
"Udah udah kalian ini kenapa berantem mulu sih kalau ketemu satu sama lain?" ucap Chelsea dengan menggeleng kan kepala nya saat melihat teman nya masih terus saja berdebat.
"Dia yang mulai duluan." tunjuk Firanda ke arah Gelia.
"Iya iya gue deh yang salah. " ucap nya dengan nada di buat sedramatis mungkin, hingga membuat Firanda ingin menabok sekali wajah Gelia saat ini juga.
"Idih drama." cibir Firanda
"Tuh kan tuh kan dia mulai lagi Chel." ucap Gelia dengan heboh.
"Udah kata nya kita mau beli baju couple ke sini." ucap Chelsea mengalihkan pembicaraan nya.
"Ouh iya yah, kok gue lupa sih." ucap Gelia dengan mengetuk kepala nya sendiri.
"Luh kan dah tua jadi cepet lupa nya. " celetuk Firanda.
"Ck, jangan mulai deh. " balas Gelia dengan sengit.
"Yaelah becanda kali mbak, seriusan banget sih jadi orang." ucap Firanda dengan di akhiri kekehan, membuat Gelia langsung memanyunkan bibir nya. Sedang kan Chelsea hanya bisa menggelengkan kepala nya saja saat melihat perdebatan itu.
"Yuk kita cari baju nya sekarang." ajak Chelsea dengan menggandeng tangan kedua teman nya.
Mereka pun mulai mencari baju nya dan mencari barang barang lain yang menurut mereka bagus. Setelah puas berkeliling akhir nya mereka memutuskan untuk makan siang di restoran terdekat Mall itu.
"Ahh laper banget nih perut gue." ucap Gelia sambil mendudukan bokong nya di kursi meja makan.
"Pasti gak sarapan tadi pagi?" tebak Firanda dan hanya di balas cengiran oleh Gelia.
"Kebiasaan." ucap Chelsea ikut mengomentari kebisaan Gelia yang selalu saja tidak sarapan pagi.
"Gue males banget kalau mau sarapan pagi. " bela Gelia.
"Kenapa?" tanya Chelsea.
__ADS_1
"Ya karna kalian tau sendiri lah kalau gue itu selalu BAB kalau udah sarapan pagi. Maka nya gue jadi males sarapan pagi, apalagi pagi tadi ada acara." jelas Gelia panjang lebar.
"Acara apaan dah?" tanya Firanda dengan menyeruput minuman yang tadi ia pesan.
"Itu tuh tetangga gue ngadain acara tujuh bulanan, maka nya gue ke sana dulu buat bantu bantu. " ucap Gelia.
"Tumben rajin bantu bantu di rumah tetangga? Biasa nya juga rebahan doang di kamar." ucap Firanda dengan heran. Karena biasa nya teman nya itu lebih memilih untuk rebahan saja di banding ikut dengan orang tua nya untuk bantu bantu ke rumah tetangga nya.
"Sekarang cerita nya beda dong. " balas Gelia dengan santai.
"Beda nya?" tanya Chelsea dengan mengunyah makanan nya.
"Ya karena tetangga gue itu punya anak laki super tampan bangettt., seumuran lagi sama kita." ucap Gelia dengan menggebu-gebu.
"Yaelah kirain emang niat bantuin tetangga, eh ternyata ada udang di balik batu." celetuk Firanda membuat Gelia tertawa.
"Ya begitu lah. " ucap Gelia dengan tertawa. Membuat kedua teman nya menggeleng kan kepala nya akibat melihat kebobrokan teman nya yang satu ini.
"Iya, niat nya hari ini mau ke Jakarta. Tapi karena Ayah ada kerjaan di Jerman, jadi Kakek mundurin acara ke Indonesia nya. " jelas Firanda.
"Ouh gitu ya. " gumam Gelia dengan mengangguk anggukkan kepala nya. Mereka pun kembali mengobrol banyak hal dan juga membahas tentang pekerjaan mereka masing masing.
Sampai tak terasa waktu akan malam, akhir nya mereka bertiga memutuskan untuk pulang.
"Loh bawa mobil gak Gel?" tanya Firanda pada Gelia yang sedang mengutak-atik ponsel nya.
"Enggak, ini gue lagi pesen taksi. " ucap Gelia tanpa menatap Firanda karena saat ini diri nya dengan memesan taksi online.
"Yaudah gak usah pesen taksi aja, kan arah rumah kita sama. Mending ikut gue aja. " ucap Firanda membuat Gelia menoleh.
"Emang nya loh gak pulang ke apartemen?" tanya Gelia dan di balas gelengan oleh Firanda.
"Ngomong dong dari tadi kalau loh gak pulang ke apartemen, udah dari tadi kali gue mau numpang di mobil loh. " ucap Gelia dengan menghembuskan nafas nya.
__ADS_1
"Ya kan salah loh juga gak nanya sama gue. " balas Firanda sedikit sewot.
Bagaimana tidak sewot coba? Setelah di tawari numpang pulang, Gelia malah menyalahkan nya karena tidak memberi tahu jika diri nya tidak pulang ke apartemen melainkan ke masion kakek nya yang memang jalur nya sama dengan rumah milik Gelia.
"Yaelah canda gue Nda." ucap Gelia dengan cengiran nya yang menurut Firanda sangat menyebalkan.
"Yaudah mau ikut pulang gak? Kalau enggak gue duluan nih." ancam Firanda membuat Gelia langsung berlari dan masuk ke dalam mobil milik Firanda.
Sedangkan Firanda hanya menggeleng kan kepala nya saja melihat kelakuan sahabat nya yang satu ini.
"Nda, tadi siapa ya laki laki yang jemput si Chelsea?" tanya Gelia dengan kepo, saat ini mereka sedang ada di perjalanan menuju rumah Gelia.
"Mungkin pacar nya kali." balas Firanda sambil fokus menyetir.
"Yaelah loh tau sendiri kan kalau si Chelsea itu anti laki." ucap Gelia.
"Ya kan itu dulu Gel, mungkin sekarang dia udah bisa buka hati lagi buat laki laki." balas Firanda.
"Mungkin aja. "Gumam Gelia dengan menatap lurus melihat jalanan yang ada di depan nya.
Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi karena baik Firanda dan Gelia sama sama tidak mengeluarkan suara hingga sampai di depan rumah nya Gelia.
"Makasih ya Nda." ucap Gelia saat diri nya sudah turun dari mobil.
"Iya sama sama, yaudah kalau gitu gue pulang dulu ya. Bye sampai ketemu besok nanti di kantor. " pamit Firanda.
"Ya sampai ketemu lagi besok. " balas Gelia. Setelah itu Firanda pun melajukan mobil nya menuju masion kakek nya, sedangkan Gelia yang melihat mobil Firanda yang sudah mulai menjauh akhirnya masuk ke dalam rumah nya.
Di dalam mobil Firanda memikirkan ucapan Gelia tadi mengenai Chelsea yang tiba tiba di jemput oleh laki laki, dan yang membuat dia tambah berpikiran karena saat melihat laki laki yang menjemput nya. Firanda merasa kalau dia mengenal sesok laki laki itu, tapi Firanda tidak terlalu yakin karena bisa saja laki laki yang di maksud Firanda saat ini ada di Indonesia.
Karena tak ingin mencelakai diri nya dengan menyetir sambil melamun, akhirnya Firanda pun memutuskan untuk tidak memikirkan itu semua. Karena dia yakin kalau laki laki yang bersama Chelsea bukanlah laki laki yang dia maksud.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa Giftnya.
__ADS_1