I Love You, Tuan Muda.

I Love You, Tuan Muda.
Part 13


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu membuat fokus Firanda dan juga menejer yang mengajarkan nya teralihkan oleh ketukan pintu itu. firanda pun melangkah dan membuka pintu ruangan nya, "Apa ada yang bisa saya bantu Tuan Laskar?" tanya Firanda setelah melihat orang yang mengetuk pintu ruangan milik nya.


"Tidak ada, tapi Tuan David menyuruh anda untuk segera keruangan nya. " jawab Tuan Laskar.


"Baiklah saya akan segera ke ruangan Tuan David setelah selesai mengerjakan berkas berkas yang di bawa oleh menejer tadi." balas Firanda pada Tuan Laskar.


Sedangkan Tuan Laskar hanya mengangguk lalu berpamitan pada Firanda untuk kembali ke ruangan nya. Setelah kepergian Tuan Laskar, Firanda pun menghampiri menejer nya dan bertanya.


"Apakah berkas berkas ini bisa selesai secepat mungkin?" tanya Firanda.


"Bisa nyonya, karena ini tinggal beberapa berkas saja yang belum kita kerjakan." balas menejer itu.


Firanda pun menganggukan kepala nya sambil mendarat kan bokong nya pada kursi kerja nya, mereka pun kembali mengerjakan tugas mereka hingga selesai.


"Saya akan pergi ke ruangan Tuan David, jika kau ingin kembali ke ruangan mu, silahkan. Karena pekerjaan kita sudah selesai untuk hari ini." ucap Firanda pada menejer nya yang sedang merapihkan berkas berkas yang barusan dia dan diri nya kerjakan.


"Baiklah nyonya, kalau begitu saya pamit undur diri nyonya." balas menejer tersebut sambil berpamitan pada Firanda.


Setelah kepergian menejer nya, Firanda pun keluar dari ruangan nya dan pergi menuju ruangan Tuan David. Sesampainya di sana Firanda terlebih dulu mengetuk pintu nya.


Tok.. Tok.. Tok...


"Masuk" sahut Tuan David dari dalam ruangan nya.


Firanda pun membuka pintu ruangan tersebut dan melangkah masuk kedalam ruangan itu.


"Tuan memanggil saya?" tanya Firanda hanya basa basi, karena ia hanya ingin memulai pembicaraan di antara mereka.


"Ya, hari ini saya ada jadwal meeting di luar. Bisakah kau menemani saya untuk meeting siang ini?" tanya Tuan David sambil melirik sekilas pada Firanda dan selanjutnya dia kembali fokus pada pekerjaan nya.


"Bisa Tuan." balas Firanda.

__ADS_1


"Baiklah, saya akan memanggil mu bila jam meeting tiba. Sekarang kau boleh pergi." ucap Tuan David sambil mengusir Firanda dengan halus.


"Kalau begitu saya permisi Tuan." ucap Firanda berpamitan pada Tuan David. Sedangkan Tuan David hanya mengangguk singkat dan kembali fokus pada pekerjaan nya.


Jam sudah menunjuk angka dua belas siang, tapi belum ada tanda tanda Tuan David memanggil nya. Karena sudah merasa bosan terlalu lama menunggu akhir nya Firanda memutuskan untuk keluar dari ruangan nya dan pergi menuju ruangan Tuan David.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk" sahut Tuan David dari dalam ruangan itu.


Firanda pun masuk dan langsung bertanya pada Tuan David.


"Tuan ini sudah jam dua belas siang, apakah meeting nya jadi?" tanya Firanda.


"Astaga saya lupa karena tidak memberitahu mu kalau meeting siang ini di batal kan." ucap Tuan David dengan nada penuh penyesalan.


Firanda yang mendengar itu pun menahan untuk tidak mengumpat boss nya. Yang di lakukan Firanda saat ini hanya menghembuskan nafas nya dengan perlahan untuk mengurangi emosi nya yang sudah di ubun ubun.


'Kalau saja dia bukan boss di sini, udah gue buang dia ke sungai amazon.' batin Firanda.


"Memang nya dari tadi kau tidak melakukan apa apa?" ucap Tuan David berbalik tanya pada Firanda. Sedangkan Firanda hanya menjawab dengan gelengan kepala saja.


Memang benar setelah mengerjakan berkas berkas yang di bawa menejer tadi pagi, Firanda tidak lagi mengerjakan apa apa karena memang Tuan Laskar dan Tuan David tidak memberi nya pekerjaan.


"Ouh astaga! Saya fikir kau mengerjakan berkas berkas yang saya berikan tadi pada Laskar." lanjut nya lagi dengan menatap tak percaya pada Firanda.


"Tapi Tuan Laskar tidak memberikan berkas berkas itu pada saya Tuan." balas Firanda dengan menundukkan kepala nya karena merasa takut dengan sorot mata Tuan David yang tajam.


Tuan David pun hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan kasar, dia segera mengambil handphone nya dan mulai memanggil asisten nya.


"Laskar! " teriak Tuan David saat sambungan telpon nya sudah tersambung.


Sedangkan di sebrang sana Tuan Laskar langsung menjauh kan ponsel nya dari telinganya saat mendengar teriakan boss nya.

__ADS_1


"Iya Tuan?" balas Tuan Laskar dengan nada ketakutan.


"Kau kemana kan berkas berkas yang tadi saya berikan pada mu?" tanya Tuan David dengan geram.


"Saya berikan pada menejer yang tadi mengajar kan nona Firanda Tuan." balas Tuan Laskar hati hati karena dia takut terkena amuk boss nya.


"Apa?! Sekarang juga kau ke ruangan saya. Saya beri waktu lima menit dari sekarang." setelah mengatakan itu Tuan David langsung memutuskan sambungan panggilan dengan sepihak.


Tak lama pintu ruangan Tuan David di buka dengan kasar, menampilkan wajah Tuan Laskar yang terengah-engah, dan jangan lupa kan keringat yang membasahi pelipis nya.


"Kau telat satu menit." ujar Tuan David dengan nada dingin sambil menatap tajam asisten nya yang berjalan ke arah nya dengan nafas yang masih belum beraturan.


"Maaf Tuan." ucap Tuan Laskar dengan penuh penyesalan.


"Apa kau sudah mengambil berkas berkas yang tadi saya berikan?" tanya Tuan David yang tak menghiraukan permintaan maaf asisten nya.


"Ini Tuan." balas Tuan Laskar dengan memberi berkas berkas yang tadi dia bawa kepada boss nya.


"Bagus! Kau tunggu di sini jangan kemana mana." ucap Tuan David dengan tegas.


"Dan untuk kau." tuan David menunjuk ke arah Firanda yang sejak tadi hanya melihat kelakuan boss nya dengan asisten nya. "Kerjakan berkas berkas ini." lanjut nya lagi dengan memberikan berkas berkas yang di bawa asisten nya kepada Firanda.


"Baik Tuan." balas Firanda sambil mengambil berkas berkas yang di berikan boss nya itu. "Apakah saya bisa pergi sekarang?" lanjut nya lagi dengan bertanya.


"Ya kau boleh pergi sekarang." balas Tuan David.


Setelah melihat kepergian Firanda dari ruangan nya, Tuan David kembali menatap tajam pada asisten nya yang selalu saja berbuat ceroboh. Walaupun sudah bertahun tahun bekerja di perusahaan nya, asisten nya itu masih saja berbuat ceroboh seperti kejadian tadi.


"Kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" tanya David sambil menatap asisten nya.


"Saya tahu Tuan." balas Tuan Laskar dengan nada pasrah.


Apakah masih ada orang di sini?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa Gift nya.


__ADS_2