I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 28.


__ADS_3

" Aku tak bisa menceraikan mu, Ruby. Sebab aku terlalu mencintaimu sampai aku tak rela untuk melepaskan mu pergi ke tempat Devano si pria sialan yang sudah bertindak tak masuk akal sehat dengan Ia mengubah gadis lain menjadi dirimu. " Kata Richard Evander dengan nada berat untuk Ia meneruskan niatnya untuk janjinya kepada Ruby.


Namun, Ia teringat perkataan Ruby yang tentu nya menggugah perasaannya agar Ia bisa jadi seorang pria sejati dan tak egois terhadap gadis yang di cintainya itu.


" Rich, lepaskanlah aku dan kau bisa memulai hidup baru dengan pasangan hidup yang sesuai dengan keinginanmu dan yang terutama adalah seorang wanita yang lebih baik daripada aku yang tak sempurna. Aku sudah tak suci lagi dan aku sudah melahirkan seorang anak dari pria lain yang artinya Aku ini tak layak untuk menjadi wanita mu yang sempurna. Jadi, ku mohon kau cerai kanlah aku besok pagi ke pengadilan tinggi hukum pernikahan Dublin dan kita akan jalani kehidupan masing-masing satu sama lainnya." Kata Ruby kepada Richard dengan nada tulus meminta di ceraikan oleh Richard.


Richard berpikir ulang selama berjam-jam hingga pagi menjelang dan Ia akhirnya tahu apa yang harus dilakukannya untuk kehidupannya dan kehidupan Ruby gadis yang di cintainya itu.


" Richard, apa kamu sudah merapikan dirimu dan bersiap untuk menepati janji mu kepada ku yang telah kamu ucapkan kepada ku semalam?" Tanya Ruby yang sepagi itu telah mendatanginya di ruang pribadinya dengan tatapan mata dan sikap yang sangat berwibawa sehingga Ia tak bisa lagi mengubah keputusannya.


"Iya, Ruby. Aku sudah rapi dan siap," Jawab Richard dengan nada lantang kepada Ruby.


Mereka pun segera pergi ke pengadilan tinggi hukum pernikahan Dublin untuk menandatangani surat perceraian mereka secara resmi di pagi hari itu.


"Terimakasih kau sudah menepati janji mu pada ku. Mulai sekarang kita ambil jalan hidup kita masing-masing. Terimakasih untuk segalanya yang telah kamu berikan kepada ku dan ziko. Richard, aku pergi sekarang dari hidupmu. "Kata Ruby kepada Richard setelah mereka bercerai.


" Iya, sama-sama. Selamat tinggal dan aku akan mendoakanmu hidup bahagia bersama dengan Ziko dan pilihan hidupmu sendiri. " Kata Richard dengan nada tegar kepada Ruby sebelum pria itu pergi ke arah lain dari kawasan gedung pengadilan tinggi hukum pernikahan kota Dublin.


Ruby mempererat gendongannya pada bayinya lalu menenteng tas bepergiannya dan berjalan ke arah bandara internasional Dublin untuk Ruby bisa segera meninggalkan Irlandia Utara dan kenangan indah dan buruk hidupnya.

__ADS_1


" Sayang, kita akan pergi ke tempat Papa mu yang dungu itu. " Kata Ruby kepada bayinya yang berada di dalam gendongannya itu.


******


Soledad mencengkram erat amplop coklat berisi uang tunai satu juta dolar AS di dalam tas kerja nya. Ia bermaksud untuk pergi ke dokter spesialis bedah plastik yang terbaik di kota Los Angeles agar Ia bisa mengubah kembali wajah nya menjadi wajahnya sendiri bukan lagi wajah Ruby Yolanda istri asli dari Devano Wandani.


Namun, sebelum Soledad melangkah keluar dari unit apartemennya itu, Ia di kejutkan dengan kedatangan tamu yang tak di undang dan tamu itu adalah Grandpa Peter Andy Wan kakeknya Devano Wandani.


" Grandpa..! " Kata Soledad nada gugup.


" Selamat siang cucu menantuku apa kabarmu setelah setahun lebih menjadi istri dari cucu laki-laki ku yang manja dan arogan?" Sapa Peter Andy Wan di pintu masuk ke rumah apartemen yang di tempati oleh Soledad bersama dengan Devano Wandani.


" Emm, aku kesini untuk memberitahu kalian untuk pulang ke Beijing untuk merayakan hari ulang tahun Ahma kalian yang ke enam puluh lima tahun. Apakah, kau bersedia untuk hubungi Devano suamimu yang sedang bekerja di kantor perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan Bruce?" Tanya Peter Andy Wan di depan pintu rumah apartemen tempat tinggal Soledad dan Devano Wandani dengan senyuman khasnya.


" I.. Iya.. Baiklah, Grandpa. " Jawab Soledad nada gugup kepada Akong nya Devano Wandani lalu Ia membukakan pintu dengan lebar untuk Peter Andy Wan dapat melangkah masuk ke dalam rumah apartemennya yang sederhana sekali.


Soledad dengan gemetaran berusaha untuk Ia dapat menghubungi Devano Wandani sesuai perintah Grandpa Peter Andy Wan yang saat ini sedang duduk santai di sofa panjang depan TV.


Selama lima belas menit Soledad menunggu hubungan telepon genggam nya dapat tersambung ke telepon genggam tangan Devano dan menunggu jawaban dari suami gadungan nya itu.

__ADS_1


" Ada apa sih kamu menghubungi aku yang sedang sibuk bekerja?" Tanya Devano Wandani nada galak begitu tersambung hubungan telepon genggam nyakepada Soledad.


"Dev, ada Akong mu di rumah kita. " Jawab Soledad pelan sekali kepada Devano.


" Apa ?Akong? Ngapain dia datang ke rumah kita yang sumpek ?" Tanya Devano nada heran lalu Ia terperanjat karena kini Akong nya sendiri yang berbicara dengannya melalui HP nya Soledad.


" Dev, jam berapa kamu pulang kerja dari kantor mu ?" Tanya Akong nya nada memerintah.


" Jam lima sore, Akong. " Jawab Devano cepat.


"Sekarang juga kamu minta izin kepada Bos mu untuk pulang ke kampung halamanmu di Beijing dan cepatlah kamu pulang ke apartemenmu karena Akong sudah menunggu mu untuk ajak kamu dan Ruby pulang bersama-sama dengan Akong ke rumah kita di Beijing untuk merayakan hari ulang tahun Ahma mu yang ke enam puluh lima tahun di rumah kita. " Kata Akong nya dengan nada yang tak memikirkan nasib Devano Wandani yang baru saja bekerja di kantor dari perusahaan yang di sukainya itu tetapi Akong nya malah menyuruhnya cuti sebulan ke Beijing


" Akong, Aku tak bisa minta cuti liburan sebulan ke Beijing kepada atasan ku di kantor Pak Bruce karena aku belum lama masuk kerja di kantor ini. Aku bisa di pecat oleh mereka nantinya,Akong." Kata Devano Wandani menekankan nada suara nya dengan sesabar mungkin terhadap Akong nya itu.


"Ouh, baiklah. Biar Akong mu saja yang datang ke kantor Bruce dan berbicara langsung dengan nya. Kau tunggu saja di kantor nya kedatangan Akong mu ini bersama dengan istrimu. " Kata Peter Andy Wan yang mendebarkan jantung Devano Wandani saat pria muda ini mendengar suara HP Soledad di nonaktifkan oleh Akong nya.


Soledad sendiri menelan saliva nya mendengar Grandpa Peter Andy Wan akan memintanya untuk mengantarkan pria tua berkuasa itu ke kantor perusahaan tempat Devano Wandani bekerja.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2