I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 46.


__ADS_3

" Sonya, bukan seperti itu maksudku? Aku tak akan meminta bantuan mu jika kamu tak ingin membantu aku karena kamu berpikir bahwa aku memanfaatkan perasaan tulusmu kepada aku selama ini untuk kepentingan aku sendiri. " Kata Richard Evander dengan cepat meluruskan niat baiknya kepada Sonya Wandani.


Sonya Wandani menghapus airmatanya karena hatinya pedih sekali mendengar pria yang di cintainya malah memintanya untuk membantu pria itu dekat dengan wanita yang di inginkan dan di cintai oleh pria itu, meskipun wanita yang di cintai oleh pria yang di cintainya itu adalah kakak iparnya sendiri.


" Rich, kau tega sekali meminta sesuatu yang tak bisa aku lakukan untuk mu namun aku terlalu mencintaimu. Baiklah, aku akan membantu mu dengan pura-pura menjadi istrimu di hadapan sepupu ku yang tak lain adalah Vivian Wandani juga. " Kata Sonya Wandani menatap Richard dengan airmata berlinang.


" Sonya, terimakasih atas kesungguhan hatimu untuk membantuku. Aku janji akan membalas kebaikan mu di masa akan datang dengan dua kali lipat dari kebaikan mu hari ini untuk aku. " Kata Richard Evander menatap terimakasih kepada Sonya Wandani.


Sonya Wandani mengangguk pelan-pelan dan Ia menelan airmatanya sebelum Ia mengikuti pria itu berjalan keluar dari kafetaria tempat mereka menghabiskan waktu makan siang di sana.


" Rich, kepala ku sedikit pusing nih..! " Kata Sonya Wandani yang tiba-tiba memegang kepala nya saat Ia ingin masuk ke mobilnya yang di parkir di parkiran kafetaria.


" Ei, Sonya kenapa kepalamu? " Tanya Richard Evander cepat menolong Sonya Wandani lalu membantu gadis itu masuk ke mobil gadis itu di kursi penumpang.


" Entahlah, Richard. Awww..! " Jawab Sonya Wandani yang wajahnya pucat karena kesakitan pada kepalanya.


" Ya, sabarlah. Aku akan membawa mu ke rumah sakit untuk memeriksakan kepala mu. " Kata Richard Evander yang segera menggantikan Sonya Wandani untuk mengemudikan mobil gadis itu menuju ke rumah sakit.


******


Rumah Keluarga Wandani.


Ruby Yolanda memerhatikan Devano Wandani merapihkan dirinya sesudah pria itu meniduri dirinya sepulangnya pria itu dari kantor pada kemarin malam.

__ADS_1


" Kau bagai serigala yang malam-malam tak ada jeda waktu untuk aku tidur! Kamu masuk ke dalam selimut aku dan menggauli diriku tanpa izin. " Kata Ruby yang merasa dirinya seperti gadis penghibur yang wajib menghibur suami nya kapan pun suaminya inginkan dirinya.


" Ya, maaf habisnya kamu sangat cantik dan menggoda imanku setiap saat, Cheni. Aku tak pernah bisa menahan diri ku begitu melihat diri mu. " Kata Devano Wandani yang mengecupnya dengan mesra seraya membantunya berdiri dari tempat tidur.


" Huumm..!! " Gumam kesal Ruby yang berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya ke arah kamar mandi untuk pergi mandi.


" Jangan lupa untuk keramas dengan sampo yang aku belikan untuk mu..! " Kata Devano Wandani yang tertawa kecil melihat sikap istri nya yang menggemaskan itu.


" Aku tak mau keramas dengan memakai shampo mu..! " Teriak Ruby dari dalam kamar mandi.


"Wah.. Apakah kamu ingin aku mandikan dan keramasin rambut mu? " Tanya Devano Wandani yang tersenyum kecil mendengar suara erangan istrinya dari ruang pakaiannya.


Pria ini merapikan pakaian istrinya untuk siapkan keperluan mereka pergi ke kota Xiamen pada pagi hari ini setelah mereka sarapan pagi di ruang makan bersama dengan keluarga mereka.


" Hmmm, kenapa? Bukankah aku sudah sering melihatmu memakai bra dan ****** ***** warna pink dan gambar Mickey Mouse? " Tanya Devano Wandani cengengesan senang melihat wajah istrinya merona.


" Karena aku tak mau barangku di sentuh oleh tangan nakalmu itu..! " Jawab Ruby dengan nada kesal kepada suaminya seraya merebut semua barangnya dari suaminya.


" Aku carikan bra dan underwear paling keren untuk mu nanti di vila kita di kota Xiamen ya untuk menambah suasana hati kita untuk cita -cita kita memiliki buah hati lagi untuk adiknya Ziko. " Kata Devano Wandani yang tersenyum -senyum cerah kepada Ruby yang melemparinya dengan bantal boneka Mickey Mouse di sofa di dalam kamar mereka.


Devano Wandani menangkap boneka itu dengan sebelah tangannya sambil tersenyum senang sebelum keluar dari kamar untuk sarapan pagi bersama dengan keluarganya di ruang makan.


" Berengsek serigala mesum..! " Umpat Ruby.

__ADS_1


Devano Wandani menekan tombol lift untuk turun ke lantai bawah namun Ia tak sengaja melihat seseorang di halaman samping rumah melalui jendela di dekat lift.


"Siapakah pria yang mendatangi Soledad di rumah kecil wanita barbar itu? " Tanya Devano Wandani pada dirinya sendiri seraya melangkah masuk ke lift.


" Dia pacarnya Soledad. " Jawab sepupunya yang ikut masuk ke dalam lift bersamanya.


" Oh, bagus dong kalau gadis itu punya pacar tetapi dia tak boleh lagi untuk tinggal di satu kawasan dengan rumah kita. " Kata Devano Wandani yang tersenyum senang karena gadis yang mengaku hamil olehnya itu sudah punya pacar baru informasi yang di dapatkan olehnya dari Vivian Wandani sepupunya.


" Ya, cuma kata Nenek kita harus menunggu hasil tes DNA pada janinnya untuk memastikan apakah janinnya itu adalah anakmu ataukah anak orang lain untuk kita bisa usir dia dari rumah kita. " Kata Vivian Wandani yang berjalan keluar dari lift bersama dengan Devano Wandani sepupunya yang arogan itu.


" Hai, Vi..! " Sapa Bayu Putra Wijaya tunangan Vivian Wandani yang datang dari arah ruangan lain.


" Hai, Kak Bayu apakabar mu? " Tanya Vivian Wandani tersenyum manis untuk Bayu yang kini meraih pinggangnya untuk berdekatan dengan nya lalu memberinya ciuman selamat pagi di bibirnya.


" Sangat baik. " Jawab Bayu yang melirik ke arah Devano Wandani yang mengabaikan mereka berciuman di koridor menuju ke ruang makan.


" Silakan di lanjutkan di kamar kalian saja jangan di sini..! " Desis Devano Wandani sambil jalan ke ruang makan kepada Bayu.


" Jehh, iri kau ya karena kamu tidak dapat kiss dari istrimu??? " Ledek Bayu kepada Devano Wandani.


" Siapa bilang aku tak dapat kiss dari istriku yang cantik? Aku sudah dapat lebih dari ciuman di pagi hari sebelum aku sarapan pagi makanan kue dan sup kare lezat ini dari istriku yang jauh lebih menggoda dari semua makanan di meja makan ini di pagi hari ini. " Kata Devano Wandani yang tersenyum memamerkan kebahagiaanya kepada Bayu.


" Uuuh, aku kan belum menikah dengan Vivian Wandani, maka aku belum bisa seperti mu yang setiap hari makan istrimu bagaikan harimau memakan mangsanya. " Kata Bayu dengan nada agak sebal dengan kesombongan diri dari pria yang duduk di kursi makan di sebelahnya itu.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2