I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 9


__ADS_3

Firanda melangkah dengan tergesa gesa menuju apartemen nya, dia sudah tidak sabar ingin memberitahu kabar baik itu pada pembantu nya. Sesampai nya di apartemen, Firanda langsung berteriak memanggil pembantu nya dengan heboh.


"Bibi!" teriak Firanda yang tidak mendapati pembantu nya di dapur.


Lalu dia pun pergi menuju kamar pembantu nya, karena dia sangat yakin kalau pembantu nya pasti ada di sana kalau tidak ada di dapur.


"Ada apa Firanda? Kenapa kau berteriak seperti itu?" tanya pembantu nya datang dari arah kamar. Firanda yang melihat pembantu nya datang dari kamar pun langsung menarik tangan nya dan membawa nya ke ruang TV.


"Aku membawa kabar baik bibi, apa bibi sudah bisa menebak apa kabar baik itu?" tanya Firanda setelah mendudukan diri nya di sofa dengan pembantu nya.


"Kau di terima di tempat lamaran mu?" tebak pembantu nya, Firanda mengangguk dengan semangat.


"Ya, aku di terima bibi." balas Firanda dengan girang nya.


"Alhamdulillah, kapan mulai masuk kerja nya?" tanya pembantu nya.


"Kalau masalah mulai bekerja nya belum di putuskan bibi, nanti asisten laskar akan memberi tahu ku kapan mulai bekerja nya." jawab Firanda.


"Apa kau sudah memberi tahu Ayah mu?" tanya pembantu dan di balas gelengan kepala oleh Firanda.


"Yasudah sana kasih tahu, pasti tuan besar sangat bahagia mendengar kabar ini." lanjut nya lagi.


"Baiklah aku akan memberi tahu nya sekarang." Firanda pun bangkit dari duduk nya dan pergi menuju kamar nya untuk mengambil ponsel milik nya, karena tadi dia tidak membawa ponsel nya.


"Hai princess Ayah, ada apa malam malam begini telpon Ayah?" tanya Ayah nya dengan suara khas bangun tidur.


"Ah maaf kan aku Ayah, aku tidak ingat kalau di Indonesia pasti tengah malam sekarang." ucap Firanda dengan penuh sesal.


Firanda tidak ingat kalau kini di Indonesia menunjuk waktu malam hari.


"Tidak apa apa nak, ngomong ngomong ada apa telpon Ayah? Apa ada kabar baik?" tanya Ayah nya.


"Ya Ayah aku ingin memberi tahu kabar baik." jawab Firanda dengan girang.


"Apa itu kabar baik nya?" tanya Ayah penasaran dengan kabar baik yang di bawakan oleh anak semata wayang nya.


"Aku di terima di perusahaan Wilson Ayah." jawab Firanda dengan semangat.


"Benarkah?" tanya Ayah nya tak percaya.


"Iya."

__ADS_1


"Selamat." ucap Ayah nya memberi selamat pada Firanda karena sudah di terima bekerja di perusahaan Wilson.


"Terima kasih Ayah." balas Firanda.


"Yasudah kalau gitu Firanda tutup dulu telpon nya ya, maaf ganggu tidur Ayah tadi." lanjut Firanda.


"Tidak apa apa, bye sayang."


"Bye Ayah."


Setelah itu panggilan pun terputus dengan sepihak. Firanda pun kembali ke ruang TV untuk berpamitan pada pembantu nya, dia memutuskan untuk pergi ke rumah kakek nya untuk memberi tahu kabar baik itu.


"Kau sudah memberi tahu Ayah mu?" tanya pembantu nya saat melihat Firanda keluar dari kamar nya dengan membawa tas selempang di bahu kanan nya.


"Sudah bibi." jawab Firanda.


"Terus kau mau kemana sekarang?" tanya pembantu nya.


"Aku akan pergi ke rumah kakek untuk memberikan kabar baik ini bibi." balas Firanda.


"Baik lah hati hati di jalan." pesan pembantu sebelum Firanda pergi.


"Iya bibi." balas Firanda dengan melangkah keluar apartemen.


"Apa kakek ada di rumah bi?" tanya Firanda pada salah satu asisten yang bekerja di rumah itu.


"Ada nyonya, tapi seperti nya sebentar lagi tuan besar akan pergi keluar." jawab asisten rumah tangga itu dengan menunduk kan kepala nya tanpa berani menatap cucu majikan nya.


"Terima kasih, dan kau boleh pergi sekarang." ucap Firanda.


Setelah asisten rumah tangga nya pergi, Firanda pun kembali melangkah kan kaki nya ke dalam masion itu.


"Hai nak, ada apa kau kemari?" tanya Kakek nya melihat kedatangan cucu nya yang menurut nya sangat tiba tiba tanpa memberi tahu nya terlebih dulu.


"Memang nya aku tidak boleh datang ke sini?" rajut Firanda dengan menghentikan langkah nya dan menyimpan kedua tangan nya di atas dada nya, pertanda dia sedang merajuk pada kakek nya.


"Bukan begitu maksud kakek nak, kakek hanya terkejut saja saat melihat kedatangan mu ke sini tiba tiba tanpa memberi tahu terlebih dulu kakek." ucap kakek nya sambil melangkah menghampiri cucu nya.


"Ayo kita duduk." lanjut nya lagi dengan membawa cucu nya menuju sofa dan mendudukan nya bersama diri nya.


"Ada apa?" tanya Kakek nya dengan lembut.

__ADS_1


"Aku membawa kabar baik kakek." ucap Firanda dengan wajah yang kini berseri seri.


"Kabar baik? Apa kabar baik nya?" tanya Kakek nya.


"Aku di terima di perusahaan Wilson grup." jawab Firanda.


"Wah selamat." ucap kakek nya.


"Terima kasih kek. Ouh iya kata asisten di rumah ini, kakek akan pergi keluar?" tanya Firanda saat mengingat ucapan asisten tadi.


"Iya, kakek ada urusan bisnis dengan perusahaan Tokyo." balas kakek nya.


"Seperti nya sangat penting?" tanya Firanda lagi.


"Ya ini sangat penting nak." balas kakek nya.


"Baiklah kalau gitu mending Firanda pulang lagi ke apartemen." ucap Firanda dengan bangkit dari sofa dan bersiap untuk pergi.


"Eh kenapa harus pulang lagi, kakek hanya sebentar saja." cegah kakek nya.


"Berapa jam? " tanya Firanda.


"Kira kira dua jam." balas kakek nya dengan melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya.


"Mau menunggu atau pulang?" lanjut nya lagi dengan bertanya pada cucu nya.


"Pulang aja deh, kalau nunggu kakek di sini sendirian pasti bosen." ucap Firanda.


"Yasudah kalau memang itu mau kamu kakek gak bisa paksa, tapi nanti sore kamu harus datang lagi ya ke sini, Kakek punya sesuatu." ucap kakek nya.


"Apa itu?" tanya Firanda dengan penasaran.


"Rahasia dong." balas kakek nya dengan berkekeh pelan melihat wajah masam cucu nya.


"Ck main rahasia rahasiaan sekarang mah ya." ucap Firanda dengan berdecak kesal pada kakek nya.


Sedangkan kakek nya hanya berkekeh saja sambil mengusap pucuk kepala cucu nya.


"Yasudah kalau gitu kakek pergi dulu ya." pamit kakek nya pada Firanda.


"Iya, hati hati di jalan." pesan Firanda pada kakek nya.

__ADS_1


"Pasti." balas kakek nya.


Setelah itu kakek nya pun keluar dan akhir nya pergi meninggal kan masion dan pergi menuju perusahaan yang akan dia ajak bekerja sama nanti. Sedangkan Firanda yang masih berada di masion memutus kan untuk langsung pulang ke apartemen nya, karena kalau dia menunggu di masion, pasti akan membosankan.


__ADS_2