
Perusahaan yang di datangi oleh Devano kali ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan yakni memproduksi barang -barang kesehatan untuk di pasarkan ke seluruh dunia.
" Selamat datang di perusahaan Tuan Bruce, " Kata pihak HRD menyambut kedatangan Devano Wandani dengan ramah.
" Iya, Saya mau melamar pekerjaan di sini." Kata Devano Wandani memperlihatkan surat lamaran pekerjaan nya kepada pihak HRD perusahaan itu.
" Ouh, silakan anda taruh surat lamaran anda di meja kerja saya dan silakan tunggu informasi nya di ruang tunggu, " Kata pihak HRD kepada Devano Wandani seraya menunjuk ke arah antrian para pelamar lainnya.
" Ah, ya baiklah. " Jawab Devano Wandani sabar.
Devano Wandani memilih untuk duduk di kursi di dekat pot bunga plastik di sudut ruang tunggu di perusahaan tersebut, lalu menajamkan telinga nya untuk mendengarkan informasi dari pihak HRD tentang lamaran pekerjaan nya.
Devano Wandani menunggu selama tiga jam dari jam makan siang hingga jam lima sore hari barulah Devano Wandani di panggil oleh HRD ke ruang kerja HRD.
" Kami sudah melihat surat lamaran pekerjaan anda dan mempelajari nya dengan cermat dan teliti bahkan pimpinan kami sudah melihat nya juga. " Kata HRD dengan senyuman ramah pada Devano Wandani.
" Oke, lalu apa keputusan dari pimpinan anda untuk saya?Apakah saya akan diterima untuk bekerja di perusahaan ini? " Tanya Devano nada gugup sekali.
" Anda diterima bekerja di perusahaan ini pada esok hari jam delapan pagi hingga jam enam sore di bagian staff pembelian dengan upah minimum sesuai kebijakan perusahaan kami ini yang bergerak di bidang kesehatan, " Jawab HRD memberikan surat keterangan diterimanya Devano Wandani bekerja di perusahaan tersebut dengan tangan terbuka.
"Wah, ya terimakasih Pak HRD, " Kata Devano dengan perasaan terharu sekali karena akhirnya dia mendapatkan pekerjaan yang baik sebagai awal karier nya.
__ADS_1
Devano Wandani keluar dari perusahaan itu dengan senyuman ceria sekali sampai dia ingin membelikan hadiah yang menarik untuk Soledad sebagai teman yang mendukungnya dengan sepenuh hati.
" Wah, syal yang bagus di toko pakaian itu cocok untuk Soledad pakai di musim dingin bulan esok "Kata Devano Wandani yang sambil jalan pulang melihat sebuah syal warna krem di patung yang di pajang di etalase toko pakaian yang di lihat nya itu.
Devano Wandani pun masuk ke toko pakaian itu lalu menemui pemilik toko pakaian yang segera mengenal nya sebagai cowok ganteng yang di temui oleh pemilik toko pakaian di taman pada siang hari tadi.
" Hei, bukankah kau cowok ganteng yang telah menginjak kertas ku pada siang tadi di taman nasional blok c dari selatan daerah ini? " Tanya Sabrina Hugues menatap lekat-lekat Devano.
"Apa kamu pernah bertemu dengan ku?Kapan?" Tanya Devano menatap bingung Sabrina Hugues si pemilik toko pakaian.
"Hmm, baru kali ini aku jumpa cowok yang super cuek seperti kamu sampai kamu tak ingat aku cewek cantik di taman nasional tadi siang," Jawab Sabrina Hugues tampak merana sekali tak di kenal dan diingat oleh cowok di hadapan nya itu.
"Baiklah, Nona aku ingin tanya berapa harga syal warna krem yang di pajang di patung depan kaca itu?" Tanya Devano menatap syal warna krem yang di inginkan nya itu kepada pemilik toko pakaian Sabrina Hugues.
" Ahh, mahal sekali padahal syal itu terbuat dari bahan pakaian kasar dan tak berkualitas tinggi di dunia fashion yang aku ketahui, " Kata Devano Wandani tak mempercayai harga syal tersebut.
"Hai, kau menghina barang dagangan ku ya ?! Tak sopan tahu kamu bicara tentang syal yang aku jual! " Kata Sabrina Hugues marah kepada ucapan Devano.
" Siapa bilang aku menghina syal mu? Aku ini bicara sejujurnya! Jika kamu tak percaya padaku ya ku tunjukkan kepadamu ya mengenai syal mu itu. " Kata Devano Wandani yang mengambil syal dan menunjukkan kain syal yang tampak kasar di tangan Sabrina Hugues yang melongo melihat bukti dari ucapan Devano Wandani tentang syal nya kepada nya.
" Eh, kamu benar kain nya kok beda ya tak sama seperti bahan syal yang aku kirim ke perusahaan syal ku untuk di buatkan syal sesuai dengan aku minta kepada mereka, "Kata Sabrina Hugues yang akhirnya mempercayai ucapan Devano mengenai produk syal nya adalah palsu.
__ADS_1
"Hmm, perusahaan apakah yang membuatkan syal untuk mu ?" Tanya Devano tersenyum pada Sabrina Hugues yang menatap nya heran.
" Perusahaan syal Pupies. Apakah kamu tahu perusahaan syal tersebut?! " Jawab Sabrina Hugues semakin heran terhadap cowok ganteng aneh itu.
"Iya, aku kenal karena perusahaan syal itu salah satu dari sekian perusahaan lawannya Akong ku. " Batin Devano Wandani tetapi Ia menjawab lain kepada Sabrina Hugues.
"Aku tahu karena syal merek ini biasanya ada di pasar murahan dengan harga nya cuma sepuluh dolar AS saja. " Kata Devano Wandani dengan nada yang menyakinkan sekali.
"Aku tak percaya barang dagangan ku ini syal ku ini palsu! " Kata Sabrina Hugues yang tampak frustasi sekali.
" Jika kau tak percaya padaku. Gimana kalau malam hari ini aku ajak kamu pergi ke pasar malam di daerah utara kota ini untuk kamu bisa tahu apa yang aku katakan mengenai syal mu ini benar apa adanya?! " Ucap Devano Wandani.
" Oke, aku setuju. Ayo kita pergi sekarang saja ke pasar malam," Kata Sabrina Hugues yang setuju dengan ajakan Devano.
Devano mengajak Sabrina Hugues pergi ke pasar malam pada malam hari itu juga untuk Ia bisa membuktikan bahwa ucapannya terkait syal dagangan Sabrina Hugues itu palsu dan harga jualnya tak semahal yang di perkirakan oleh Sabrina Hugues.
" Lihat penjual syal di sepanjang jalan di pasar ini?! Bukankah bahannya sama dengan bahan syal kamu jual di toko mu yang katamu adalah syal yang biasa di pakai para artis Hollywood ternama?" Tanya Devano menunjukkan seluruh penjual syal di pasar malam di daerah kumuh kepada Sabrina Hugues yang akhirnya percaya dengan nya.
" Baiklah, aku jual syal ku ini kepada mu dengan harga lima belas dolar AS, " Kata Sabrina yang menyerah untuk memperjuangkan syal nya itu kepada seorang pembeli selihai pemuda ini.
" Huum, terimakasih untuk syal nya.. " Kata Devano Wandani senyum menang dari penjual syal yang lugu itu.
__ADS_1
" Hei, aku punya keinginan untuk kamu mau membantu ku, " Kata Sabrina Hugues dengan nada suram kepada Devano Wandani usai syal nya di bayar dengan harga murah untuk pemuda ganteng yang pintar transaksi dengan nya.
Bersambung..!!