I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 23.


__ADS_3

"Baiklah, aku tunggu hari di mana kamu akan tepati janji mu itu kepadaku dengan sabar hati di rumah ini. " Kata Ruby Yolanda dengan nada yang amat tegas kepada Richard Evander suami keduanya itu.


" Iya, Ruby. Sekarang ini sebaiknya kamu pergi istirahat di kamar mu, lihatlah baik-baik Ziko mu ini yang sudah terlihat lelah dan ingin tidur di ranjang nya dengan nyaman. " Kata Richard nada tenang menghadapi Ruby Yolanda yang emosian itu.


Ruby Yolanda menghela napas lalu berbalikan badannya dan berjalan keluar dari ruang kerja pribadi Richard menuju ke kamar nya sendiri lalu membaringkan Ziko di kasur di ranjang nya.


" Maafkan Mama mu Ziko karena Mama tak bisa membawamu kepada Papa mu yang sebenarnya yang sepertinya sudah meninggalkan Irlandia. " Kata Ruby memeluk bayinya.


Richard di ruangannya menatap layar laptopnya dengan tatapan mata penuh cahaya yang amat terang karena Richard mempunyai harapan baru untuk membuat Ruby Yolanda jatuh cinta kepada dirinya.


" Aku tak akan pernah melepaskan mu untuk selamanya, Ruby. " Kata Richard tersenyum pada laptopnya yang menampilkan gambar tentang pernikahannya dengan Ruby pada beberapa bulan yang lalu.


*******


Los Angeles, Usa.


Devano Wandani menjinjing tas kerja menuruni tangga dari gedung apartemen tempat tinggal nya. Ia terlihat bersemangat sekali untuk hari barunya itu untuk meniti masa depan yang lebih baik daripada masa lalu nya.


" Dev, semangat lah kau pasti bisa membuktikan kepada Grandpa mu di Beijing bahwa kamu bisa memiliki kekayaanmu sendiri melalui hasil upaya keras mu hidup mandiri. " Kata Soledad yang telah memberikan dukungan moralitas dan juga semangat untuk nya setelah Devano bercerita tentang keinginan terbesar pria itu di jembatan sungai di kota Los Angeles beberapa hari lalu.

__ADS_1


" Soledad, aku minta maaf kepada mu karena ku telah membuat mu menderita dengan kamu ini aku ubah menjadi Ruby Yolanda istriku yang telah lama meninggal dunia karena terjatuh dari tebing tinggi di daerah utara pantai Inchydoney, Irlandia Utara. Aku jujur tak bisa melupakannya jadi aku mengubah mu persis seperti dia tapi ku tak mencintaimu." Kata Devano Wandani begitu jujur mengenai perasaannya terhadap Soledad yang hanya sekadar pengganti Ruby Yolanda saja.


" Iya, aku tahu, tapi aku tak pernah menyesali apa yang sudah aku putuskan untuk aku dapat hidup bersamamu semenjak aku jatuh cinta pada pandangan pertama di pantai itu." Jawab Soledad yang di depan Devano Wandani tampak tegar dan kuat untuk tak menangisi nasibnya.


"Hmm, kau jangan khawatir karena aku akan membebaskan mu setelah aku sukses di karier ku maupun kehidupan ku untuk Akong dapat menyerahkan warisan nya kepada ku bukan kepada cucu nya yang lain. "Kata Devano yang memegangi pundak Soledad di depannya.


Soledad hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengarkan perkataan Devano Wandani di depannya dengan senyumnya tak pernah hilang dari bibir nya yang indah.


Hari itu merupakan hari yang menandakan jati diri Devano Wandani bangkit kembali setelah Ia merenung selama tiga jam di jembatan menatap awan putih di langit biru yang membayangkan wajah cantik Ruby Yolanda.


Namun, hari itu menjadi hari terburuk yang harus di alami oleh Soledad yang harus menerima hati nya, terluka karena Devano Wandani tidak ada perasaan cinta kepadanya meskipun pria muda itu sudah berulang kali meniduri nya di luar kesadaran pria itu sendiri.


Maka, hari berikut nya sesudah hari itu, Devano Wandani memutuskan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan nya di seluruh kota Los Angeles dengan di mulai pada hari itu di awal musim gugur.


" Aku akan mencoba untuk melamar pekerjaan di perusahaan kecil di jalan A. " Kata Devano yang turun dari bus.


Langkah nya begitu cepat dan semangat untuk ke gedung perusahaan yang di tuju nya itu dan senyuman selalu terhias di bibir lembut nya dan tatapan matanya berapi-api.


" Tuan, apakah kamu yakin untuk bekerja di kantor kami yang kecil dengan gaji yang tidak sesuai dengan pendidikan mu? " Tanya HRD di perusahaan tersebut kepada Devano Wandani.

__ADS_1


"Iya, aku yakin untuk bekerja di kantor kalian yang menurut ku cukup baik untuk ku memulai karier ku. " Jawab Devano Wandani tersenyum ramah kepada HRD.


"Gajimu cuma sekitar 5000 dolar AS apakah kau tak merasa keberatan dengan gaji bulanan yang sekecil itu? " Tanya HRD lagi.


" Iya, aku sama sekali tidak keberatan. " Jawab Devano Wandani tegas.


"Tapi, kami merasa keberatan karena kamu itu terlalu tampan untuk bekerja di perusahaan kami yang tak menyukai adanya pria tampan di sini. " Kata HRD yang menolak Devano Wandani.


Devano Wandani pergi ke perusahaan lainnya dan kembali di tolak oleh perusahaan itu karena pendidikan nya yang sangat tinggi sekali. Maka, Devano Wandani memilih untuk duduk di bangku taman nasional di siang hari itu.


"Aku tak pernah percaya bahwa manajemen artis itu menolak artis ku yang katanya terlalu banyak tingkah.. " Kata seorang wanita muda yang juga duduk di bangku taman. Wanita ini mengeluhkan kriteria dari pekerjaannya di bidang dunia model dan hiburan di Hollywood.


Wanita itu tiba-tiba melirik ke arah Devano yang sedang melamun dan menarik napas panjang di samping nya. Wanita itu tertarik dengan Devano dan sebuah pemikiran muncul di otaknya dan Ia dengan pelan -pelan menggeser duduknya dan Ia pura-pura tidak sengaja menjatuhkan brosur atau kertas nama perusahaan film tempat kerja nya itu di rumput di bawah sepasang sepatu nya Devano Wandani.


Ia tercengang karena Devano Wandani malah menginjak kertasnya dan pergi tanpa ada rasa bersalah sedikit pun kepadanya. Ia mengerutkan keningnya karena tak menyangka bakal ketemu orang secuek dan sedingin Devano Wandani yang sama sekali tidak tertarik melihatnya.


" Hei, aku artis Hollywood loh! Namaku Sabrina Hugues si bintang film seksi.. " Kata gadis cantik ini dengan geram sekali dengan kertasnya yang telah rusak di injak sepatunya Devano Wandani.


Devano Wandani terus saja menyelusuri taman -taman nasional di sekitar jalanan kota Los Angeles bagian selatan sambil memerhatikan nama -nama perusahaan yang akan di datangi nya untuk melamar pekerjaan sesuai rencana nya di hari awal musim gugur tahun ketiganya kehilangan Ruby Yolanda istrinya yang pernah di sakiti nya itu.

__ADS_1


Bersambung..!


__ADS_2