
Saat ini jam menunjuk angka tiga siang, tetapi Firanda dan kedua temannya masih betah di danau itu sampai tidak menyadari kalau hari akan sore.
"Sekarang jam berapa ya? Kok kayak nya udah mau sore?" tanya Firanda saat menyadari kalau matahari mulai tidak panas sepanas tadi mereka datang ke danau itu.
"Sebentar gue lihat dulu." ucap Gelia sambil mengambil ponsel milik nya di dalam tas.
Setelah mendapatkan nya mereka pun melotot dengan raut wajah sama sama terkejut.
"Kok bisa ya kita gak sadar kalau sekarang udah jam tiga?" tanya Chelsea pada kedua teman nya itu.
"Ya nama nya juga keasikan jadi kita gak sadar kalau sekarang udah jam tiga aja." balas Gelia.
"Jadi gimana nih? Mau diterusin atau pulang?" tanya Firanda pada Gelia dan Chelsea
" kayak nya pulang deh Nda, soal nya nanti sore gue ada acara sama Fiki." sahut Gelia, membuat kedua nya mengangguk.
"Yaudah kita pulang sekarang." ajak Firanda.
Mereka pun membereskan semua nya, setelah beres mereka pun pergi menuju mobil milik Firanda, dan mulai menjalan kan nya menunju rumah milik Chelsea terlebih dulu.
"Ouh iya gue belum nanya lagi soal perjodohan itu, jadi gimana sama Tuan David? Dia setuju atau enggak sama perjodohan itu?" tanya Gelia memulai pembicaraan di antara mereka.
"Setuju." balas Firanda dengan singkat.
"Berarti bener kalian jadi nikah dua minggu lagi?" tanya Gelia kembali
"Jadi." lagi lagi Firanda menjawab dengan singkat.
"Anjir gue gak nyangka kalau temen gue bakal nikah sama boss kita ya gak Chel?" tanya Gelia meminta persetujuan pada teman satu nya itu.
"Iya." balas Chelsea dengan singkat juga.
"Yaelah loh berdua kompak banget balas singkat." gerutu Gelia yang langsung di hadiahi kekehan oleh Firanda dan Chelsea.
Tak terasa akhir nya mobil yang di kendarai oleh Firanda pun sampai di depan gerbang rumah milik Chelsea.
__ADS_1
"Makasih ya." ucap Chelsea setelah turun dari mobil Firanda.
"Iya sama sama." bukan Firanda yang menjawab melainkan Gelia.
Sedangkan Firanda dan Chelsea hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepala mereka.
"Yaudah gue masuk dulu ya, kamu jangan bawa mobil terlalu kenceng bahaya. "ucap Chelsea dengan pamit pada kedua teman nya dan memberi pesan pada Firanda agar tidak melajukan mobil nya terlalu kencang.
"Iya bawel." lagi lagi Gelia menjawab ucapan Chelsea.
"Kamu tuh yang bawel, jadi heran kenapa Fiki mau ya sama kamu? Secara kan kamu bawel banget kayak gini." ucap Chelsea dengan becanda.
"Ya si Fiki juga tau kalau gue cantik." balas Gelia dengan bangga.
"Iya deh yang paling cantik mah." balas Firanda dan Chelsea dengan kompak, lalu mereka pun tertawa bersama.
"Yaudah aku ke dalam dulu ya, jangan lupa pesen aku tadi." ucap Chelsea mengakhiri obrolan mereka.
"Iya." Firanda pun menjalan kan mobil nya kembali, sedangkan Chelsea masuk ke dalam rumah nya setelah memastikan kalau Firanda membawa mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Nda gue mau nanya, tapi loh jangan ke singgung ya." ucap Gelia dengan serius.
"Nanya aja kali." balas Firanda sambil terus pokus pada kemudi nya.
"Sebenernya loh ada hubungan apa sih sama sepupu nya Chelsea?" tanya Gelia dengan hati hati, takut menyinggung perasaan Firanda.
Sedangkan Firanda terdiam saat mendengar pertanyaan Gelia, dia sudah menduga saat di cafe dekat kantor Gelia memperhatikan nya dan mencurigai nya setelah ia menanyakan ibu dari sepupu nya Chelsea.
"Emang nya kenapa Gel?" Firanda bukan nya menjawab, tetapi dia malah berbalik tanya pada Gelia.
"Enggak apa apa kok, gue cuma mau nanya aja. Sorry ya kalau pertanyaan gue tadi nyinggung loh banget." ucap Gelia dengan suara tak enak hati karena sudah menanyakan hal yang sensitif bagi Firanda.
"Gue sebenernya mau jujur sama loh Gel, tapi loh janji dulu kalau loh gak bakal bocorin cerita gue ke Chelsea." ucap Firanda dengan serius.
"Iya gue janji gak bakal kasih tau ini ke si Chelsea." jawab Gelia dengan semangat, karena sebentar lagi pertanyaan yang beberapa minggu mengganggu pikiran nya akan terjawab oleh Firanda.
__ADS_1
"Janji ya?" tanya Firanda memastikan kembali bahwa teman nya itu tidak akan membocorkan ucapan nya pada Chelsea.
"Iya janji Firanda." balas Gelia dengan serius.
"Dika sepupu nya Chelsea itu mantan gue." ucap Firanda membuat Gelia terkejut.
"Serius?!" tanya Gelia tak percaya.
"Gue serius." balas Firanda.
"Terus kenapa loh sama Dika putus?" tanya Gelia dengan penasaran.
"Dia selingkuh sama Mama tiri gue Gel, gila banget kan si Dika." ucap Firanda dengan nada menggebu-gebu.
"Serius loh?! Gila banget tuh si Dika." ucap Gelia yang ikut mencaci maki Dika.
"Terus gimana sama Ayah loh? Dia tau kalau istri nya selingkuh sama pacar anak nya?" tanya Gelia dengan kepo.
"Tau, Ayah juga langsung ceraiin dia." balas Firanda.
"Kok bisa sih si Dika selingkuh sama Mama tiri loh? Emang nya Mama tiri loh masih muda? Atau udah tua tapi tajir?" tanya Gelia dengan beruntutan.
"Mama tiri gue masih muda, umur nya masih 30 tahun. Sedangkan Si Dika umur nya 33 tahun, jadi wajar kalau si Dika kepincut sama mama tiri gue yang status asli nya bibi kandung gue." ucap Firanda dengan panjang lebar.
"Maksud nya gimana sih gue gak ngerti, tadi loh ngomong dia Mama tiri loh, tapi sekarang loh ngomong bibi kandung loh. Yang bener yang mana sih?" tanya Gelia dengan bingung.
"Mama titi gue itu sebenernya bibi kandung gue, jadi Ayah gue itu turun ranjang waktu almarhum Mama meninggal." ucap Firanda membuat Gelia bungkam seribu bahasa.
Gelia tidak menyangka kalau kehidupan teman nya itu serumit itu, dari mulai di khianati oleh mantan kekasih nya dan Mama tiri, dan pakta baru yang memuat dia bertambah terkejut saat mengetahui status Mama tiri Firanda ternyata adik dari almarhum Mama kandung Firanda.
"Gila sih, ini bener bener gila." ujar Gelia setelah sekian lama terdiam.
"Setelah loh tau semua nya loh gak bakal kasih tau ini semua ke Chelsea kan?" tanya Firanda memastikan kembali janji Gelia pada nya.
"Enggak akan, gue gak akan kasih tau ini semua sama Chelsea." balas Gelia dengan serius.
__ADS_1
Setelah itu tidak ada lagi obrolan apapun, mereka berdua sibuk dengan pikiran masing masing. Dan tanpa di sadari mobil Firanda sudah sampai di gerbang rumah milik Gelia.