I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 33.


__ADS_3

Soledad menunggu jam makan malam bersama dengan keluarga besar Wandani untuk pertama kalinya setelah Ia dan Devano berada di rumah keluarga Wandani. Ia menunggu dengan hati yang penuh kecemasan yang amat besar di dalam benaknya.


" Aku tak mau kamu hadir di acara makan malam keluarga ku karena kamu bukanlah Ruby Yolanda istriku yang sah..! " Kata Devano yang menuding telunjuknya kepada Soledad.


" Aku harus hadir di acara makan malam keluarga mu karena Ahma yang datang kepada ku tadi siang untuk menjenguk kesehatan ku yang sedang hamil muda calon cucu buyutnya yang pertama. " Kata Soledad yang memakai alasan kehamilannya untuk Devano menurutinya.


" Kau wanita*****Aku tak yakin bahwa anak di rahim mu itu adalah anakku karena Aku tak pernah melakukan hal bodoh kepada mu..! " Kata Devano dengan melotot kepada Soledad.


" Terserah kamu mau bilang apa tentang janin di rahimku! Aku hanya mau bilang kalau Aku di saat ini adalah Ruby Yolanda istrimu di dalam pandangan mata keluarga mu. " Kata Soledad yang telah merapikan dirinya pada sore hari itu.


Devano malah uring-uringan dengan ulah mabuk-mabukan yang menyebabkan Grandma Wandani menyuruh Devano untuk tidur di kamar nya sendiri dan harus bangun pas jam makan malam keluarga Wandani tiba.


Keluarga Wandani sudah duduk rapi di kursi makan masing-masing seraya menunggu Akong Wandani datang untuk makan malam bersama dengan keluarga Wandani di ruang makan.


" Dimana Van Van? Kenapa dia belum datang juga untuk makan malam bersama dengan kita semua di ruang makan? " Tanya Tuan Besar Andy Peter Wandani dengan mengedarkan pandangan mata ke semua anggota keluarganya yang sudah duduk rapi di ruang makan.


" Aku datang, Akong. " Jawab Devano yang telah menunjukkan batang hidungnya di ruang makan seraya memegangi gagang pintu ruang makan.


" Duduklah..! " Kata Tuan Besar Wandani dengan dagunya kepada Devano Wandani.


Devano Wandani duduk di kursi sebelah Soledad yang tersenyum manis kepadanya lalu mengikuti acara makan malam bersama dengan keluarga Wandani dengan senyuman cerah.

__ADS_1


" Tuan besar, ada tamu yang telah datang ke rumah anda dan menunggu Anda di ruang tamu. " Kata salah satu pelayan rumah keluarga besar Wandani kepada Tuan besar Wandani.


" Hmm, baiklah. Kau mintalah untuk tamu-tamu ku sabar menunggu ku di ruang tamu setelah aku menyelesaikan makan malam bersama dengan keluarga ku. " Kata Tuan besar Wandani kepada pelayan nya dengan nada wibawa.


Tuan besar Wandani beserta istrinya terperanjat melihat tamunya yang telah menunggunya di ruang tamu karena mereka melihat seorang wanita muda yang mengaku sebagai Ruby Yolanda di antara sepasang tamunya yang lain yang salah satunya adalah seorang wanita yang sedang menggendong seorang balita laki-laki usia dua tahun dan berwajah mirip sekali dengan Devano Wandani.


" Kauu Ruby Yolanda istrinya cucu menantuku? Tapi, siapakah wanita yang berada di ruang makan keluarga kami? " Tanya Tuan besar Wandani kepada Keluarga Rolando yang telah tiba di rumah keluarga Wandani pada malam hari itu.


" Dia adalah seorang penipu yang menyamar sebagai Ruby Yolanda atas ulah cucu mu yang telah mengubahnya menjadi Ruby Yolanda untuk menutupi jejak kesalahannya yang nyaris pula membunuh Ruby Yolanda dan bayi tampan ini di dalam kandungan Ruby Yolanda putri kami. " Jawab Tuan besar Alexander Rolando yang telah memberikan berkas atau bukti keterangan dari ucapannya itu kepada Tuan besar Wandani.


Tuan besar Wandani gemetaran sampai nyaris terjatuh dari tempat duduknya di sofa di depan Ruby Yolanda yang asli usai melihat bukti yang di tunjukkan padanya oleh besannya itu.


Devano Wandani dan Soledad terperanjat kaget karena mereka di panggil untuk menghadap Tuan besar dan nyonya besar Wandani di ruang tamu keluarga Wandani.


" Ada apa Akong dan Ahma memanggil kami ke ruang tamu ?" Tanya Devano Wandani dengan nada sopan kepada Tuan besar Wandani.


Tuan besar Wandani berdiri dan menamparnya dengan keras sekali sampai Ia terbelalak kaget di tampar begitu keras oleh Akong nya sendiri dan Ahma nya memukul Soledad hingga gadis ini jatuh ke lantai.


" Bajingan kalian berdua! Berani nya menipu kami!" Teriak Nyonya besar Wandani yang sudah mengangkat tongkat nya untuk memukul gadis di bawah lantai.


" Kau menipu sebagai Ruby Yolanda cucu menantu pertama kami..! Dan, kau Devano Wandani berani-beraninya kamu mencelakakan cucu menantu pertama kami yang sedang hamil cucu buyut pertama kami di saat kau dorong dia di tebing curam di daerah dekat vila keluarga Wandani di Dublin...! " Teriak Tuan besar Wandani kepada Devano Wandani yang telah pucat pasi saat melihat Ruby Yolanda berada di dalam ruang tamu keluarga Wandani bersama dengan kedua orangtua wanita itu dan seorang balita usia dua tahun yang persis seperti dirinya saat Ia kecil.

__ADS_1


" Ruby..! Ruby.. Kamu masih hidup dan selamat? Lalu siapakah dia itu? Apakah dia putraku dengan mu? " Tanya Devano Wandani kepada Ruby Yolanda dengan suara bergetar menahan gejolak hati nya.


" Jangan kamu pura-pura baik ya kepada putriku yang sudah kamu sakiti selama ini..! " Kata Tuan besar Alexander Rolando yang menarik Devano Wandani dari Tuan besar Wandani lalu di pukul nya dengan tinju pada hidung Devano Wandani hingga darah bercucuran dari kedua lubang hidung Devano Wandani.


Bugh!


" Tu.. Tuan besar Rolando Aku mengaku bersalah kepadamu karena aku sudah menyakiti putrimu yang sesungguhnya Aku cintai selama ini usai aku tak sengaja membuatnya terjatuh dari tebing ke lautan luas wilayah utara Irlandia..! " Kata Devano Wandani kepada Tuan besar Rolando dengan menangis meminta maaf kepada Tuan besar Rolando.


" Cih, kau bajingan yang layak menerima pukulan ku sekali lagi karena kamu masih saja berpura-pura mencintainya di hadapanku..!!" Kata Tuan besar Rolando yang dengan marah sekali telah mengayunkan tinjunya ke dada Devano Wandani yang menerima hukuman dari ayah mertuanya itu.


"Papa..! Tolong hentikan jangan sampai dia mati karena kalau dia mati..? Aku tak bisa bercerai darinya..! " Teriak Ruby Yolanda yang mencegah papanya memukuli Devano Wandani yang telah terkapar di lantai.


Soledad menangis ketakutan sekali karena Ia akhirnya bertemu dengan Ruby Yolanda yang asli yang ternyata jauh lebih cantik dan agung daripadanya.


" Awww...! " Rintih Soledad yang mengejutkan semua orang di ruang tamu keluarga Wandani.


" Kenapa dia? " Tanya Ruby Yolanda cepat peluk Soledad yang meringkuk kesakitan di lantai.


"Dia sedang hamil muda, Ruby. " Jawab Tuan besar Wandani kepada Ruby Yolanda dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya di karenakan pria tua itu sungguh malu sekali pada keluarganya Ruby Yolanda atas perlakuan buruk cucunya sendiri terhadap Ruby Yolanda.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2