I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 50.


__ADS_3

Mobil pengawal pribadi Nyonya besar Wandani tiba di depan mobil Sonya Wandani lalu salah satu dari pengawal turun dari mobil dan datangi mobil yang di kendarai oleh Richard Evander.


" Selamat sore untuk Nona Sonya Wandani. Jika anda ingin mengunjungi Tuan dan Nyonya besar silakan anda gunakan mobil yang sudah kami siapkan untuk mengantarkan anda kepada Tuan dan nyonya besar di dalam. " Kata salah satu dari pengawal kepada Sonya Wandani.


" Ah, ya. Baik terimakasih. " Jawab Sonya yang menyentuh lengan Richard untuk keluar dan turun dari mobil mereka.


Richard mengikuti istrinya keluar dan turun dari mobil mereka lalu masuk ke mobil pengawal pribadi nyonya besar Wandani yang langsung berbalik arah dan menuju ke dalam pekarangan rumah keluarga Wandani yang supermegah itu.


Richard dan Sonya menaiki tangga menuju ke dalam rumah yang besarnya persis kastil atau istana saja sampai Richard akui bahwa keluarga Wandani memang layak di akui sebagai salah satu keluarga super kaya di seluruh dunia.


" Beberapa banyak lagi tangga ...dan beberapa lama aku bisa sampai ..." Tanya Richard di dalam hati sambil mengikuti petunjuk arah jalan ke dalam rumah besar itu melalui seorang petugas lainnya usai Ia dan Sonya Wandani di antarkan ke depan tangga di depan pekarangan rumah keluarga itu oleh beberapa pengawal yang mengapit mereka.


Pelayan yang mengantarkan mereka ke ruangan utama selalu diam dan hanya berjalan di depan mereka hingga mereka di minta untuk menanti panggilan untuk masuk ke ruangan utama usai pelayan lain mengabarkan mereka bisa masuk dari kepala pelayan utama rumah itu.


" Silakan Nona Sonya masuk ke ruangan utama karena di sana sudah ada Tuan dan nyonya besar Wandani menunggu anda dan Tuan Muda ini. " Kata pelayan utama rumah keluarga Wandani yang menemui Sonya Wandani dan juga Richard Evander di luar ruangan utama.


" Ya, terimakasih Paman. " Kata Sonya Wandani yang menggandeng tangan Richard Evander untuk melangkah maju ke dalam ruangan utama rumah keluarga Wandani.

__ADS_1


Tuan besar Wandani sudah terlihat duduk di sofa panjang dan mewah sambil menghisap cerutu di samping Tuan besar Wandani ada Nyonya besar Wandani yang sedang menikmati sajian camilan buah segar di piring cantik dan terbuat dari keramik mahal sambil sesekali mengambil cangkir keramik berisi teh yang aromanya amat segar terhirup oleh indra penciuman Richard Evander dan Sonya Wandani.


" Grandfa dan Grandma, selamat sore dan apa kabar kalian berdua? Apakah Grandpa and Grandma baik-baik saja? " Tanya Sonya Wandani dengan senyuman sopan kepada Tuan besar Wandani.


" Sonya, siapakah laki-laki yang berdiri di samping mu itu? " Tanya Nyonya besar Wandani tanpa basa basi kepada Sonya Wandani.


" Dia Richard Evander suami ku, Grandma. " Jawab Sonya Wandani dengan senyuman sopan dan hormat kepada Nyonya besar Wandani.


" Hmm, sejak kapan kamu menikah dengan pria itu? Kenapa kamu tak memberitahukan kami dahulu untuk urusan penting seperti pernikahan mu itu? " Tanya Nyonya besar Wandani yang kini menatap langsung kepada Richard Evander.


" Kemarin siang, Ahma. Kami menikah di kantor catatan sipil pernikahan Ibukota Beijing. Hmmm, Ahma, karena saya tak mau menyusahkan Ahma dan Akong dengan mengurusi pernikahan saya yang hanyalah anak tiri dari Mama Lilian Bong dan Papa Benny Wandani yang berarti saya ini bukanlah anggota keluarga Wandani yang layak mendapatkan perhatian lebih dari Akong dan Ahma." Jawab Sonya Wandani dengan suaranya yang bergetar menahan gejolak hatinya kepada Nyonya besar Wandani.


" Papa? Bukankah selama ini Papa tak pernah menghiraukan aku yang menjadi putrinya Papa? " Tanya Sonya Wandani dengan airmatanya yang mengalir dari sepasang matanya ke kedua pipi nya itu.


" Sonya, Papa memerhatikan mu walaupun kamu tak pernah menyadari arti kehadiranmu untuk Papa meskipun kamu dan Devano kakakmu itu berbeda ibu kandung..! Kamu tetaplah putrinya Papa mu dan cucu perempuan dari Tuan besar Andy Peter Wandani. " Kata Tuan Benny Wandani yang menghampiri Sonya Wandani lalu menarik tangan Sonya Wandani untuk menjauhkan diri dari Richard Evander.


" Papa?Kenapa Papa tiba-tiba berubah sebaik ini kepadaku? " Tanya Sonya Wandani dengan nada menegur Papanya.

__ADS_1


"Karena aku tak mau kamu salah pilih pasangan hidupmu yang akan merugikan kamu dan juga merusak nama baik keluarga besar Wandani yang terhormat dengan kamu memilih untuk menikah dengan seorang dokter rendahan dan berkelas rendah seperti dia. " Jawab Tuan Benny Wandani dengan senyuman merendahkan dan meremehkan status dan kedudukan Richard Evander kepada putrinya.


"Papa, tolong jangan merendahkannya karena dia adalah suamiku yang berarti menantu mu. " Kata Sonya Wandani dengan senyuman marah kepada Papanya.


" Baik, jika kamu tetap bersikeras untuk memilih pria itu sebagai suamimu? Pergi kau dari rumah ini dan jangan pernah kamu menginjakkan kaki mu lagi di lantai rumah ini..! " Kata Tuan Benny Wandani yang mengusir putrinya sendiri karena ia tak menyukai pria pilihan putrinya.


" Papa....! "


Richard Evander yang sudah muak dengan segala hinaan yang sudah di terima olehnya dari keluarga Wandani itu telah menarik Sonya untuk pergi dari keluarga Wandani.


" Sonya, kau masih punya aku suamimu. Ayolah, jangan pernah mau di jadikan sampah oleh mereka. " Kata Richard Evander kepada Sonya Wandani yang hanya bisa menangis.


Benny Wandani mengabaikan putrinya yang di bawa pergi oleh Richard Evander dari keluarga nya dengan pria usia empat puluh delapan tahun ini menghadapi orangtuanya yang sangat luar biasa dalam menilai seseorang yang layak untuk menjadi bagian dari keluarga Wandani.


" Papa, aku sudah melakukan hal yang Papa perintahkan dengan mengusir Sonya Wandani putriku sendiri yang menikahi seorang pria yang pernah menjadi suami masa lalu Ruby Yolanda di Irlandia Utara untuk kebahagiaan dan masa depan Devano Wandani cucu kesayangan mu. " Kata Benny Wandani yang menatap getir dan pahit kedua orang tuanya.


" Aku hanya ingin melindungi cucu sah ku, Benny Wandani atau Damian Yohanes. " Kata Tuan besar Wandani dengan tatapan matanya yang penuh wibawa dan pengaruh yang besar untuk menundukkan siapa saja yang di hadapannya.

__ADS_1


" Ya, aku tahu siapa diriku di penglihatan mata mu itu..?! Aku hanyalah seorang pria miskin yang beruntung menjadi suami seorang Lilian Bong yang tak lain adalah putri kandung mu sendiri yang dahulu terpaksa harus menikah dengan ku untuk menutupi aibnya dari masyarakat umum. " Kata Tuan Benny Wandani yang menatap ayah angkatnya dengan senyuman getir sekali.


Bersambung!


__ADS_2