I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 26.


__ADS_3

Ruby masih terngiang dengan penemuannya di layar laptop Richard mengenai gadis lain yang bernama sama dan wajah yang sama dengan nya. Ia masih tak percaya bahwa Devano begitu kejam terhadapnya saking ingin pria itu terlepas dari kesalahannya yang pernah mendorong Ruby dari tebing curam di dekat vila mereka sehingga Ruby nyaris meninggal dunia karena tenggelam di lautan lepas pantai utara Inchydoney.


" Aku nyaris luluh kepadamu karena aku isterimu yang telah melahirkan seorang putra untuk mu tapi kini sesudah aku melihat kau mengubah gadis lain untuk menjadi diriku. Aku merasa amat membencimu, Devano. " Kata Ruby dengan suara bergetar menahan gejolak hati nya.


" Ruby, jika aku menjadi kamu? Aku akan balas dendam kepada nya dengan cara melupakan masa lalu kalian lalu merebut miliknya dengan kemampuan mu. " Kata Richard membelai halus dan lembut rambut panjang dan indah Ruby di pelukan nya.


" Apa kamu bisa mengajarkan ku untuk balas dendam kepada Devano Wandani?" Tanya Ruby menengadahkan kepalanya menatap Richard.


" Bisa. " Jawab Richard yang malah mencium bibirnya.


" Gimana caranya?" Tanya Ruby melongo di cium Richard.


"Membalas cinta ku. " Jawab Richard yang kini menelusuri rongga mulut Ruby.


"Iihh.. Tak bisa seperti ini caranya. " Kata Ruby yang menggigil oleh sentuhan Richard.


" Tak ada cara lain selain kamu menjadi milik ku maka aku akan membantu mu untuk hancurkan hati dan kehidupan Devano Wandani. " Kata Richard yang mulai menjelajahi Ruby dengan lidahnya dan gigitan lembut di leher Ruby.


Ruby yang sudah lama merindukan sentuhan kasih dari orang di cintai nya itu perlahan -lahan mewujudkan keinginan Richard untuk balas dendam kepada Devano Wandani suami pertama nya itu.


Richard menelusuri tubuh indah Ruby bagaikan seekor macan yang kelaparan terhadap mangsa nya. Pria ini merasakan kenikmatan yang hakiki dengan keindahan tubuh Ruby yang di masuki olehnya.


" Jangan lupa janji mu untuk membantu ku usai aku memenuhi kebutuhan mu, " Kata Ruby nada sinis kepada Richard yang tersenyum bahagia di samping nya

__ADS_1


" Iyaa, Sumiati ku sayang. " Jawab Richard yang mengulangi kegiatannya di tubuh Ruby sampai wanita itu terlena dengan kelihaian nya bercinta dengan penuh gairah luar biasa.


Ruby yang belum pernah merasakan kenikmatan yang tak pernah di dapatkan nya dari Devano Wandani suami pertama nya itu yang dahulu malah melakukan hubungan suami -istri dengan cara kasar dan menyiksa nya sehingga Ruby merasa ketakutan terhadap Devano Wandani.


Kini, Ruby dapat merasakan kelembutan yang di berikan oleh Richard di atas tubuh nya dan juga ciuman yang lembut sehingga dirinya tidak bisa menolak sentuhan hangat Richard.


" Kau dapat menilai suami yang manakah yang menurut mu dapat memberikan mu kenyamanan dalam bercinta dan juga ketenangan di dalam sanubari mu. " Kata Richard di atas punggung Ruby.


" Entahlah. Aku hanya ingin bebas mendapatkan cinta yang aku inginkan. " Kata Ruby yang dapat merasakan dirinya meracau di belaian lembut Richard.


" Ku bisa memberikan cinta yang kamu inginkan dan bahkan aku tahu cara mencintai seorang wanita." Kata Richard menumpahkan ****** ***** nya di dalam tubuh Ruby yang terpekik kaget dengan semburan air terjun niagara alami Richard.


" Kauuu..! " Pekik Ruby.


Ruby pun merasa kelelahan dalam melayani batin Richard. Ia menarik selimut ke dagunya dan memejamkan sepasang mata untuk dirinya bisa istirahat dengan nyaman di malam hari itu.


******


Devano Wandani tersenyum ceria di pagi hari yang cerah di musim gugur yang merupakan awal barunya untuk memulai kariernya sebagai seorang staf di perusahaan tempat nya bekerja.


" Aku hari ini mulai bekerja di perusahaan Tuan Bruce. " Kata Devano Wandani sambil meraih bekal sarapan paginya yang di buatkan oleh Soledad.


" Iya, semangat lah untukmu. " Kata Soledad yang memberikan senyuman terindah untuk nya di pagi hari itu.

__ADS_1


"Terimakasih atas dukungan yang kamu berikan kepada ku, Soledad. Kamu juga harus semangat untuk meraih impianmu sendiri. "Kata Devano kepada Soledad sebelum berjalan ke arah pintu unit apartemen nya.


Soledad merapikan sisa sarapan pagi mereka sebelum gadis ini pergi bekerja di restoran siap saji di daerah yang tak jauh dari apartemen mereka.


" Hai, cantik. Apa kamu sudah sarapan pagi di pagi hari ini sebelum energi mu di pakai untuk seharian bekerja di restoran Pak Darren? " Sapa, seorang rekan kerja Soledad dari tempat duduk di bagian kasir kepada Soledad yang baru saja masuk ke restoran tersebut.


" Hai juga Wil, oh terimakasih banyak aku sudah sarapan pagi sebelum aku datang ke restoran ini di rumah ku. " Jawab Soledad tersenyum ramah kepada rekan kerjanya.


"Oh, baiklah. Silakan kamu berganti pakaianmu itu dengan seragam kerja kita sebelum para pelanggan datang ke restoran kita, " Kata Will nama rekan kerja Soledad.


Soledad bekerja sebagai pelayan restoran siap saji yang menyajikan makanan khas negara Meksiko yakni tacco dan sejenisnya. Restoran ini milik salah satu seorang artis telenovela yang amat terkenal di masa nya dan menjadi restoran yang paling laris manis di seluruh kawasan Kota Los Angeles bagian selatan dan Soledad sangat fasih dalam berbahasa Spanyol khas Meksiko sekali sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi restoran tersebut yang ramai dengan pelanggan yang ingin menyapa Soledad.


" Dia secantik Thalia Komo atau Grabiella Spanic Paulina! " Komentar para pelanggan restoran itu yang belanja makanan pada restoran itu.


" Lihat bukanlah dia itu Ruby Yolanda artis yang amat banyak penggemarnya di seluruh dunia khususnya di Asia ?" Tanya salah satu para tamu yang mengunjungi restoran 'Tacco Spanic'.


"Betul, dia Ruby pemain film drama ' Love In Paradise ' yang menjadi lawan main Roberto Manuel.. " Kata pelanggan remaja yang rupanya penggemar Ruby Yolanda sehingga mengenali Soledad sebagai Ruby.


" Eh, masa iya seorang Ruby Yolanda bekerja di restoran seperti ini?Dia 'kan punya segalanya dengan mudah karena dia artis bayaran yang termahal di dunia showbiz. " Kata pelanggan lain yang mengantri di luar pintu masuk ke restoran itu sambil menunjuk -nunjuk ke arah Soledad yang tampak risih di tunjuk-tunjuk oleh orang lain yang tak pernah di kenalnya itu.


" Soledad sepertinya kamu sangat populer ya? Lihat saja pelanggan di restoran ini semakin lama semakin banyak sampai bos kita turun tangan bantu pelayanan di restoran nya sendiri. " Kata Wil kepada Soledad seraya memainkan alis nya dengan lucu sekali.


"Ah, kau bisa aja Wil. Aku ini biasa saja kok.. " Tukas Soledad merasa tak nyaman.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2