
Davin dan Firanda kini sedang sarapan bersama, tidak ada perbincangan di antara kedua nya. Mereka sama sama saling diam dan tidak ada satu pun di antara mereka yang ingin memulai pembicaraan. Setelah selesai sarapan Firanda bergegas mencuci piring bekas diri nya dan juga suami nya, sedangkan David diam di ruang tamu untuk menunggu Firanda menyelesaikan acara mencuci piring nya.
Tak membutuhkan waktu lama, Firanda sudah menyelesaikan nya. "Firanda aku ingin bicara." ujar David saat melihat Firanda yang tampak akan naik ke lantai atas di mana kamar mereka berada.
"Aku ingin istirahat." balas Firanda tanpa menoleh ke arah suami nya.
"Ya aku tau, tapi kita perlu bicara." ucap David dengan kukuh, sehingga membuat Firanda menghela nafas kasar nya.
"Apa yang ingin kau bicara kan?" tanya Firanda dengan menekan semua ego nya, karena tak ingin ada permasalahan yang semakin berlanjut di dalam rumah tangga nya.
"Maafkan aku karena aku telah merengut kesucian mu dengan cara memaksa, aku juga menyesal karena sore kemarin pergi ke bar." ucap David
"Ada apa sebenarnya dengan mu David? Kita sudah satu bulan berumah tangga, tetapi kau belum juga terbuka pada ku. Jika kau ada masalah cerita, jangan malah pergi ke bar dan mabuk mabukan seperti malam tadi. Jujur aku tidak suka dengan kelakuan mu ini, apalagi setelah kejadian malam tadi. Bukan nya aku menyesal karena telah memberikan kesucian mu pada mu, tapi aku hanya kecewa karena kau merengut nya dengan keadaan tidak sadar." ucap Firanda meluapkan semua emosi nya yang sudah dia tahan semalam.
"Aku hanya cemburu pada mu, kemarin Dika meminta aku untuk menceraikan mu. Itu sebab nya emosi dan tidak bisa berfikir dengan jernih hingga memutuskan untuk pergi ke bar, dan mabuk mabukan seperti itu." balas David dengan menjelaskan semua nya.
"Jangan dengar omong kosong bajingan itu." ucap Firanda.
"Tapi bajingan itu adalah teman dekat ku Firanda." balas David
"Aku tahu itu dan kau tidak perlu memberi tahu ku, sekarang aku ingin pergi menemui bajingan itu dan bicara agar dia tidak lagi mengusik rumah tangga kita. Karena aku tidak mau menikah dua kali seumur hidup." setelah mengatakan itu Firanda pun pergi ke lantai atas untuk berganti pakaian, dia benar benar akan menemui Dika dan mengancam nya agar tidak lagi mengusik rumah tangga nya dengan David.
"Aku akan ikut dengan mu." ucap David membuat langkah Firanda terhenti, "ikut lah." balas Firanda tanpa menoleh ke arah suami nya.
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama, kini mereka sudah sampai di depan gerbang mansion cukup megah milik Dika. Setelah mendapat izin dari satpam, mobil milik David pun masuk ke dalam pekarangan mansion megah itu.
"Sesuatu yang cukup langka." suara bariton berasal dari pintu utama, di sana terlihat Dika sedang berdiri dengan senyum miring nya.
"Selamat datang di mansion milik ku, MANTAN." lanjut nya lagi dengan menekan kata 'mantan.'
"Aku tidak ingin berbicara panjang lebar, inti nya jangan mengganggu rumah tangga ku lagi. Kalau kau masih ingin mengganggu rumah tangga kami, jangan harap kita bisa bekerjasama lagi. Dan aku akan bicara pada Kakek untuk mengambil semua saham yang dia taman di perusahaan mu." ucap Firanda dengan menahan emosi nya.
"Hai jangan kaitkan semua ini dengan masalah perusahaan, ini masalah kita. Jangan kau bawa bawa perusahaan." balas Dika yang ikut emosi saat mendengar kalau Firanda akan mencabut semua saham nya.
"Kenapa? Kau takut? Cih sudah kuduga, bajingan seperti mu tidak pernah bisa sukses dengan hasil sendiri." sindir Firanda dengan nada sinis.
"Jaga bicara mu Firanda! Kau tidak lihat? Aku sudah mempunyai perusahaan cukup maju di Indonesia." balas Dika dengan nada sombongnya.
"Dan jangan lupakan satu hal Tuan Dika Pratama, perusahaan milik mu di Indonesia juga masih ada campur tangan Ayah ku." ucap Firanda sengit, sedangkan Dika hanya bisa membisu saat mengetahui kalau Firanda juga tau kalau dirinya masih menjalani kerjasama dengan Ayah nya.
"Firanda." seru wanita itu.
Firanda yang merasa terpanggil langsung mengalihkan tatapan nya, lalu menatap orang yang memanggilnya tadi.
"Chel." lirih Firanda saat melihat ada sahabat nya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian diam di luar seperti ini? Dan kau Dika, kenapa kau tidak menyuruh Firanda masuk? Kasian mereka harus berdiri di sini." ucap Chelsea. Ya wanita tadi adalah Chelsea, sahabat Firanda dan sepupu nya Dika.
__ADS_1
"Tidak perlu Chel, karna urusan ku sudah selesai." ucap Firanda dengan menatap sekilas pada Dika yang saat itu juga sedang menatapnya.
"Ehh kok cepet banget, kenapa gak sekalian kita makan siang dulu di sini. Yakan Dik?" tanya Chelsea meminta persetujuan dari sepupu nya itu.
Namun Dika hanya diam dan tidak membalas ucapan Chelsea, bahkan dia langsung pergi tanpa mengatakan apapun. Sedangkan Chelsea yang tengah bingung dengan situasi yang sedang terjadi hanya bisa menggaruk ujung alis nya karena dia tidak tau harus bicara apa.
"Gue pulang dulu Chel, makasih atas tawaran nya." ucap Firanda membuat Chelsea tersenyum walaupun sedikit kaku.
"Sorry ya sama sikap Dika tadi." ucap Chelsea tiba tiba, sedangkan Firanda dan David hanya saling pandang kemudian tersenyum kecil.
"Gak apa apa, santai aja. Yaudah gue duluan ya." balas Firanda berpamitan kembali pada Chelsea.
"Iya hati hati ya, jangan ngebut ngebut bawa nya ya om." ucap Chelsea pada David, sedangkan David hanya membalasnya dengan anggukan saja.
"Om?" beo Firanda dengan menahan tawa nya, David yang melihat istri nya menahan tawa hanya bisa menahan kesal. Apalagi pada Chelsea yang sudah berani memanggilnya Om. Apa dia setua itu hingga teman istri nya memanggilnya dirinya Om?
"Jangan tertawa, ini sungguh tidak lucu." balas David dengan wajah datar nya.
"Hahahhahaha." pecah sudah tawa Firanda saat melihat wajah kesal suami nya itu. Sedangkan David semakin mendatarkan wajah nya saat istri nya tertawa.
"Kau boleh tertawa sekarang, tapi jangan harap di rumah bisa tertawa selepas ini." ucap David dengan senyum menyeringai, Firanda yang mendapat ancaman itu langsung menyurutkan tawa nya dan bergidik ngeri saat melihat tatapan tak biasa dari suami nya.
"Mampus gue."umpat Firanda dalam hati.
__ADS_1
Hallo apa masih ada orang di siniš§
Maaf baru up lagiš Author nya sibuk ngurusin bocilš¤š¤£