I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 56.


__ADS_3

Devano meraih jemari Ruby sambil menatap lembut wanita yang berada di pelukannya itu, ia merasakan kebahagiaan yang tiada tara pada saat itu,karena Ia berhasil mendapatkan cinta dan kepercayaan kembali dari Ruby istrinya yang sangat dicintainya.


" Terimakasih untuk cinta dan kepercayaan yang telah kamu berikan kembali untukku, Cheni. Aku sangat menghargai ketulusan hatimu ini. Karena itu aku akan menjaga hatimu ini dengan nyawa ku taruhannya. " Kata Devano dengan rasa terimakasih yang besar kepada Ruby.


" Ya, sama-sama Dev. Aku juga berterimakasih karena kamu sudah menunjukkan bahwa kamu sudah berubah menjadi lebih baik untukku dan Ziko putra kita. " Kata Ruby yang membalas tatapan mata Devano.


"Cheni, aku mempunyai cincin berlian kuning yang baru untukmu sebagai cincin pernikahan yang aku ingin aku berikan kepada mu sebagai tanda cinta ku kepadamu. Ya, anggaplah aku melamarmu dan ingin menikahimu kembali. " Kata Devano dengan tulus menyematkan cincin berlian itu di jari manis Ruby yang menangis karena tersentuh hatinya.


" Terimakasih untuk lamaran mu untuk ku, Dev. Aku sangat bahagia. " Kata Ruby yang melompat untuk merangkul leher Devano.


Devano merangkulnya dengan lembut lalu pria ini membawanya masuk ke dalam cottage mereka dan di sanalah Ia menyerahkan segala yang dimilikinya kepada suaminya itu.


*****


Kota Ningbo, China.


Soledad kembali harus kehilangan bayinya untuk kedua kalinya karena wanita itu mengalami keguguran yang mengharuskannya untuk di rawat inap di rumah sakit.


" Aku seorang wanita gagal dan ibu yang gagal juga karena aku sudah dua kali kehilangan bayi yang aku kandung. Ya, walaupun yang pertama aku melakukan aborsi, tapi untuk yang keduanya aku mencintai bayiku dengan sepenuh hatiku. " Kata Soledad yang menangis begitu sedih di hadapan Eduardo pria yang mendatangkan rasa nyaman dan bahagia semenjak Ia gagal dalam cintanya yang pertama.


" Kau jangan menyalahkan dirimu terus menerus karena masa lalu harus kamu lupakan, Soledad. Yang penting kamu harus melihat kedepannya untuk masa depan mu lebih baik daripada masa lalu mu. " Kata Eduardo menasehati Soledad.

__ADS_1


" Diam kamu, Eduardo... Aku saat ini sedang sedih dan kamu jangan menambah kesedihan aku dengan wejangan mu itu. " Kata Soledad yang makin sedih tangisannya. Wanita itu tak mau menatap Eduardo lagi dengan memeluk dirinya sendiri di ranjang pasien.


Eduardo mendiamkan Soledad sampai puas menangisnya lalu pria ini memberikan Soledad makan malam semangkuk sup miso hangat dengan kasih sayang.


" Ed, aku mau menikah denganmu setelah aku keluar dari rumah sakit ini. Apakah kamu mau menikah denganku? " Tanya Soledad yang mengejutkan Eduardo yang di lamar oleh wanita untuk menikah dengan wanita itu.


" Astaga, dunia sudah terbalik rupanya sekarang ini laki-laki seperti aku di lamar dan di ajak menikah oleh seorang wanita seperti Soledad Zevanya. " Jawab Edgar di dalam hatinya.


" Bagaimana Edgar kamu mau atau tidak untuk menikah dengan aku Soledad Zevanya yang cantik dan modern? " Tanya Soledad Zevanya sekali lagi kepada Eduardo.


" Iya, boleh jugalah daripada aku tak ada yang mengurus keperluan sehari-hari ku. " Jawab Edgar kepada Soledad Zevanya. Ia berharap wanita itu berubah pikiran usai Ia bicara dengan judes kepada Soledad Zevanya si wanita barbar yang wajahnya saja yang mirip dengan Ruby Yolanda namun sifat dan perilakunya berbeda sekali bagaikan bumi dan langit.


Soledad Zevanya tersenyum untuk Eduardo usai pria ini menyatakan bahwa dirinya mau menikah dengan Soledad Zevanya. Lalu, wanita itu pun memejamkan sepasang matanya untuk tidur dan memulihkan kembali kondisi kesehatannya di rumah sakit.


" Pak, apakah di toko souvenir milik anda ada lowongan pekerjaan untuk saya? " Tanya Eduardo yang mendatangi salah satu toko yang menjual souvenir untuk mendapatkan pekerjaan untuknya.


" Maaf, Tuan. Saat ini aku sudah cukup memiliki banyak karyawan yang bekerja di toko ku, jadi tak ada lowongan pekerjaan untukmu di tokoku ini. " Jawab pemilik toko souvenir itu kepada Eduardo.


Eduardo pun mencari-cari pekerjaan ke berbagai toko, bengkel dan perusahaan yang ada di kota Ningbo, namun tidak ada satupun yang mau menerimanya.


"Ah, susah sekali mendapatkan pekerjaan di kota Ningbo ini setelah aku bukan lagi salah satu dari anggota keluarga Wandani. " Kata Eduardo yang mengepalkan buku jarinya karena Ia marah dan kecewa dengan Tuan besar Wandani.

__ADS_1


Eduardo tak sengaja melihat seorang nenek tua yang membawa banyak barang di kedua tangan nenek itu. Ia cepat membantu nenek tua itu yang akhirnya membalas budinya dengan memberi Eduardo sebuah pekerjaan di perusahaan kecil yang bergerak di bidang travelling.


" Nenek Lan, terimakasih atas pekerjaan yang nenek berikan kepada saya Eduardo atau You You di perusahaan kecil milik salah satu dari putranya nenek. " Kata Eduardo dengan sikap sopan kepada Nenek Lan yang baik hati.


"Ya, nak sama-sama. Nenek Lan juga senang hati membantumu sebagai balas budi Nenek Lan kepada mu juga. " Jawab Nenek Lan kepada Eduardo dengan sikap ramah.


Demikianlah di mulai dari hari itu juga Eduardo bekerja di perusahaan kecil itu sebagai seorang pemandu wisata di kota Ningbo dengan gajinya cukup lumayan buat membayar tagihan rumah sakit untuk Soledad Zevanya dan rumah sewa mereka.


"Suster, ini uang pembayaran tagihan rumah sakit untuk istriku. " Kata Eduardo yang langsung membayangkan tagihan rumah sakit untuk Soledad Zevanya ke rumah sakit setelah Ia dapat uang gajiannya.


" Pak, ini uang pembayaran uang sewa rumah kami. " Kata Eduardo yang juga langsung bayar tagihan rumah sewa.


Kemudian, Ia menjemput Soledad Zevanya pulang dari rumah sakit ke rumah sewa mereka pada hari berikutnya. Dan, Soledad Zevanya yang melihat kesungguhan hati Eduardo untuk membahagiakan dan menjaga dirinya itu semakin besar perasaan cintanya kepada pria itu.


"Aku harus mendaftarkan kamu ke lembaga pernikahan kota Ningbo dengan prosedur resmi kamu harus mengganti nama dan warga negara mu untuk memudahkan kita bisa menikah di kota Ningbo. " Kata Eduardo kepada Soledad Zevanya dengan sikap tulus.


" Ya, aku harus ganti nama apa? " Tanya Soledad Zevanya dengan raut wajahnya bingung kepada Eduardo.


" Li Bing Bing atau Xiao Chiu atau Hui Lan atau apa sajalah yang penting namamu menjadi nama orang-orang sini. " Jawab Eduardo yang ikut pusing dengan daftar pilihan nama -nama yang cocok untuk Soledad Zevanya.


" Hmm, Kau marga Xie dan namamu You You. Hmm, bagaimana kalau nama aku Yue Niang saja, bagus 'kan? " Tanya Soledad Zevanya dengan wajah ceria kepada Eduardo yang makin pusing dengan sikapnya.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2