
Drt.. Drt.. Drt..
Dering ponsel membuat Firanda yang tengah tidur dengan nyenyak nya di atas kasur king size terganggu dengan suara panggilan itu. Dengan keadaan yang masih mengantuk akhir nya Firanda pun mengangkat telpon nya itu.
"Selamat pagi nyonya Firanda"
Firanda yang mendengar suara yang tak asing bagi nya langsung tersentak kaget dan langsung bangun dari tidur nya. Dia menatap layar ponsel nya dan ternyata benar, yang menelpon nya adalah asisten Tuan Laskar. Dengan buru buru Firanda pun membalas sapaan asisten Tuan Laskar.
"Selamat pagi juga Tuan Laskar." balas Firanda.
"Apa saya mengganggu waktu anda nyonya?" tanya Tuan Laskar.
"Tidak sama sekali Tuan, ada apa pagi pagi menelpon saya Tuan Laskar?" tanya Firanda.
"Saya ingin memberitahukan kabar baik nyonya." ucap Tuan Laskar di sebrang sana, sedangkan Firanda hanya diam mendengar kelanjutan ucapan Tuan Laskar.
"Besok anda sudah bisa mulai bekerja di perusahaan Wilson nyonya Firanda. " lanjut nya lagi membuat Firanda tersenyum lebar.
"Anda serius Tuan Laskar?" tanya Firanda tak percaya.
"Saya serius nyonya Firanda." balas Tuan Laskar.
"Ah Terima kasih Tuan Laskar. " ucap Firanda dengan suara girang nya
"Sama sama nyonya, kalau begitu saya tutup telpon nya. Sampai jumpa besok pagi nyonya Firanda." ucap Tuan Laskar mengakhiri pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Sampai jumpa juga Tuan Laskar." balas Firanda menutup telpon nya.
Firanda langsung turun dari kasur nya dan bergegas untuk mandi karena hari ini dia berencana akan membeli pakaian formal untuk bekerja nanti.
Setelah selesai dengan acara mandi nya, Firanda pun melangkah menuju dapur untuk sarapan.
"Selamat pagi bibi." sapa Firanda pada pembantu nya.
"Pagi, tumben udah bangun jam segini?" tanya bibi nya yang heran melihat Firanda sudah bangun, dan yang membuat dia tambah heran melihat penampilan Firanda yang tampak sudah rapih dan bersiap untuk keluar rumah.
"Tadi Tuan Laskar menelpon ku bibi, dia mengatakan kalau besok aku sudah bisa mulai bekerja di perusahaan Wilson. Dan hari ini aku memutus kan akan pergi ke Mall untuk membeli setelan baju kerja untuk besok." ucap Firanda dengan panjang lebar.
"Kau akan pergi sendiri?" tanya pembantu nya sambil fokus menyiapkan sarapan pagi.
"Ya bibi." balas Firanda.
Sesampai nya di Mall Firanda mulai mencari setelan kerja nya, saat berkeliling mencari yang di ingin kan nya Firanda menatap sosok yang tak asing di mata nya. Ya, dia melihat Dika sedang berjalan bersama laki laki paruh baya. Firanda bisa menyimpulkan bahwa Dika saat ini sedang ada pekerjaan bisnis di Kanada. Karena tidak ingin Dika melihat keberadaan nya, Firanda pun langsung berjalan tergesa gesa menuju tempat parkir, dia memutus kan untuk membatalkan rencana membeli baju nya.
Tapi nasib baik tidak berpihak pada Firanda, di tengah jalan Firanda menubruk seseorang dan sial nya seseorang itu adalah Ayah nya Dika, mantan kekasih nya.
"Sial." umpat Firanda dengan terus menutupi wajah nya dengan tas milik nya.
"Apa anda baik baik saja nyonya?" tanya Ayah Dika dan di balas anggukan oleh Firanda.
"Apa anda bisa bicara nyonya?" tanya Ayah Dika kembali dan di balas gelengan oleh Firanda.
__ADS_1
Belum sempat Ayah Dika bertanya lagi, Dika datang menghampiri nya dengan laki laki paruh baya tadi yang di lihat oleh Firanda.
"Ada apa Ayah?" tanya Dika pada Ayah nya.
"Tadi Ayah tidak sengaja menabrak seorang wanita." jawab Ayah nya.
"Lalu di mana sekarang wanita itu?" tanya Dika saat dia tidak melihat wanita di sekitar Ayah nya.
Ayah Dika pun kembalikan tubuh nya dan tidak mendapati Firanda.
"Loh kemana wanita tadi? Bukan nya tadi ada di sini?" tanya Ayah Dika dengan bingung.
"Sudah jangan di pikirkan lagi, sekarang kita kembali ke perusahaan, Tuan Daniel sedang menunggu kita saat ini di sana." ucap Dika dan di angguki oleh kedua laki laki paruh baya itu.
Mereka pun pergi meninggal kan Mall itu, dan tanpa di sadari oleh mereka, Firanda menguping semua pembicaraan mereka di tempat persembunyian nya. Ya, saat Ayah Dika membalikkan tubuh nya, Firanda dengan cepat langsung pergi dari sana dan bersembunyi di toko pakaian dalam khusus wanita.
"Huh hampir saja aku ketahuan." gumam Firanda dengan mengembuskan nafas lega nya karena Ayah Dika tidak mengenali nya sama sekali. Padahal waktu dia berpacaran dengan Dika laki laki paruh baya itu akan mengenali di mana pun dia berada.
"Sebaik nya aku meneruskan rencana berbelanja nya, karena Dika dan Ayah nya pasti sudah kembali ke perusahaan nya." gumam Firanda sambil melangkah keluar dari persembunyian nya, dan kembali berkeliling mencari pakaian yang dia maksud.
Setelah mendapat kan pakaian yang ia maksud, Firanda pun memutus kan untuk pergi ke cafe. Untuk makan siang, karena saat ini jam sudah menunjuk angka satu siang. Sesampai nya di cafe, Firanda memilih duduk di pojokan cafe agar tidak ada yang melihat keberadaan nya walau pun orang itu mengenali nya. Firanda pun mulai memesan makanan tidak terlalu banyak karena hanya untuk diri nya sendiri.
Saat sedang asik dengan makanan nya, Firanda menatap sosok yang tadi di temui nya di Mall sedang berjalan menuju cafe yang sedang ia kunjungi saat ini. Dengan cepat Firanda pun memakan makanan nya karena dia ingin langsung kembali ke apartemen nya, karena kalau dia masih berada di luar apartemen. Sudah di pastikan dia akan bertemu dengan Dika dan Ayah nya.
Tapi lagi lagi nasib baik tak berpihak pada Firanda, karena Dika sudah lebih dulu menatap keberadaan nya.
__ADS_1
"Firanda!" teriak Dika.
"Sial." untuk kedua kali nya Firanda mengumpat. Tetapi walau pun sudah ketahuan, Firanda tidak menyerah dan langsung berlari menuju pintu belakang cafe itu untuk melarikan diri dari Dika. Sedangkan Dika yang melihat Firanda berlari pun ikut mengejar tanpa menghiraukan Ayah nya berteriak memanggil manggil nama nya. Karena saat ini yang terpenting bagi nya adalah bertemu dengan Firanda.