I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 44


__ADS_3

Firanda dan David memutuskan untuk pulang, karena jam sudah menunjuk angka sembilan malam. Sebenarnya Mama David menyuruh mereka untuk menginap, tetapi David menolak karena ada pekerjaan penting di kantor besok.


"Firanda sama mas David pamit pulang dulu ya, Ma. Kalau ada waktu Firanda bakal sering sering main kesini, supaya Mama gak kesepian di rumah," ucap Firanda.


"Mama pegang ucapanmu itu," balas Mama David.


Firanda hanya tersenyum lalu berpamitan pada Ayah mertuanya. "Firanda pulang dulu, Yah."


Ayah David hanya terseyum sambil mengangguk. "Hati hati dijalan, jangan terlalu ngebut bawa mobilnya." Pesannya pada menantu dan anaknya.


"Baik, Yah."


Firanda dan David pun masuk kedalam mobil dan mulai melajukannya menuju rumah mereka. Di perjalanan, Firanda menatap beberapa pedagang kaki lima yang masih buka. Tiba-tiba dirinya menginginkan spagetti, dan kebetulan Firanda melihat disana ada spaghetti.


"Sayang."


David yang sedang fokus menyetir langsung mengalihkan tatapan, lalu bertanya. "Ada apa?"


"Aku ingin spaghetti," pinta Firanda dengan raut wajah memelas.


"Disini tidak ada spaghetti, Firanda." Balas David fokus kembali menyetir.


"Itu," ucap Firanda menunjuk pedagang spaghetti.


David menghela nafas saat melihatnya, terpaksa dia pun menepikan mobilnya untuk membeli spaghetti. Firanda yang merasa keinginannya di kabulkan, langsung bersorak ria dalam hati. Tak sia sia dia menunjukan wajah memelasnya pada suaminya itu.


"Spaghetti satu box." Ucap David pada pedagang itu.


"Baik, Tuan." Pedagang itu segera membungkus satu box seperti yang diinginkan David.


"Ini, Tuan." Pedagang itu memberikan satu box pada David, lalu David mengambilnya dan membayarnya. Setelah membayarnya, David kembali masuk ke mobilnya dan memberikan box itu pada istrinya.


"Terima kasih, Sayang," ucap Firanda dengan senyum merekah. David hanya mengangguk dan kembali melajukan mobilnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mobil yang di tumpangi David dan Firanda sampai mansion. Keduanya turun dari mobil dan masuk ke dalam mansion itu.


David memutuskan untuk pergi ke kamar langsung, sedangkan Firanda memilih ke dapur dan memakan spaghetti yang tadi ia beli.


"Gila, enak banget," gumam Firanda dengan wajah berbinar.


"Suka banget sama spaghetti," celetuk David yang tiba-tiba duduk di hadapan Firanda.


Uhuk ... Uhuk ...


Firanda segera mengambil air karena tersedak, ia merasa kaget saat suaminya tiba-tiba datang dan langsung duduk di hadapannya. Sedangkan David hanya tertawa kecil melihat istrinya tersedak.


"Makan tuh hati hati, gak bakal di ambil juga." Ucap David dengan santai.


Firanda hanya mendengus kesal mendengar ucapan suaminya itu. Dengan cepat dia segera menghabiskan spaghettinya, dan pergi dari dapur. David yang melihat kelakuan Firanda hanya menggelengkan kepalanya saja. Dengan cepat, dia pun pergi menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar mereka.


"Maafkan aku," ucap David sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Untuk?"


"Lupakan saja," ucap Firanda dengan melepaskan tangan David dari pinggangnya. Lalu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tak membutuhkannya waktu lama, Firanda keluar dengan baju tidurnya. Ia segera naik ke atas kasur dimana suaminya sudah ada disana. Firanda mengambil posisi tepi kasur, dan mulai memejamkan matanya. Sedangkan David yang merasa diabaikan langsung meletakkan benda pipihnya, dan menarik tubuh Firanda agar mendekat dengannya.


"Kenapa?" tanya David dengan memeluk tubuh Firanda dari belakang.


"Tidak apa apa," balas Firanda masih dengan mata terpejam.


"Kau marah padaku?" tanya David sekali lagi. Mendengar hal itu, Firanda membalikkan tubuhnya dan menatap wajah David.


"Tidak, aku hanya sedang tidak ingin berbicara. Jadi, maafkan aku kalau kau merasa terabaikan. Karena aku memang seperti ini jika sedang datang bulan," ucap Firanda panjang lebar.


"Jadi kau sedang datang bulan?" tanya David raut wajah terkejut.

__ADS_1


Sebelumnya dirinya sudah membayangkan akan menghabiskan malam panjang dengan Firanda. Walaupun Firanda sedang marah, dia akan membujuknya.Tetapi mendengar ucapan Firanda tadi, semua yang sudah dibayangkannya, kini tinggal angan-angan saja.


"Iya," balas Firanda dengan bingung saat melihat wajah tak santai suaminya.


"Kenapa?" lanjut Firanda dengan bertanya.


"Tidak apa apa. Sebaiknya kita tidur, ini sudah larut malam." Ucap David melepaskan pelukannya, lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Firanda.


Firanda yang tak mengerti apa apa hanya acuh dan mulai memejamkan matanya kembali, hingga tak lama kemudian terlelap menuju alam mimpi.


David yang merasa tidak ada pergerakan dari Firanda langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat istrinya itu. Dirinya dibuat kesal saat istrinya tampak nyenyak tidur tanpa menanyakan kenapa dirinya berubah.


"Dasar tidak peka." Umpat David sambil memeluk kembali tubuh Firanda, dan menyusul istrinya menuju alam mimpi. Tadinya dia merajuk agar Firanda menanyakan kenapa dirinya berubah. Namun, David lupa kalau istrinya itu sangat tidak peka.


Pagi menyapa, tampaknya David sudah rapi dengan kemejanya. Sedangkan Firanda sedang memasak sarapan untuk mereka berdua.


"Pulang jam berapa?" tanya Firanda sambil menata makanan yang ia masak tadi.


"Memangnya kenapa?" tanya David berbalik tanya pada istrinya.


"Gelia ingin di temani membeli novel nanti sore, boleh gak?" tanya Firanda.


"Boleh, tapi jangan terlalu malam pulangnya. Atau kalau bisa langsung kabari aku jika sudah selesai membeli novelnya. Agar aku langsung menjemputmu," ucap David.


"Itu tidak perlu, karna Gelia sendiri yang akan mengantaku pulang. Lagian kamu pasti capek baru pulang dari kantor, harus jemput aku."


"Gak bakal," balas David.


"Yasudah terserah kau saja." Firanda hanya bisa menuruti apa yang diinginkan suaminya itu.


Setelah sarapan, David berpamitan untuk pergi ke kantor. Sedangkan Firanda kelanjutan pekerjaan rumahnya, setelah memastikan suaminya benar benar pergi ke kantor.


Hai... author datang lagi👋😅

__ADS_1


maaf jarang banget up🙏 author punya bocil, jadi gak ada waktu buat nulis.


__ADS_2