
Devano menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya yang terbuka lalu turun dari ranjang dan mengambil hpnya yang tergeletak di meja kecil di dekat jendela kamar cottage. Lalu, pria tampan ini membuka jendela kamar sembari memakai baju dan merapikan dirinya.
" Leo, kau blokir nomor HP yang aku kirim ini dan bantu aku temukan pria bule dungu yang telah meniduri Laura Wandani sepupu ku yang nama aslinya adalah Zhao Li Yuan atau Laura Zhao lalu bawa dia kehadapan aku di kantor ku pada esok pagi jam sembilan pagi. " Kata Devano kepada asistennya di hpnya.
Ruby Yolanda masih terlelap di ranjang usai permainan cinta Devano yang menaklukkannya dengan berbagai cara unik dan memabukkan nya hingga wanita itu tak dapat mengekang gelora asmara yang di tuangkan oleh suaminya terhadapnya itu.
" Cantik sekali kamu, Cheni. Kau memiliki bibir yang semanis buah persik. " Kata Devano usai menelepon dengan asistennya telah kembali ke ranjang dengan menyentuh bibir istrinya terus menerus.
"Nggh..! " Erang Ruby yang merasakan tubuh sangat lelah sekali tetapi ia bahagia dapat melayani suaminya.
" Halo, sayang. Kamu sudah bangun tidur? Mari kita pergi mandi bersama lalu rapi -rapi dan berangkat pulang ke Beijing. " Kata Devano kepada Ruby dengan suara lembutnya dan jari tangan menyelusuri relung wajah cantik jelita Ruby dan menciumnya dengan berulang-ulang kali sampai Ruby menggigit bibirnya hingga berdarah.
" Aduh, ganas sekali istriku ini bagai serigala betina yang haus darah serigala jantannya yaitu aku Devano Wandani. " Kata Devano kepada Ruby seraya menaiki tubuh Ruby lagi sebelum waktu untuk mandi bersama dengan istrinya itu tiba.
Satu jam kemudian, Devano menggendong Ruby dari kamar sampai ke mobil limosin mereka yang telah terparkir di depan cottage mereka untuk mengantarkan mereka ke bandara.
" Pulau Gulangyu sungguh membawa kesan yang mendalam bagi kita berdua, sayang. Dan, aku berharap sepulangnya kita dari tempat sejuk dan indah ini, kamu akan isi lagi. " Kata Devano kepada Ruby seraya mengelus -elus bagian bawah perut Ruby yang rata dan halus.
__ADS_1
" Iya, Amen. Semoga kita berhasil mendapatkan buah hati kedua kita sepulangnya kita dari kota Xiamen yang mendatangkan kebahagiaan dan cinta kita kembali bersemi dan mekar. " Kata Ruby yang menaruh kepalanya di pundak kanan Devano. Ia merasakan kepalanya di belai lembut suaminya yang ternyata semanis dan selembut sutra dalam mencintainya padahal dahulu ia mengira suaminya ini kejam, arogan dan ketus sifatnya yang membuatnya takut mendekati Devano, namun nyatanya Devano begitu baik dan manis sekali kepadanya.
*****
Ibukota Beijing, China.
Richard Evander terperanjat kaget melihat dirinya berada di ranjang yang berbeda dengan kamarnya dan menemukan dirinya di kelilingi oleh lima atau enam orang pria tubuh besar yang memerintahkannya untuk berpakaian dengan rapi dan cepat dengan sinar mata ke-enam pria itu.
" Kalian ini siapa? Kenapa aku bisa ada di sini? Tempat apa ini? " Tanya Richard Evander dengan nada penasaran dengan orang-orang itu.
" Kau akan tahu siapa kami jika kamu ikut kami ketemu dengan bos kami dan mengenai kamu ada di sini adalah kesalahan mu yang tergoda dengan sepupunya bos kami yang memiliki niat untuk merusak nama baik bos kami. " Jawab salah satu dari enam pria ini kepada Richard Evander.
"Ikut saja dahulu nanti juga kamu akan tahu, kok. Mari ikuti saja kami. " Jawab ke-enam pria itu yang menyeretnya keluar dari hotel dengan tak sabaran dan memasukkannya ke mobil mewah yang belum pernah dilihatnya.
" Mobil ini memiliki sensor yang bisa melihat segalanya yang ada di dalamnya termasuk Aku dan posisi Aku yang di tengkurapkan secara tak terhormat oleh ke-enam pria aneh itu. " Batin Richard Evander, pria asal Irlandia Utara darah Indonesia ini merasa sebal sekali dengan cara orang-orang itu memperlakukan dirinya.
Richard tak pernah menghitung beberapa lama perjalanan Ia di bawa kehadapan Bos dari ke-enam pria yang membawanya seperti cara orang membawa karung beras saja lalu Ia di taruh di sofa panjang yang empuk, bersih, wangi dan mahal. Ia bisa melihat tempat itu adalah sebuah kantor orang besar dengan fasilitas yang super mewah sekali bak kantor Kekaisaran saja.
__ADS_1
" Selamat pagi dan selamat datang untukmu, Richard Evander yang terhormat. " Sapa pria muda tampan berpenampilan layaknya bos besar yang memasuki ruangan itu dan duduk di sofa putar di belakang meja kerja dan menatap seseorang yang tidak bisa dilihatnya dengan jelas karena orang itu duduk di sofa lain dengan posisi membelakangi dirinya, tetapi ia mengenal pria tampan yang menatapnya dengan malas -malasan.
" Devano Wandani,apa maksud mu membawa aku ke kantor mu dengan cara seperti ini?" Tanya Richard Evander dengan nada tajam kepada Devano Wandani.
" Aku mau kamu bertemu dengan Laura Zhao gadis cantik yang semalaman menghabiskan waktu bersamamu di hotel xxxx. " Jawab Devano Wandani yang mengedikkan kepalanya untuk menunjukkan gadis cantik yang duduk di sofa lain dengan posisi membelakangi Richard Evander.
Richard Evander terperanjat kaget lihat gadis cantik itu adalah gadis yang dahulu pernah di tolak olehnya ketika ia jumpa dengan gadis ini di kota Lazio, Italy, yaitu ketika ia melakukan tugas kemanusiaan.
" Laura Zhao, apakah hubungan dia dengamu, Devano Wandani? " Tanya Richard Evander dengan nada penasaran kepada Devano Wandani yang mengetuk meja kerja dengan kuku di tangan pria tampan itu.
" Dia sepupu ku dan sepupunya Sonya Wandani istrimu. " Jawab Devano Wandani dengan nada santai sekali kepada Richard Evander.
" Apa??? Hei, kamu tahu bahwa aku dan Sonya Wandani telah menikah?Lalu apakah Ruby juga tahu hal ini? " Tanya Richard Evander terperanjat kaget sekali lagi dengan senyuman Devano Wandani.
" Iya, Ruby tahu karena aku dan dia adalah suami istri yang saling terbuka satu sama lainnya dalam segalanya termasuk dengan kisahmu yang dahulu pernah menyelamatkan istriku dan menikahinya di saat ia dalam keadaan kurang sehat. Aku sebagai suaminya yang sah jelas menuntut mu yang menyalahgunakan sisi lemah istriku untuk hasrat mu yang tak bermoral itu! Terapi, dikarenakan kamu telah bercerai dengan istriku itu dan kini kamu menikahi adikku yang sedang menderita sakit kanker batang otak akut yang kau manfaatkan untuk merebut kembali istriku, namun kamu malah melakukan tindakan tak senonoh kepada Laura Zhao sepupu kami yang berarti kamu layak untuk Aku kirim ke penjara di negara mu sendiri, yaitu Irlandia Utara setelah Aku mengirim pulang kamu ke negara asalmu. " Kata Devano kepada Richard Evander dengan nada dingin sekali.
" Dev, kau tak bisa memenjarakan Aku dengan tuduhan yang sama sekali bukan kesalahanku sepenuhnya ..! Kamu tak bisa, Dev...! Pikirkan adikmu yang sedang sekarat itu apabila Aku dipulangkan ke negara asalku olehmu tanpa sepengetahuannya, gimana nasibnya?" Richard Evander dengan cepat meminta Devano untuk berpikir ulang tentang kesalahannya yang telah jatuh cinta kepada istri dari Devano Wandani bahkan meniduri sepupu Devano Wandani dan berstatus sebagai suami adik dari seorang Devano Wandani.
__ADS_1
Devano Wandani tersentak dengan ucapan dari Richard Evander untuk Ia memikirkan nasib adiknya dan nasib sepupunya serta nasib dari nama baik Wandani.
Bersambung!