I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 39.


__ADS_3

Sepupu dari Devano Wandani yang melakukan sebuah rencana besar bersama dengan Soledad Zevanya tersenyum senang dengan pola pikir dan tujuan yang ada di benaknya dan Soledad Zevanya adalah sama yakni mengusir Ruby Yolanda dari rumah keluarga Wandani untuk selamanya.


" Kau setuju dengan rencana yang aku susun untuk misi kita bisa sukses besar, Soledad? " Tanya pemuda tampan yang menggunakan jari tangannya menyentuh pipi Soledad Zevanya di belakang rumah kecil.


" Iya, aku setuju dengan rencana mu asalkan aku bisa mendapatkan Devano Wandani. " Jawab Soledad Zevanya tersenyum untuk kesepakatan mereka.


" Hmm, ya Nona manis. Aku Eduardo Wandani akan melakukan rencana besar kita dengan baik di mulai di hari keberangkatan mereka ke Kota Shenzhen untuk mengunjungi rumah jompo yang menjadi salah satu dari rumah sosial keluarga Wandani. " Kata Eduardo Wandani yang jemari nya menyelusuri pipi hingga bibir merah Soledad Zevanya yang persis seperti milik Ruby Yolanda.


" Apa maksud mu menyentuh bibirku dengan jari mu itu, Eduardo Wandani? " Tanya Soledad Zevanya senyumnya hilang ketika Ia melihat jakun Eduardo Wandani bergerak di leher pria itu di saat jemari pria itu menyentuh bibirnya.


" Aku menginginkan bibir ini menyentuh bibir ku tetapi aku terlarang karena Ia bukanlah milik ku lagi semenjak Ia menikah dengan Devano Wandani sepupu ku itu. " Jawab Eduardo Wandani dengan menatap sepasang mata gadis yang wajahnya persis dengan wajah Ruby Yolanda.


" Ouh, apakah kamu dahulu adalah pacarnya Ruby Yolanda? " Tanya Soledad Zevanya yang merapatkan dirinya di tubuh kekar Eduardo Wandani di dinding belakang rumah kecil.


"Umm, aku penggemarnya yang selalu memberi dukungan kepadanya tetapi Ia tak pernah tahu aku karena saat itu Ia dekat dengan Luis Fernando Rivaldo pria asal Peru yang juga teman baikku." Jawab Eduardo Wandani yang tangan nya sudah meraba-raba tubuh Soledad Zevanya.


" Ohh.. Dia sudah pernah mempunyai pacar dari Peru rupanya? Lalu, siapakah pria yang pernah di gosipkan pernah terlibat scandal dengan nya? " Tanya Soledad Zevanya yang mendesah di sentuh oleh Eduardo Wandani yang mendorong tubuhnya ke dinding belakang rumah kecil lalu menciumnya dengan penuh gairah.


" Dia adalah Alesandro Montello saudara kembar ku yang di isukan pernah meniduri nya di villa di negara Italia yang pernah dijadikan sebagai lokasi syuting film hollywood mereka. " Jawab Eduardo Wandani yang mengangkat tubuh gadis yang di mendesah nikmat dengan sentuhannya itu.

__ADS_1


" Ihh, jadi dia ternyata seorang wanita murahan juga ya? Apakah dia masih perawan saat menikah dengan Devano Wandani? " Soledad Zevanya memerah wajahnya karena Eduardo Wandani memasukinya dengan penuh keliaran dalam bercinta.


" Entahlah, aku tak pernah mengetahui isi dalam gadis yang pintar berakting seperti dia yang ingin merampok kekayaan keluarga Wandani dengan menjadi istri dari Devano Wandani sepupu ku yang mudah sekali menjatuhkan hatinya kepada gadis itu. " Kata Eduardo Wandani yang membelai tubuh Soledad Zevanya dengan sentuhannya yang membuat gairah liar diri Soledad Zevanya berkobar-kobar.


Di rumah besar keluarga Wandani. Terlihatlah Devano Wandani membuka sepasang matanya di sebelah Ruby Yolanda yang masih terlelap di pelukannya di dalam bedcover besar dan tebal.


" Hmm, kau sungguh cantik sekali sayangku dalam posisi tidur di sampingku. " Kata Devano Wandani yang memiringkan wajahnya untuk Ia bisa mencium Ruby Yolanda untuk menyapa selamat pagi untuk istrinya itu.


Ruby Yolanda mengerjapkan sepasang matanya dan bulu matanya yang lentik melihat suaminya menatapnya dengan senyuman manis di kedua bola matanya yang indah bak batu esmerald.


" Selamat pagi istriku sayang apakah kamu ingin mandi bersama dengan ku sebelum kita turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama dengan yang lain? " Sapa Devano Wandani yang telah menggendong Ruby Yolanda untuk di bawa ke kamar mandi untuk mandi bersama dengannya.


Lima belas menit kemudian, Devano Wandani menggandeng tangan Ruby Yolanda untuk berjalan bersama-sama dengannya menuju ke lift untuk turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi.


" Met pagi anak ganteng Papa dan Mama..! " Sapa Devano Wandani yang mengangkat putranya itu lalu memberikan kecupan hangat di dahi putranya.


" Papa, Ziko hari ini akan pergi ke sekolah loh apakah kalian mau mengantarkan aku pergi ke sekolah ku? " Tanya Ziko di gendongan Devano Wandani ketika mereka bersama-sama masuk ke lift.


Ting!

__ADS_1


" Wah, tentu saja sayang. Kami berdua akan mengantarkan kamu ke sekolahmu dan bahkan Mama mu akan segera menyiapkan bekal untuk mu di dapur untuk kamu bawa ke sekolah mu. " Jawab Devano Wandani yang melirik Ruby Yolanda yang mengganggukkan kepalanya untuk menjawabnya.


" Mama, apakah mama juga akan membuatkan bekal makanan untuk Papa kerja di kantor seperti Mama membuatkan aku bekal makanan ku untuk di sekolah ku? " Tanya Ziko kepada Ruby Yolanda yang membelai pipi putranya di luar lift di koridor menuju ke ruang makan.


" Iya, sayang. Mama akan pergi ke dapur sekarang juga untuk membuatkan kamu dan Papa mu bekal makanan kalian. " Jawab Ruby Yolanda yang mendapatkan kecupan lembut di bibir oleh Devano Wandani.


" Terimakasih Mama ku sayang. " Kata Devano Wandani tersenyum bahagia kepada Ruby yang menganggukkan kepala lalu istrinya pergi ke dapur.


Devano Wandani mengajak putranya lebih dahulu masuk ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama dengan Akong dan Ahma serta seluruh anggota keluarganya yang sudah hadir di ruang makan.


" Selamat pagi untuk Akong dan Ahma juga untuk Papa dan Mama. " Sapa Devano Wandani dengan sikap sopan kepada para orangtua di ruang makan.


" Selamat pagi kakek buyut dan nenek buyut juga untuk Yeye dan Nainai. " Sapa Ziko kepada Tuan besar Wandani dan istrinya juga kepada Papa dan Mama Devano Wandani.


" Wah, selamat pagi juga untuk kalian berdua. Ohya di mana Mama mu, sayang? " Sapa Tuan besar Wandani dengan senyum cerah melihat cucunya dan cucu buyutnya di pagi hari ini amat cerah dan bahagia.


" Oh, Mama sedang ke dapur untuk membuatkan kami bekal untuk aku di sekolah dan untuk Papa di kantor, kakek buyut. " Jawab Ziko yang di taruh di pangkuan Tuan besar Wandani yang mengambilnya dari gendongan Devano Wandani yang duduk di kursi makan di sisi kanan Papa nya.


" Dev, pagi ini kita ada rapat loh di kantor untuk membahas proyek pembangunan infrastruktur di kota Shenyang dengan para donatur lain di kantor pusat kita di Ibukota Beijing ini. " Kata Papa nya begitu Devano Wandani duduk di sisi Papanya.

__ADS_1


" Wah, Papa tolong di meja makan kita jangan membahas pekerjaan kita ya agar kita semua bisa sarapan pagi bersama dengan suasana hati yang gembira. " Kata Devano Wandani yang kini menyiapkan kursi untuk Ruby Yolanda yang telah datang ke ruang makan dengan membawakan dua bungkusan isi dua kotak makan untuk Devano Wandani dan Ziko Wandani.


Bersambung!


__ADS_2