamanan kita berdua atau kita langsung saja pergi ke Irlandia Utara untuk pulang ke rumah mu serta mencari dokter yang terbaik untuk mengobati penyakit ku. " Kata Sonya Wandani yang melihat suaminya mengemudi di sebelah nya melalui kaca spion.
"Oh, terlalu jauh untuk kamu bisa menempuh perjalanan ke Irlandia Utara karena kamu baru saja keluar dari rumah sakit pasca operasi dan melakukan kemoterapi. " Kata Richard yang tak ingin pergi jauh dari kota dan negara yang di tinggali oleh Ruby Yolanda.
"Baiklah, lalu kamu ingin kita tinggal di mana? Apakah kamu mempunyai rumah di Beijing? " Tanya Sonya Wandani meraih lengan suaminya.
" Tidak, tapi aku akan menyewa apartemen untuk tempat tinggal kita di Beijing yang jaraknya tak jauh dari kantor mu bekerja. Bagaimana? " Jawab Richard yang menggunakan dagunya untuk membelai puncak kepala Sonya Wandani yang mengingatkan dirinya dengan Ruby.
"Hmm, aku tak mau kamu memboroskan uang mu dengan menyewa apartemen di Beijing." Kata Sonya Wandani yang mengecup pipinya.
" Lalu kita akan tinggal dimana? " Tanya Richard yang tak sengaja membelokkan mobil ke arah komplek perumahan keluarga Wandani dengan otomatis karena pikirannya terfokus kepada Ruby Yolanda mantan istrinya yang masih di cintai olehnya itu.
" Loh, ini kan arah ke rumah Akong ku, Rich? Apa kamu mau menyewa apartemen di sekitar lokasi ini? Mahal loh harganya. " Kata Sonya Wandani yang tak menyangka bahwa Richard melajukan mobil ke arah rumah keluarga Wandani.
__ADS_1
" A..Aku.. Aku pikir lebih cepat kalau kita temui Akong mu untuk memberitahu Beliau mengenai pernikahan kita berdua. " Kata Richard yang kini memarkirkan mobil dengan tepat di depan pintu gerbang utama rumah besar Wandani sampai Sonya Wandani terbelalak melebarkan matanya karena mobil pengaawal pribadi Ahma nya telah melaju ke arah pintu gerbang utama rumah besar Wandani atau lebih tepatnya ke arah mobil yang di kendarai oleh Richard dan di tumpangi oleh Sonya Wandani.
Bersambung!