I 'LL BE THERE FOR YOU

I 'LL BE THERE FOR YOU
Bab 42.


__ADS_3

Eduardo Wandani memperhatikan Devano Wandani meraih jemari Ruby Yolanda dari luar mobil limousine milik sepupunya itu dari taman bunga mansion keluarga Wandani.


" Uhh, sok romantis sekali sih si bajingan licik itu kepada Ruby..! " Gerutu Eduardo Wandani yang mencibir geram kepada sepupunya yang terlihat menggandeng tangan Ruby dari mobil hingga ke dalam rumah mewah keluarga Wandani.


" Kenapa kamu ngeliatin Devano Wandani seperti orang sinis gitu? " Tanya sepupunya yang baru saja datang ke mansion keluarga Wandani kepadanya membuatnya kaget sekali.


"Vivian kamu jangan mengagetkan aku dong?! " Tegur Eduardo Wandani memegangi dadanya sendiri karena kaget di sapa dan di tanya oleh sepupunya yang berasal dari Jerman itu.


"Siapa yang mengagetkan mu, Eduardo? Aku kan cuma nanya kamu kenapa kamu ngeliatin Vano seperti itu seakan-akan kamu membenci sepupu mu sendiri! " Kata Vivian Wandani dengan nada judes kepada sepupunya yang berasal dari Korea Selatan.


" Habisnya kamu muncul begitu saja di depan ku tanpa permisi lagi..! " Kata Eduardo Wandani yang membalikkan badan untuk kembali ke kolam renang di samping taman bunga mansion keluarga Wandani.


" Iiih, aneh banget sih tuh anak..! " Kata Vivian Wandani dengan nada sebal seraya menyeret kopernya untuk di bawa ke dalam mansion keluarga Wandani.


Di ruangan dalam mansion keluarga Wandani, Vivian Wandani di sambut oleh para pelayan di mansion keluarga Wandani yang segera bantu dia membawa koper nya ke kamar khusus untuk Vivian Wandani.


" Hai, selamat datang kembali di mansion keluarga Wandani..! " Sapa cowok ganteng yang datang dari ruang keluarga Wandani kepada Vivian Wandani.


" Hai, juga terimakasih banyak atas sambutan baik dari mu..! " Kata Vivian Wandani dengan nada ramah kepada pria itu.


" Vivian cucu Akong..! Mari masuk ke ruang keluarga..! " Kata Tuan besar Wandani dari ruang keluarga kepada Vivian Wandani.


" Ya, Akong. Vivian datang..! " Jawab Vivian Wandani segera menemui Akong nya.

__ADS_1


" Bayu , kau juga..! " Sambung Ahma nya yang datang dari ruang pribadi dari nenek luarnya itu kepada cowok ganteng yang nyengir kepada Vivian Wandani.


" Eh, rupanya dia itu calon suami ku..! " Batin Vivian Wandani seraya menutup pintu ruang keluarga Wandani.


Akong, Ahma, Paman dan Bibi nya telah hadir di ruang keluarga Wandani dengan duduk rapi di tempat duduk mereka masing-masing. Ia segera duduk di tempat duduk yang tersisa di samping Bayu Wandani.


" Vivian, bagaimana kabar mu belakangan ini dan kuliah mu sudah kamu selesaikan dengan baik di Jerman? " Tanya Tuan besar Wandani dengan nada formal kepada Vivian Wandani.


"Kabar Vivian sangat baik, Akong. Kuliah Vivian di Jerman sudah selesai. " Jawab Vivian dengan nada gugup kepada Akong nya.


" Lalu apakah orangtua mu sudah memberitahu mu tujuan mereka dengan menyuruh mu datang ke rumah Akong di Beijing? "Tanya Akong nya dengan nada tegas kepada Vivian.


" Iya, Akong. Papa dan Mama sudah kasih tahu Vivian untuk datang ke rumah Akong di kota Beijing dengan tujuan untuk Vivian menikah dengan pria pilihan Akong. " Jawab Vivian Wandani dengan nada gugup tanpa menengok kepada Bayu Wandani.


Vivian Wandani menengok kepada cowok yang di jodohkan oleh Akong nya untuk nya dan Ia melihat cowok itu juga tampak kikuk dan tak nyaman dengan pembicaraan yang sangat penting untuk masa depan mereka.


" Vivian Wandani atau Vivian Russell's. " Kata Vivian Wandani yang memperkenalkan dirinya kepada tunangannya yang baru pertama kali ini berjumpa dengan dirinya.


" Bayu Wandani atau Bayu Wandani Putra Wijaya asal ku dari Indonesia. " Kata Bayu Wandani atau Bayu Wandani Putra Wijaya memperkenalkan diri kepada gadis cantik di sebelahnya.


" Kalian berdua akan melanjutkan perkenalan diri kalian satu sama lainnya setelah kalian menikah di hari yang sudah ditentukan oleh Akong untuk kalian berdua. " Kata Tuan besar Wandani yang tersenyum senang melihat mereka berdua sudah saling berkenalan satu sama lainnya.


Di ruangan lain, Devano Wandani menghela napas panjang melihat Ruby Yolanda istrinya di sudut kiri pintu kamar mandi di dalam kamar mereka.

__ADS_1


" Kemarilah..! " Panggil Devano Wandani yang menggapai Ruby Yolanda dari dalam kamar mandi.


" Aku tak mau melayani mu lagi..! " Kata Ruby Yolanda yang memegangi tiang pintu kamar mandi.


" Kau harus tetap melayani ku.. Karena kamu istri ku..! " Kata Devano Wandani yang menarik lepas tangan Ruby Yolanda yang memegangi tiang kamar mandi lalu memanggul istrinya untuk di taruh di dalam bathup.


Ruby Yolanda berusaha untuk kabur dari Devano Wandani yang membelenggu dirinya hingga Ia harus melayani hasrat suaminya untuk sekian kalinya sesudah Ia melayani suaminya di dalam mobil limousine milik suaminya itu.


" Aku suami mu..! Ingat, pikiran mu itu harus memikirkan Aku ! Bibir mu ini harus bicara pada ku dan tentang aku..! Tubuh mu ini harus aku yang menggunakannya dan hatimu ini harus ada aku..! " Kata Devano Wandani yang memeluknya dari belakang di antara busa air mandi.


" Aku bukan seorang wanita penghibur yang kau pakai sesuka hatimu lalu kau bayar dengan uang atau perhiasan emas atau berlian yang kamu berikan kepada ku..! " Desis Ruby Yolanda yang berusaha untuk tak mendesah di bawah belaian hangat Devano Wandani.


" Aku tak pernah menilaimu wanita penghibur tetapi ratu ku yang selalu aku cintai semenjak aku ingat janjiku padamu di masa kecil mu..! Aku berusaha untuk menghindari perasaan ku pada mu karena Lucia mantan kekasih ku itu adalah gadis yang di pilihkan oleh Mama ku untuk aku tapi nyatanya gadis itu cuma menginginkan harta ku saja bukan cinta ku..! " Kata Devano yang menggigit daun telinga Ruby Yolanda.


" Cih! Aku tak pernah mempercayai cinta mu yang mengharapkan nama mu sebagai pewaris tahta kerajaan bisnis kakek mu itu! Aku adalah syarat untuk kamu mendapatkan semua itu, maka kamu mau menikah dengan Aku..! " Kata Ruby Yolanda yang membalas dendam dengan gigitan pada bibir Devano Wandani hingga bibir pria ini berdarah-darah.


" Auh..?! Kau ganas juga ya kalau kamu marah..! " Kata Devano Wandani yang menaruh Ruby di dasar air mandi mereka lalu menerkam Ruby Yolanda dengan penuh hasrat yang membara.


Di hotel dekat taman wisata Great Wall.


Richard Evander membuka gorden kamarnya dengan pikirannya sibuk memikirkan cara untuk menculik Ruby Yolanda dari Devano Wandani yang di bencinya itu.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2